Nanas Obat Batuk Alami? Pencegahan Batuk Yang Mengganggu

Pada umumnya, batuk merupakan sebuah kondisi yang normal. Batuk dapat membantu membersihkan tenggorokan dari dahak dan zat-zat lain yang dapat membuat iritasi. Akan tetapi, batuk yang terjadi terus menerus dapat disebabkan karena kondisi tertentu, misalnya saja karena alergi, infeksi virus dan infeksi bakteri. Anda dapat mengobati batuk yang disebabkan karena demam, alergi, dan infeksi sinus dengan obat-obatan tanpa resep dan juga obat batuk alami. Infeksi bakteri membutuhkan antiobiotik untuk mengobatinya. Apabila Anda ingin menghindari zat kimia, obat alternatif alami seperti bromelain dapat meredakan gejala batuk.

Anda mungkin belum pernah mendengar bahwa nanas bisa dijadikan obat batuk alami. Bukan hal yang aneh karena banyak orang tidak familiar dengan bromelain, zat yang terkandung di dalam batang dan buah nanas. Menurut sebuah penelitian, ada bukti bahwa zat bromelain tersebut dapat menekan batuk dan melepaskan lendir yang ada di dalam tenggorokan. Agar Anda bisa menikmati manfaat nanas dan bromelain secara utuh, makan satu potong nanas atau minum atau 100 ml jus nanas segar tiga kali sehari. Tidak berhenti saja, bromelain juga diklaim mampu membantu meringankan gejala sinusitis dan gangguan sinus yang disebabkan karena alergi, yang dapat menyebabkan batuk dan dahak. Akan tetapi, bukti akan klaim tersebut masih kurang. Penelitian lanjut masih perlu dilakukan. Walaupun demikian, nanas sering digunakan untuk merawat pembengkakan dan peradangan.

Apabila Anda ingin mengonsumsi suplemen bromelain, perlu diingat bahwa suplemen tersebut tidak boleh diminum oleh anak-anak dan orang dewasa yang mengonsumsi obat pengencer darah. Anda juga harus berhati-hati dalam menggunakan bromelain apabila Anda sedang dalam pengobatan antibiotik seperti amoxicillin karena dapat meningkatkan penyerapan antibiotik. Selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu apabila Anda ingin mengonsumsi suplemen yang tidak Anda kenal.

Mencegah batuk

Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Selain dapat merawat batuk, Anda juga harus tahu cara mencegah batuk. Untuk melindungi tubuh dari flu atau demam, pastikan Anda mendapatkan vaksinasi flu setiap tahunnya. Selain itu, Anda bisa melakukan hal-hal berikut ini:

  • Hindari melakukan kontak langsung dengan mereka yang sakit. Apabila Anda tahun Anda sakit, hindari datang ke kantor atau sekolah agar Anda tidak menulari orang lain.
  • Tutup mulut dan hidung kapanpun Anda hendak bersin atau batuk
  • Minum banyak air agar tubuh tetap selalu terhidrasi
  • Cuci tangan Anda dengan teratur, terutama setelah Anda batuk, sebelum makan, setelah masuk kamar kecil, atau setelah merawat orang yang sakit
  • Anda juga perlu mengurangi stres. Stres dapat memberikan dampak terhadap sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko tubuh terkena penyakit. Untuk mengurangi stres, seseorang dapat melakukan olahraga dengan teratur, meditasi, tarik napas dalam-dalam, dan mencoba teknik relaksasi otot progresif
  • Tidur yang cukup. Coba untuk selalu mendapatkan tidur setidaknya 7 hingga 9 setiap malamnya agar tetap sehat dan prima. Tidur yang berkualitas dan cukup dapat menghindari stres

Untuk menghindari batuk yang disebabkan oleh alergi, Anda bisa mulai dengan mengidentifikasi penyebab alergi tersebut dan menghindari kontak langsung dengannya. Alergi yang paling sering ditemui disebabkan oleh debu, bulu hewan, jamur, serangga, dan serbuk bunga. Vaksin alergi juga sangat berguna dan dapat mengurangi sensitivitas Anda terhadap penyebab alergi. Bicarakan dengan dokter untuk mengetahui rencana vaksin apa saja atau obat batuk alami yang cocok dengan kondisi kesehatan Anda.

