Cara Memilih Produk Hairspray Terbaik

Memilih produk yang tepat bagi rambut Anda bisa dibilang susah-susah gampang. Produk apapun, baik produk alami atau buatan penuh bahan kimia, akan memberikan dampak yang langsung pada kesehatan, kekuatan, dan tampilan rambut, yang nantinya akan mempengaruhi tampilan Anda keseluruhan. Hairspray terbaik dapat membuat penampilan Anda tampak prima. Begitu pula dengan sebaliknya, hairspray yang buruk tidak hanya akan merusak tampilan rambut tetapi juga mengancam kesehatannya. Sebelum Anda memutuskan untuk membeli suatu produk hairspray, ada baiknya Anda belajar jenis-jenis hairspray untuk memastikan Anda dapat memilih hairspray terbaik yang dapat memenuhi kebutuhan rambut indah Anda.

Jenis-jenis hairspray

Sebelum membeli dan mencoba produk hairspray tertentu, sangat penting untuk mengetahui beberapa jenis hairspray yang tersedia di pasaran saat ini dan sesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan Anda. Misalnya, apabila tujuan utama Anda memakai hairspray terbaik adalah untuk mendapatkan tekstur dan kilau rambut, menggunakan hairspray jenis ‘thermal’ tidak akan memberikan hasil yang baik. Hairspray jenis tradisional biasanya digunakan untuk menahan rambut yang ditata agar pada tempatnya. Akan tetapi, teknologi di dunia rambut telah semakin maju saat ini, sehingga hairspray yang Anda pilih mungkin akan memiliki lebih banyak fitur.

Apabila Anda mencari hairspray tertentu untuk membuat gaya rambut Anda, pilihlah jenis hairspray yang mampu memberi ketahanan lama namun tetap dalam takaran yang pas. Contohnya, hairspray dengan penahanan rambut yang pas dan ‘fleksibel’ berarti memberikan Anda keleluasaan dalam menata rambut, namun Anda masih dapat menyisirnya meskipun sudah ditata menggunakan hairspray. Sementara itu, hairspray yang ‘kuat’ dapat ‘membekukan’ sebuah gaya agar tetap pada tempatnya, yang mana merupakan pilihan hairspray terbaik apabila Anda tidak ingin rambut yang telah ditata berubah bentuk.

Jenis hairspray lain yang paling umum ditemukan adalah hairspray ‘thermal’ yang akan melindungi rambut dari alat penata rambut yang panas. Ada pula hairspray jenis ‘volumizing’ yang akan memberikan volume pada rambut, membuat rambut tampak lebih lebat dan terlihat lebih penuh. Apabila Anda ingin mencari volume dan tekstur, gunakan hairspray ‘tekstur’ seperti ‘dry shampoo’. Terakhir namun tidak kalah pentingnya adalah hairspray ‘shine’ yang akan memberikan kesean ‘glossy’ dan mengilap pada rambut.

Tipe rambut dan gaya rambut juga harus diperhatikan

Dalam memilih hairspray terbaik, Anda juga harus memperhatikan jenis rambut yang Anda miliki serta bagaimana biasanya Anda menata rambut. Selain itu, perhatikan pula apa yang ingin Anda capai dengan hairspray yang akan dipilih. Misalnya saja, apabila rambut Andal urus dan ingin ditata dengan gaya ‘updo’, tentunya akan membutuhkan hairspray yang berbeda dibandingkan dengan rambut keriting yang ingin ditata lurus.

Aroma dan bahan

Tergantug dengan selera masing-masing, ada beragam jenis hal lain yang mungkin perlu diperhatikan dalam memilih hairspray terbaik. Contohnya aroma dari hairspray itu sendiri, bahan yang digunakan untuk membuatnya, harga, apakah produk tersebut ‘cruelty-free’ (tidak menggunakan hewan sebagai alat penguji) atau tidak, kemasan, apakah hairspray menggunakan pompa atau nozzle aeorosol, dan detail-detail lain yang akan membuat sebuah produk terlihat lebih menarik apabila dibandingkan dengan produk lainnya yang sejenis.

