Perbedaan Bronkitis Akut dan Bronkitis Kronis

Penyakit bronkitis merupakan kondisi saat tabung yang membawa oksigen ke paru-paru atau disebut dengan nama bronkial mengalami peradangan. Kondisi ini pada umumnya dibagi menjadi dua jenis, bronkitis akut dan bronkitis kronis yang masing-masing memiliki penjelasan yang berbeda. Penyebab penyakit ini pun juga berbeda.

Perlunya pengetahuan mengenai perbedaan dari kedua jenis penyakit ini supaya diharapkan agar para penderita tidak salah dalam mengambil langkah antisipasi. Perbedaan mendasar dari kedua jenis penyakit bronkitis ini adalah waktu penyembuhan, tentunya hal ini sangat memengaruhi bagaimana cara pasien mencari cara penyembuhannya.

Jenis Bronkitis

  • Bronkitis Akut

Bronkitis akut merupakan jenis bronkitis yang paling umum ditemukan dan terjadi, biasanya berkembang melalui pilek atau infeksi pernapasan lain. Penyakit ini juga disebut dengan pilek dada, pada kasus yang terjadi biasanya bisa membaik dalam waktu satu minggu hingga 10 hari tanpa efek jangka panjang, meskipun batuk masih bertahan selama berminggu-minggu.

  • Bronkitis Kronis

Merupakan kondisi penyakit bronkitis yang lebih serius, keadaan ini muncul jika terjadi iritasi atau peradangan pada selaput bronkial yang berulang. Salah satu penyebab seseorang terkena peradangan ini adalah kebiasaan merokok. Seseorang yang mengalami serangan bronkitis berulang, kemungkinan besar juga mengidap bronkitis jenis yang satu ini.

Pasien yang menderita penyakit ini perlu segera mendapatkan penanganan medis karena penyakit ini merupakan salah satu kondisi yang termasuk dalam penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Sementara itu gejala yang ditimbulkan kedua jenis penyakit bronkitis ini juga berbeda, untuk yang akut biasanya bisa membaik dalam waktu satu minggu, untuk kronis bisa dalam hitungan bulan.

Penyebab Bronkitis

Bronkitis akut biasanya disebabkan karena adanya virus, jenis virus yang paling sering menyebabkan penyakit ini adalah virus yang sama ketika seseorang terkena pilek, flu dan batuk. Sementara itu, untuk bronkitis yang kronis paling umum disebabkan karena kebiasaan merokok. Selain itu, polusi udara, debu dan gas beracun yang dihirup seseorang juga memengaruhi kondisi ini.

Saluran bronkial yang terdapat di dalam kedua jenis bronkitis akan membengkak dan lebih banyak menghasilkan lendir jika tubuh tengah melawan virus atau kuman. Hal ini membuat celah udara mengalir ke saluran pernapasan sangat kecil, sehingga muncul kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan bernapas.

Pengobatan Bronkitis

Pada kebanyakan kasus, bronkitis akut bisa sembuh dengan sendirinya hanya dalam hitungan hari, jika kondisi ini diakibatkan karena serangan bakteri meskipun sangat jarang terjadi, nantinya dokter akan memberi anti biotik untuk mengatasinya. Namun, jika sudah dalam kondisi mengalami asma atau mengi, kemungkinan dokter akan memberi inhaler sebagai alat pembantu pemberi udara.

Sementara itu berikut ini terdapat beberapa pengobatan untuk bronkitis kronis yang tujuannya hanya untuk meredakan gejalanya. Pengobatan ini bisa dipilih sesuai keinginan atau juga bisa dilakukan semuanya secara rutin. Dengan adanya beberapa pengobatan ini diharapkan pasien atau si penderita bisa segera pulih.