Hidup Sehat Read More

Gejala dan Faktor Risiko Sepsis

Pernahkah Anda mendengar istilah medis sepsis? Sepsis adalah sebuah penyakit yang mengancam nyawa yang disebabkan oleh respon sistem kekebalan tubuh terhadap suatu infeksi. Sistem kekebalan tubuh Anda melindungi tubuh dari berbagai jenis penyakit dan infeksi. Namun, sistem kekebalan tubuh ini juga dapat bekerja secara berlebihan untuk melawan suatu infeksi. Sepsis terjadi saat zat kimia yang ada di sistem kekebalan tubuh masuk ke dalam aliran darah untuk melawan infeksi. Alih-alih melawan infeksi, hal ini memicu peradangan di seluruh bagian tubuh. Beberapa kasus sepsis dapat bertambah parah dan menjadi syok septik, sebuah kondisi medis darurat. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, terdapat lebih dari 1.5 juta kasus sepsis setiap tahunnya. Dan infeksi ini membunuh sekitar 250 ribu orang setiap tahun di Amerika. Artikel ini akan membahas gejala dan faktor risiko sepsis.

Gejala Penyakit Sepsis

Gejala atau tanda-tanda penyakit sepsis setelah infeksi terjadi terkadang sulit untuk dilihat. Tidak jarang bahkan sering dianggap sebagai kondisi medis serius lain. Akan tetapi, sepsis biasanya memiliki gejala seperti berikut ini, yang akan muncul setelah terjadinya infeksi, seperti:

  • Demam tinggi, diikuti dengan tubuh yang menggigil hebat
  • Detak jantung yang cepat (tachycardia)
  • Bernapas dengan cepat (tachypnea)
  • Berkeringat dalam jumlah yang banyak dan tidak wajar (diaphoresis)

Sangat penting untuk segera menghubungi dokter agar mendapatkan bantuan medis terutama apabila sepsis telah berkembang ke tahap selanjutnya seperti sepsis berat dan syok septik. Gejala yang ditimbulkan pada tahapan sepsis selanjutnya seperti:

  • Pusing atau rasa ingin pingsan
  • Bingung, perubahan kondisi mental yang tidak biasa
  • Diare, muntah-muntah dan mual
  • Rasa sakit pada otot
  • Kesulitan bernapas
  • Jumlah urin yang keluar sedikit
  • Kulit yang dingin dan pucat
  • Kehilangan kesadaran

Cari bantuan medis secepatnya apabila tanda-tanda di atas muncul. Lansia dan anak0anak sangat rentan terena sepsis setelah infeksi dan memiliki risiko lebih tinggi untuk kondisi ini bertambah semakin parah. Sepsis memiliki efek yang serius dan berpotensi untuk mengancam jiwa. Meskipun demikian, kesempatan sembuh dari penyakit sepsis ringan cukup tinggi. Syok septik memiliki tingkat kematian sebesar 50%. Memiliki sepsis yang parah dapat meningkatkan risiko infeksi di masa mendatang. Sepsis berat dan syok septik juga dapat menyebabkan komplikasi. Penyumbatan darah dapat terjadi di seluruh tubuh. Sumbatan darah ini akan menyumbat aliran darah dan oksigen ke organ tubuh vital dan bagian-bagian tubuh lain. Hal ini akan meningkatkan risiko kegagalan organ dan kematian jaringan.