Selain itu, mungkin Anda ingin memilih hairspray terbaik yang telah teruji secara klinis sehingga aman dan tidak akan merusak rambut saat digunakan. Setelah Anda menemukan hairspray terbaik, gunakan hairspray tersebut agar mampu memaksimalkan keefektifannya dalam menata rambut Anda sesuai dengan yang Anda inginkan.

Hidup Sehat Read More

Fakta-Fakta Penting Terkait Mastoiditis pada Anak Balita

Peradangan yang disebabkan infeksi dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, termasuk di belakang telinga. Mastoiditis namanya. Penyakit ini tepatnya menyasar tulang mastoid, salah satu tulang di tengkorak dan posisinya mengelilingi telinga bagian tengah dan bagian dalam.

Jika sudah terserang mastoiditis, kehidupan manusia akan sangat terganggu. Karena penyakit ini memiliki gejala yang berpotensi membuat seseorang limbung lantaran menahan sakit. Bahkan, penyakit ini berpotensi dalam memberikan gejala kesehatan lain yang cukup serius, termasuk kehilangan pendengaran untuk selama-lamanya.

Kondisi ini lazimnya disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae dan Streptococcus pyogenestipe A. Namun infeksi mastoid juga dapat terjadi akibat kolesteatoma. Kolesteatoma adalah kumpulan jaringan kulit yang menyerupai batu kecil. Kondisi ini bisa menyumbat saluran udara di telinga dan mastoid, sehingga keduanya rentan mengalami infeksi.

Mastoiditis bisa menyerang siapa saja. Manusia dengan usia berapa pun, termasuk juga kelompok anak-anak di bawah lima tahun atau balita. Berikut ini beberapa fakta terkait mastoiditis pada balita yang dapat Anda jadikan sebagai sarana untuk memulai prosedur pencegahan.

  1. Tulang Mastoid Merupakan Sasaran Utama Mastoiditis

Menurut ensiklopedia kesehatan University of Rochester Medical Center, mastoiditis pada balita adalah kondisi infeksi atau peradangan akibat bakteri pada rongga tulang mastoid.

Tulang mastoid sendiri terletak di belakang telinga dan berfungsi untuk mengeringkan bagian telinga tengah, mengatur tekanan udara di telinga, juga melindungi tulang temporal.

  • Gejala Mastoiditis pada Balita Serupa dengan Orang Dewasa

Gejala awal mastoiditis pada balita adalah rasa sakit di belakang telinga, tapi menurut situs Children’s National, biasanya disertai juga dengan gejala lain seperti:

  • Bagian belakang telinga yang terlihat membengkak dan berwarna kemerahan.
  • Keluarnya cairan kental dari telinga.
  • Cuping telinga yang menonjol keluar karena pembengkakan pada tulang mastoid.
  • Demam dan sakit kepala.
  • Nyeri pada telinga dan gangguan pendengaran.

Bila melihat gejala seperti di atas, segeralah bawa anak Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat hingga tuntas.

  • Sebabkan Komplikasi yang Serius

Mastoiditis pada balita tidak boleh diabaikan dan harus ditangani secara serius dan sesegera mungkin. Pasalnya bila dibiarkan, infeksi bisa terus menyebar dan menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti:

  • Meningitis: Infeksi yang menyebabkan peradangan pada selaput di sekitar otak dan tulang sumsum.
  • Abses otak: Infeksi pada otak yang ditandai dengan kantung berisi nanah.
  • Kehilangan pendengaran.
  • Labirintitis: Infeksi di bagian dalam telinga.
  • Kerusakan saraf wajah yang bisa menyebabkan kelumpuhan wajah.
  • Gangguan penglihatan dan sakit kepala akibat adanya gumpalan darah di otak.
  • Bukan Sekadar Infeksi Telinga

Otitis media atau infeksi telinga terjadi akibat adanya cairan yang mengandung bakteri atau virus pada bagian tengah telinga.