  • Konsumsi obat-obatan, seperti antibiotik, anti radang dan bronkodilator yang fungsinya untuk membuka saluran udara si pasien.
  • Menggunakan alat pembersih lendir, fungsi dari alat ini tentunya untuk mengeluarkan lendir dengan lebih mudah.
  • Terapi oksigen, dengan melakukan terapi ini secara rutin pasien akan dapat bernapas dengan lebih baik tanpa kesulitan.
  • Mengikuti rehabilitasi paru, ini merupakan program latihan yang bisa membantu pasien bernapas lebih mudah disertai olahraga secara rutin.
Penyakit Read More

Ada Bahaya Mengintai di Balik Kesegaran Minuman Isotonik

Tergantung usia, jenis kelamin, dan aktivitas yang dijalani, rata-rata orang dewasa membutuhkan 2-3 liter air setiap harinya. Tidak sedikit juga orang yang memilih untuk mengonsumsi minuman isotonik sebagai pereda dahaga dan pengganti cairan tubuh.

Bagi atlet dengan latihan yang sangat intensif, minuman isotonik dapat sangat bermanfaat. Namun, bila aktivitas berat yang Anda lakukan masih di bawah satu jam, mengonsumsi air putih saja sudah cukup untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

Di dalam minuman isotonik terdapat elektrolit, seperti sodium dan potasium, begitu juga dengan karbohidrat dan segala turunannya, seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Rata-rata, terdapat 6-8% karbohidrat di dalam minuman isotonik.

Komponen-komponen selain air tersebut, dibutuhkan oleh tubuh untuk mengganti elektrolit yang hilang selama beraktivitas berat. Namun, perlu diingat, bahwa tidak semua orang membutuhkannya, bahkan minuman ini ternyata tidak aman bagi semua orang.

Waspada bahaya minuman isotonik

Mungkin ada kondisi tertentu di mana Anda membutuhkan minuman isotonik. Anda perlu mengetahuinya dengan baik, sebab jika berlebihan, minuman ini justru dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh.

Faktor-faktor di bawah ini dapat menjadi pertimbangan Anda.

Hanya untuk orang tertentu

Minuman isotonik bermanfaat bagi atlet yang aktivitasnya berat, namun kurang tepat dikonsumsi oleh mereka dengan aktivitas yang hanya mengeluarkan sedikit keringat. Oleh sebab itu, Anda perlu mengenali aktivitas fisik yang biasa dilakukan, termasuk durasi dan intensitasnya.

Sebagai contoh, bila aktivitas fisik Anda berupa jalan kaki dengan durasi kurang dari 1 jam, maka Anda tidak membutuhkan minuman isotonik. Latihan angkat beban juga tidak membutuhkan minuman yang mengandung elektrolit dan karbohidrat, sebab jenis olahraga ini tidak banyak menurunkan cadangan karbohidrat di dalam tubuh. Anda perlu menyesuaikan asupan cairan dengan jumlah keringat yang dikeluarkan.

Berat badan naik

Anda perlu waspada, minuman isotonik dapat meningkatkan berat badan loh. Terlebih bagi Anda yang berolahraga dengan tujuan menurunkan berat badan. Jangan sampai efek yang diperoleh justru sebaliknya karena Anda selalu konsumsi jenis minuman ini setiap selesai berolahraga.

Meski bukan makanan berat, minuman isotonik dapat menjadi sumber kalori yang menambah berat badan.

Mengandung gula dalam kadar tinggi

Seperti diketahui, konsumsi gula berlebih dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penambahan berat badan. Sementara, beberapa minuman isotonik dapat mengandung 8 sendok teh gula per 250 ml cairannya, sudah setara dengan minuman bersoda.

Memang benar, di dalam minuman isotonik terdapat komponen lain yang dibutuhkan tubuh, mineral misalnya, namun jumlah gula yang tinggi juga tidak boleh diabaikan.

Menimbulkan masalah pada gigi

Masih berhubungan dengan kadar gulanya yang tinggi, ditambah dengan kandungan sodium, yang dapat melekat pada gigi dan menyebabkan enamel gigi menjadi tipis.