Faktor Risiko Sepsis

Semua orang bisa menderita sepsis. Meskipun demikian, ada beberapa yang mmiliki risiko lebih tinggi untuk terkena infeksi, seperti anak-anak dan lansia, orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (mereka yang menderita sakit HIV atau sedang dalam menjalani perawatan kemoterapi untuk mengobati kanker), orang-orang yang dirawat di unit perawatan insentif, dan orang-orang yang terpapar alat-alat invasive seperti kateter intravena dan tabung pernapasan. Sepsis bukanlah suatu penyakit yang menular. Namun, bakteri patogen yang menyebabkan infeksi awal yang mengakibatkan sepsi dapat menular. Sepsis menyebar pada tubuh dari sumber infeksi awal ke organ tubuh lain melalui aliran darah. Apabila Anda memiliki tanda-tanda atau gejala tersebut di atas, segera hubungi dokter. Dokter akan melakukan tes untuk membuat diagnosa dan memutuskan seberapa parah infeksi yang dimiliki. Perawatan akan bergantung pada hasil diagnosa dan pemeriksaan yang dilakukan.

Penyakit Read More

Alasan Mengapa ASI Sedikit dan Cara Memperlancar ASI Anda

Setelah Anda melahirkan, kehidupan menjadi seorang ibu bisa terasa membingungkan, apalagi Anda akan mengenal bayi Anda yang baru lahir saat melahirkan. Emosi Anda mungkin ada di bercampur, antara ingin menjadi supermum dengan cepat, mencari tahu bagaimana cara memperlancar ASI Anda untuk si buah hati, dan mungkin bertanya-tanya mengapa ASI Anda terlihat belum sebanyak yang Anda harapkan.

Sebelumnya, Anda mungkin tidak menyadarinya, terdapat banyak hal yang dapat mengganggu bagaimana tubuh Anda memproduksi ASI. Jika Anda menyusui dan mengkhawatirkan produksi ASI Anda melambat, berikut penyebab dan masalah yang dapat menyebabkan berkurangnya pasokan ASI Anda.

Masalah kesehatan, diet, pilihan gaya hidup, dan obat-obatan dapat mempengaruhi suplai ASI Anda. Dengan memahami apa yang dapat mengganggu produksi ASI Anda, Anda mungkin dapat membuat beberapa perubahan pada rutinitas harian Anda, dan mulai meningkatkan produksi ASI Anda kembali. 

Berikut adalah beberapa hal yang mengarah pada berkurangnya produksi ASI Anda beserta cara yang dapat Anda lakukan untuk memperlancar ASI Anda:

  1. Masalah kesehatan

Kesehatan Anda dan kondisi tubuh serta pikiran Anda dapat memengaruhi produksi ASI. Ketika Anda sehat secara fisik, beristirahat cukup, dan memiliki sistem pendukung yang sehat, tubuh Anda dapat memfokuskan energinya pada pembuatan susu. Tetapi, jika tubuh Anda tidak seimbang karena Anda memiliki kondisi medis yang tidak diobati, Anda kelelahan, atau di bawah banyak stres, Anda dapat melihat efeknya pada penurunan pasokan ASI Anda. Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang mempengaruhi produksi ASI.

  • Tidak Cukup Beristirahat

Sembuh dari melahirkan, tuntutan menjadi ibu, dan menyusui bayi yang baru lahir bisa melelahkan untuk Anda. Kelelahan pasca persalinan dan kekurangan energi sangat wajar dan dapat mengganggu pemberian ASI, dan hal ini menjadi salah satu penyebab umum rendahnya suplai ASI.Mungkin tidak mudah untuk mendapatkan istirahat yang cukup di beberapa minggu pertama, tetapi sangat penting bagi Anda untuk mendapatkan istirahat yang cukup di kemudian hari. Yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Tidur siang saat bayi tidur siang.
  • Menyusui sambil berbaring.
  • Mintalah pasangan, keluarga, dan teman Anda untuk membantu menjaga anak-anak Anda yang lebih besar atau pekerjaan rumah.  Mereka juga dapat mengawasi bayi sebentar sehingga Anda dapat beristirahat dan berbaring.
  • Stres