Mengutip Children’s Hospital of Philadelphia, infeksi telinga pada balita yang tidak ditangani dengan baik hingga tuntas dapat membuat cairan yang mengandung bakteri dan virus menyebar ke sel udara pada tulang mastoid dan menyebabkan mastoiditis pada balita.

Dalam beberapa kasus, mastoiditis pada balita juga bisa disebabkan oleh menumpuknya sel kulit yang disebut dengan kolesteatoma sehingga membuat cairan terakumulasi di tulang mastoid.

  • Pengobatan Sesuai Tingkat Keparahan

Semakin cepat mastoiditis pada balita ditangani, maka akan semakin ringan pula prosedur pengobatan yang harus dijalankan olehnya. Mastoiditis ringan biasanya diatasi dokter dengan pemberian antibiotik, tapi tidak menutup kemungkinan dilakukan prosedur pengeringan cairan di dalam telinga dengan mengunakan selang timpanostomi maupun miringotomi atau operasi kecil pada gendang telinga.

***

Itulah kira-kira beberapa fakta penting terkait mastoiditis pada balita. Jika anak Anda mulai rewel dan mengeluhkan rasa sakit di belakang telinga, jangan abai! Segeralah bawa ia ke dokter agar mendapat pertolongan demi menjaga kemungkinan kondisi kesehatan yang lebih baik ke depannya.

Penyakit Read More

Mengetahui Letak Hati Manusia dan Penyakit yang Berhubungan Dengannya

Dibanding organ lainnya, hati merupakan organ yang paling besar. Bobot hati orang dewasa bisa mencapai 1,3 kg. Letak hati manusia ini berada pada rongga perut bagian bawah.

Tepatnya, posisi hati berada di bawah diafragma serta di balik tulang rusuk. Oleh sebab itu, Anda tidak dapat merabanya sebab organ hati ini terlindungi oleh tulang rusuk. Letak hati manusia yang berada di balik tulang rusuk bukanlah tanpa tujuan. Hal tersebut ditujukan untuk melindungi organ hati dari berbagai cedera atau kerusakan, seperti kerusakan yang disebabkan oleh benturan.

Hati banyak berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh serta sistem pencernaan. Organ ini juga banyak berperan dalam menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh. Wajar saja, bila organ hati bekerja tidak optimal, Anda dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan.

Penyakit yang menyerang organ hati

Penyakit yang menyerang hati bisa karena keturunan atau genetik, bisa juga disebabkan oleh virus, serta gaya hidup. Dari berbagai penyakit yang mengintai, berikut ini beberapa masalah yang mungkin muncul saat organ hati terganggu.

1. Hepatitis

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus. Berdasarkan penyebab infeksinya, terdapat tiga jenis hepatitis, yaitu hepatitis A, B, dan C. Organ hati yang terinfeksi virus tersebut akan mengalami peradangan.

Selain virus penyebab infeksi, terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terserang hepatitis, yaitu kebiasaan minum alkohol, alergi, serta obesitas.

2. Gagal hati

Sesuai namanya, kondisi ini ditandai dengan gagalny hati menjalankan fungsinya secara total. Adapun faktor yang melatarbelakangi kondisi ini dapat berupa faktor genetik, adanya infeksi, maupun kebiasaan konsumsi alkohol yang berlebihan.

3. Sirosis hati

Sirosis hati merupakan kondisi yang dipicu oleh masalah medis lain, seperti hepatitis atau kecanduan alkohol. Ketika terjadi gangguan pada organ hati, secara alami hati akan berusaha memperbaiki sendiri kerusakan tersebut. Akibatnya, terbentuk bekas luka. Semakin banyak bekas luka tersebut, semakin sulit hati bekerja dengan optimal.