Orang yang sering mengonsumsi minuman isotonik juga memiliki kecenderungan minum air putih lebih sedikit. Akibatnya, produksi air liur kurang optimal. Air liur ini dibutuhkan untuk membilas zat yang melekat pada enamel serta melindungi gigi.

Perlu diingat, minuman isotonik 30 kali lipat lebih berisiko bagi kesehatan gigi dibanding air.

Terdapat bahan pengawet di dalamnya

Beberapa orang cukup sensitif terhadap bahan pengawet. Oleh sebab itu, konsumsi minuman isotonik yang berbahan pengawet dalam jangka waktu yang panjang dapat membahayakan.

Ada penelitian yang menunjukkan, kaitan antara asupan pengawet dalam jangka panjang dengan potensi kanker.

Hidup Sehat Read More

Terlihat Mirip, Apakah Hematoma Sama dengan Memar?

Ketika kita mengalami kecelakaan atau trauma, seperti terbentur; terjatuh; atau terjepit, akan terlihat “tanda” di sekitar bagian tubuh yang mengalami kemalangan tersebut. Jika tidak berdarah, biasanya di bagian tersebut tampak tanda biru keunguan yang terasa sakit bila disentuh atau ditekan. Kita biasanya mengenal “tanda” itu dengan memar atau lebam. Namun, jangan sangka, sebab itu bisa saja merupakan hematoma.

Hematoma pernah dialami oleh siapa saja, disadari atau tidak. Hematoma, meski terlihat seperti memar atau lebam, tetapi bukanlah suatu kondisi yang bisa diabaikan. Jika memar atau lebam tak perlu penanganan yang serius, hematoma lain lagi. Sebab, bila tidak mendapat penanganan medis, hematoma bisa saja mengancam jiwa.

Sampai di sini, mungkin kita akan bertanya-tanya, sebenarnya apa sih perbedaan hematoma dengan memar atau lebam?

  • Hal yang Perlu Diktahui Terkait Hematoma

Hematoma dapat dijelaskan sebagai kondisi di mana terdapat darah yang menggumpal dan berkumpul di luar pembuluh darah. Hematoma terjadi saat salah satu pembuluh darah besar di dalam tubuh kita mengalami kerusakan.

Penyebab terjadinya sama saja, karena cedera atau trauma yang disebabkan kecelakan. Hematoma terjadi ketika kecelakaan membuat pembuluh darah pecah dan darah bocor ke jaringan di sekitarnya. Hematoma memengaruhi semua jenis pembuluh darah besar termasuk arteri, kapiler, dan vena. Selain trauma, hematoma juga bisa dipicu oleh obat- obatan tertentu, aneurisma, infeksi virus (cacar air, HIV, atau hepatitis C) dan patah tulang.

Hematoma dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, selama faktor-faktor terjadinya terpenuhi. Akan tetapi, ada jenis-jenis hematoma yang masuk ke dalam kategori berbahaya. Hematoma bisa menjadi bahaya jika terjadi di area vital atau penting, seperti jenis hematoma epidural, subdural, dan intraserebral yang memengaruhi otak dan tengkorak.

Tengkorak adalah area tertutup, apa pun yang menumpuk dalam otak pasti memengaruhi kemampuan otak untuk bekerja secara efektif. Pendarahan otak sulit dideteksi tanpa pengujian yang tepat dan perawatan medis yang diperlukan. Gejala hematoma potensial pada tengkorak dapat meliputi sakit kepala hebat, kantuk berat, kebingungan, pusing, muntah, hingga menyebabkan penderitanya melantur.

  • Memar

Memar atau lebam, sering pula disebut luka dalam, merupakan kondisi yang ditunjukkan dengan terjadinya perubahan warna di permukaan tubuh. Memar terjadi saat pembuluh darah kecil, kapilari, otot, atau jaringan di bawah kulit mengalami kerusakan. Memar biasanya muncul setelah bagian tubuh mengalami benturan atau pukulan keras.