Baik stres secara fisik, emosional, dan psikologis dapat mengurangi suplai ASI Anda.  Penyebab stres lainnya seperti kecemasan, nyeri, kesulitan keuangan, dan masalah hubungan juga dapat mempengaruhi produksi ASI Anda. Yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Jika Anda merasa kesakitan, minumlah obat pereda nyeri sesuai petunjuk. Jika Anda tidak memiliki obat penghilang rasa sakit, tanyakan kepada dokter Anda jika Anda obat yang sesuai dengan kondisi Anda saat ini.
  • Jika Anda merasa tidak nyaman menyusui di sekitar orang lain, pergilah ke ruangan lain atau ruangan untuk menyusui.
  • Saat Anda merasa stres, ambil napas dalam-dalam. Jika Anda dapat berjalan selama beberapa menit, luangkan waktu untuk menjernihkan pikiran Anda.
  • Bicarakan tentang perasaan Anda kepada seseorang yang Anda percayai, seperti pasangan, orangtua atau sahabat.
  1. Diet

Apa yang Anda makan dapat mempengaruhi kesehatan dan persediaan ASI Anda secara keseluruhan.

Tidak Memberi Perhatian pada Diet Anda: Apa yang dimakan oleh seorang ibu yang menyusui dan berapa banyak air yang Anda minum belum terbukti menyebabkan penurunan yang signifikan dalam pasokan ASI. Konsumsi makanan yang sehat dan hidrasi yang cukup, sangat penting untuk kesehatan Anda. Yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Jika Anda mengalami penurunan suplai ASI, tentu tidak ada salahnya untuk makan lebih baik dan minum banyak cairan di siang hari.
  • Menambahkan beberapa suplemen menyusui ke dalam diet harian Anda dapat membantu meningkatkan suplai ASI Anda. Cobalah oatmeal, almond, buncis, dan sayuran hijau gelap yang bergizi dan memiliki sifat yang mendukung produksi ASI.
  1. Pilihan Gaya Hidup

Anda tidak harus melepaskan semua hal yang Anda sukai saat menyusui. Anda masih dapat menikmati kopi dan bahkan minuman bersoda pada kesempatan tertentu. Berikut adalah pilihan gaya hidup yang mengganggu pemberian ASI:

  • Terlalu banyak kafein
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol
  1. Obat-obatan

Banyak obat yang aman dikonsumsi saat Anda sedang menyusui. Namun, ada obat yang berkontribusi terhadap rendahnya pasokan ASI Anda. Jadi, periksalah kandungan obat Anda ke dokter atau apoteker sebelum minum obat tersebut.

Bagaimana cara memperlancar ASI Anda?

Produksi ASI tergantung pada proses permintaan & pasokan yang Anda miliki.

Berikut hal-hal yang dapat membantu memperlancar suplai ASI Anda:

  • Pastikan bayi Anda menyusu dengan efisien. Jika ASI tidak dikeluarkan secara efektif dari payudara, maka persediaan ASI berkurang.
  • Sering-seringlah menyusui, terlebih selama bayi Anda aktif menyusui.
  • Tawarkan kedua sisi payudara Anda pada setiap pemberian ASI.  Biarkan bayi menyelesaikan sisi pertama, lalu tawarkan sisi kedua payudara Anda.
  • Pijat payudara Anda Saat menyusui atau memompa ASI.
  • Menjaga diri sendiri. Beristirahat. Tidur saat bayi Anda sedang tidur. Bersantai. 
  • Minumlah banyak cairan dan konsumsi makanan yang cukup seimbang.
  • Yang terpenting untuk memperlancar ASI Anda adalah dengan menjadi ibu yang bahagia.

Anda mungkin perlu menambahkan suplemen untuk memastikan bayi Anda mendapatkan ASI yang cukup. Tentu saja, terkadang ada hal-hal yang tidak dapat Anda ubah seperti masalah kesehatan tertentu. Dalam hal ini, diskusikanlah dengan dokter Anda dan dokter bayi Anda mengenai cara yang tepat untuk memperlancar ASI Anda.

Bayi dan Menyusui Read More