Jadi, sirosis hati merupakan suatu kondisi di mana hati memiliki luka akibat kerusakan organ tersebut dalam jangka waktu yang panjang. Bila terlambat diketahui, sirosis hati dapat mengancam nyawa dan tidak dapat diperbaiki. Namun, bila dapat terdeteksi dini, kerusakan lebih jauh dapat dihindari.

4. Kanker hati

Umumnya, kanker hati timbul setelah seseorang mengalami sirosis. Jenis yang lazim menyerang merupakan karsinoma hepatoselular.

5. Asites

Suatu kondisi di mana cairan hati keluar ke rongga perut, sehingga perut terlihat buncit. Lagi-lagi, gangguan medis ini juga dapat disebabkan oleh sirosis hati.

6. Batu empedu

Salah satu peran hati adalah memproduksi cairan empedu. Cairan tersebut nantinya akan disimpan di kantung empedu dan dialirkan ke usus halus untuk membantu proses pencernaan. Apabila cairan tersebut mengeras dan tersangkut di kantung atau saluran empedu, kondisi ini disebut batu empedu.

Adanya batu empedu yang tersangkut di saluran empedu, membuat cairan empedu yang diproduksi oleh hati tidak dapat mengalir ke luar. Hal ini dapat memicu berbagai gangguan hati lainnya.

Pengetahuan terkait letak hati manusia serta penyakit yang mungkin menyerang organ tersebut, diharapkan membuat setiap orang dapat menjaga organ hati dengan lebih baik. Seperti diketahui, alkohol sangat berpengaruh bagi kesehatan organ hati. Sehingga salah satu cara menjaga organ yang satu ini adalah dengan mengurangi konsumsi minuman beralkohol.

Hidup Sehat Read More

Cara Cegah Agar Tidak Kena Batu Ginjal

Salah satu penyebab batu ginjal adalah kurang minum

Menjadi salah satu penyakit yang paling mengkhawatirkan dan membuat banyak orang berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Batu ginjal merupakan benda keras yang terbuat dari bekuan kalsium, penyakit ini ditandai dengan rasa sakit ketika buang air kecil atau bahkan kencing berdarah. Penyebab batu ginjal bisa menyebabkan komplikasi kesehatan apabila tidak segera ditangani.

Terdapat beberapa cara yang bisa digunakan untuk mencegah terjadinya batu ginjal, salah satunya adalah minum air putih yang banyak. Konsumsi air putih sebanyak 8 gelas per hari mampu menurunkan risiko pembentukan batu ginjal. Batasi minuman bersoda, karena konsumsi satu gelas soda seharinya mampu meningkatkan risiko terkena batu ginjal sebanyak 23 persen.

Penyebab Batu Ginjal

Sebuah endapan keras yang muncul karena zat di air kencing yang mengeras melalui proses nephrolithiasis. Bentuk penyakit ginjal ini pada umumnya berukuran kecil, atau hanya mencapai beberapa inci, ukuran yang lebih besar biasanya mengisi saluran air kencing dari ginjal ke kandung kemih, biasanya disebut dengan staghorn.

Batu ginjal atau juga disebut dengan kencing batu disebabkan karena urin dan air terlalu banyak mengandung bahan kimia. Seperti, kalsium, asam urat hingga sistin atau campuran fosfat, magnesium dan ammonium.

Selain itu, melakukan diet protein dengan sangat tinggi dan kurangnya asupan air putih dalam tubuh juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini. Fakta menunjukkan sebanyak 85 persen, penyakit batu ginjal terbuat dari zat kalsium. Berikut ini beberapa jenis penyebab yang dapat membuat seseorang mengalami batu ginjal.

  • Tumpukan Kalsium

Kelebihan kalsium merupakan salah satu penyebab munculnya batu ginjal atau kencing batu. Hal ini dikarenakan kalsium yang tidak terpakai oleh tulang dan otot akan dilimpahkan ke ginjal, sementara itu ginjal akan mengeluarkan kalsium dalam jumlah yang banyak bersamaan dengan sisa urine. 

  • Asam Urat Tinggi

Asam urat muncul ketika air seni mengandung terlalu banyak asam, biasanya kondisi ini disebabkan karena konsumsi makanan yang berlebihan. Seperti banyak mengonsumsi daging, ikan dan kerang sangat rentan terkena asam urat.

Mencegah Batu Ginjal

  • Perbanyak Air Putih

Konsumsi Air Putih Banyak bisa menjadi langkah konkret yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan batu ginjal. Rajin mengonsumsi air putih sangat cepat untuk menurunkan risiko terjadinya pembentukan batu ginjal.

  • Kurangi Asupan Garam

Konsumsi garam yang berlebih mampu memicu penyakit batu ginjal, hal ini karena garam yang berlebih bisa meningkatkan jumlah kalsium dalam urine. Diketahui bahwa batas wajar asupan garam dalam satu hari setara dengan satu sendok teh garam dapur.

  • Batasi Asupan Protein

Daging merupakan sumber protein hewani termasuk telur, jeroan, seafood dan susu hingga produk susu yang mengandung purin. Beberapa kandungan yang dimiliki protein hewani ini akan dibentuk menjadi asam urat di dalam urine. 

Terlalu banyak konsumsi protein, khususnya protein hewani bisa memicu terbentuknya batu ginjal dalam jangka waktu lama. Sangat direkomendasikan untuk mengonsumsi sebanyak lebih dari 170 gram daging dalam satu hari untuk dapat mencegah batu ginjal.

  • Jaga Berat Badan

Berat badan terlebih sangat berkaitan dengan muncul dan berkembangnya batu ganjil, kondisi memiliki berat badan berlebih bisa menyebabkan resistensi insulin dan meningkatnya jumlah kalsium dalam urine. Kondisi sangat berisiko dan memperbesar munculnya batu ginjal, karena pH urine cenderung asam.

Beberapa cara tersebut bisa mencegah timbulnya penyebab batu ginjal, cara melakukannya pun juga sangat mudah. Segera ubah gaya hidup menjadi lebih sehat, gaya hidup sehat terbukti ampuh mencegah munculnya penyakit itu.

Penyakit Read More

Ragam Menu Diet Saat Menyusui, Lezat dan Menyehatkan

menu diet saat menyusui yang simpel dan bergizi

Sepanjang masa kehamilan, mungkin, ibu pasti mengalami perubahan bentuk tubuh. Beberapa di antara mereka tidak nyaman dan ingin segera mengembalikan bentuk tubuhnya seperti sedia kala. Namun, ketika ingin menjalani diet atau work out para ibu harus ingat bahwa mereka juga masih memiliki kewajiban lain, yakni menyusui bayinya. Lantas, sebenarnya boleh tidak, sih, diet saat menyusui?

Sebenarnya, tidak ada larangan bagi para ibu menjalani diet meski tengah menyusui. Dalam kata lain, ibu menyusui tetap boleh melakukan sesuatu untuk mengembalikan bentuk tubuh ideal menurutnya. Akan tetapi, yang perlu digaris bawahi adalah, para ibu yang memutuskan untuk menjalani diet tetap harus berwawasan kepada anaknya. Maksudnya, si ibu tak boleh egois dengan menghentikan makannya sama sekali, misalnya.

Hal itu tentu salah kaprah, sebab tiap asupan makanan dan minuman yang Ibu konsumsi selama masa menyusui akan berpengaruh terhadap kualitas ASI yang dihasilkan. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa pada akhirnya bayi juga akan terkena dampak jika si ibu abai terhadap asupan yang masuk ke dalam tubuhnya sendiri.

Kunci utama menu diet sehat selama menyusui adalah dengan mengonsumsi makanan yang bervariasi dan kaya akan protein. Selama menjalani diet sehat yang seimbang, usahakan untuk menjaga agar tubuh Ibu tidak kekurangan cairan. Minum air putih yang cukup dan konsumsi diet yang seimbang turut berpengaruh dalam menjaga kadar ASI dalam tubuh.

Nah, jika Anda memutuskan untuk menjalankan diet, Anda harus memperhatikan menu diet agar proses tumbuh kembang bayi tidak terganggu. Ketika menyusui bayi, Anda juga perlu memperhatikan setiap perubahan dari konsumsi pola makan yang lebih sehat. Sebagai panduan awal, beberapa tips diet sehat mungkin bisa dijadikan acuan, seperti:

  • Konsumsi makanan yang mengandung banyak serat, seperti produk berbahan dasar gandum utuh, buah-buahan, dan beragam sayuran.
  • Jangan lupakan karbohidrat, apa pun bentuknya, bisa nasi, mie, roti, dan sebagainya.
  • Konsumsi protein dari daging tanpa lemak, unggas, ikan, telur dan kacang-kacangan.
  • Konsumsi lima porsi sayur dan buah-buahan setiap hari. Baik dalam kondisi buah segar, beku, atau produk buah-buahan yang dikeringkan.
  • Konsumsi setidaknya dua porsi ikan setiap minggu, dengan satu porsi makanan yang kaya kandungan minyak ikan.
  • Kalsium dari susu dan produk olahan susu seperti keju dan yogurt.

Nah, dari panduan di atas, Anda mungkin bisa berkreasi sendiri memadu-padankan bahan-bahan makanan menyehatkan di atas sesuai selera Anda. Namun, untuk membantu Anda, ada beberapa menu makanan diet saat menyusui yang mungkin bisa Anda coba, di antaranya:

Menu 1:

  • 1 sendok (centong) nasi putih.
  • 1 potong ikan tongkol yang dibakar dengan bawang putih, jahe, dan cabai.
  • Tumis kangkung. Tumis dengan 1 sendok teh minyak dan sedikit garam.

Menu 2:

  • 1 sendok nasi putih.
  • Ayam panggang.
  • Sayur bayam.

Menu 3:

  • 1 sendok (centong) nasi putih.
  • 1 potong ikan panggang.
  • Wortel dikukus atau dipanggang.
  • Sayur pokcoy.

Menu 4:

  • 1/2 cangkir oatmeal dan susu.
  • 1 buah kiwi, dipotong-potong.
  • 2 sendok makan yogurt low fat (tanpa gula tambahan).
  • Campurkan oat ke dalam wadah dan tuangkan susu. Setelahnya, susun buah dan siram dengan yogurt.

Menu 5:

  • 1 sendok (centong) nasi putih.
  • Ikan salmon panggang.
  • Brokoli panggang atau rebus.

Menu 6:

  • Sandwich isi ayam cincang (tambahkan sedikit mayonaise, bawang merah, dan sambal).
  • Gunakan roti gandum.
  • Jangan lupa lengkapi dengan sayur-sayuran, seperti selada, timun, dan tomat.

Menu 7:

  • 1 sendok (centong) nasi putih.
  • Ikan panggang.
  • Terong, wortel, brokoli dipanggang atau boleh juga direbus.

Menu 8:

  • Nasi putih (1 centong nasi)
  • Tumis udang dan sayur.
  • Telur gulung.

Menu 9:

  • Nasi putih (1 centong nasi)
  • Tenggiri kukus limau.
  • Sayuran campur.

Menu 10:

  • 1 porsi nasi (1 centong nasi).
  • Sayur bayam.
  • Sayur tumis dengan potongan ayam.
  • 1 potong ikan tongkol.

Semoga panduan diet saat menyusui di atas dapat membantu Anda dalam memecahkan masalah yang sedang Anda alami. Intinya, jangan pernah mengorbankan kondisi dan kesehatan bayi Anda demi sekadar bentuk tubuh yang ideal. Jika tak perlu-perlu sekali, sebaiknya Anda tunda dahulu diet saat menyusui, setidaknya sampai si kecil telah masuk ke masa menyapih.

Bayi dan Menyusui, Hidup Sehat Read More