Memar yang tergolong ringan biasanya sembuh dengan sangat cepat tanpa memengaruhi kehidupan sehari-hari. Anda mungkin hanya perlu mengompresnya dengan es untuk menghilangkan memar. Namun, memar yang parah menyebabkan kerusakan jaringan yang dalam dan menyebabkan komplikasi termasuk infeksi yang membutuhkan antibiotik dan waktu lama untuk sembuh. Meskipun begitu, memar jarang menyebabkan kerusakan pada organ dalam.

  • Perbedaan Hematoma dengan Memar

Lantas apa perbedaan hematoma dengan memar? Salah satu perbedaan yang paling mencolok di antara keduanya adalah jaringan atau pembuluh darah yang mengalami kerusakan. Hematoma terjadi karena kerusakan pembuluh darah besar, sementara memar terjadi karena keruskana pembuluh darah kecil.

Selain itu, perbedaan keduanya dapat dipetakan seperti di bawah ini:

  • Memar seringnya terjadi di bawah permukaan kulit sehingga bisa terlihat. Hematoma seringnya terjadi di dalam tubuh sehingga tak memunculkan tanda-tanda di kulit.
  • Memar biasanya hanya menyebabkan permukaan kulit berwarna kebiruan atau kehitaman, dan terasa nyeri saat disentuh. Sedangkan hematoma seringnya tidak terlihat dari luar, tapi bila terjadi dekat dengan permukaan kulit akan menimbulkan benjolan kemerahan berisi cairan.
  • Memar akan sembuh sendiri dalam 1-2 minggu atau dipercepat dengan penggunakan salep obat memar seperti Thromboflash. Hematoma ringan biasanya juga bisa diatasi dengan cara yang sama, tapi hematoma internal yang terjadi di dalam tubuh, atau hematoma yang parah, sering kali memerlukan operasi untuk mengeluarkan genangan darah dari jaringan tubuh.

Setelah mengetahui perbedaan antara hematoma dengan memar biasa, diharapkan Anda bisa dapat memetakan masalah yang terjadi setelah mengalami cedera atau kecelakaan. Dengan demikian, Anda bisa membedakan mana kondisi yang sekiranya perlu penanganan lebih lanjut dan mana yang hanya butuh perawatan sederhana di rumah.

Penyakit Read More

Mengenal Aortogram Abdominalis

Secara umum aortogram merupakan tindakan medis untuk memetakan atau mendapatkan gambaran mengenai aorta atau batang nadi pasien. Akan tetapi kondisi di lapangan memungkinkan prosedur ini untuk mengalami perkembangan.

Salah satu pengembangan itu adalah aortogram abdominalis. Secara garis besar tindakan ini sama seperti aortogram biasa. Bedanya, tindakan ini dilakukan untuk menemukan masalah-masalah di bagian abdomen atau dalam istilah umum dikenal dengan rongga perut.

Prosedur aortogram abdominalis memungkinkan tenaga medis medeteksi pembuluh darah yang bermasalah, di mana mereka menyempit atau menutup karena plak. Penyakit yang disebabkan oleh kondisi tersebut disebut penyakit arteri peripheral atau PAD (Pheripheral Artery Disease). Aortogram abdominalis ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi aneurisma perut.

Siapa yang Memerlukan Aortogram Abdominalis?

  • Mereka yang mengalami nyeri di kaki saat berjalan lantaran mengalami penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah. Timbunan lemak yang menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah  yang bersangkutan sehingga mengurangi aliran darah dan dalam beberapa kasus, menghalangi sepenuhnya.
  • Mereka yang memiliki aneurisma perut sebelum melakukan tindakan operasi.

Selain itu, pasien-pasien dengan gejala lain yang berkaitan dengan masalah pembuluh darah. Dokter tahu pasti seseorang yang membutuhkan prosedur tersebut.

Bagaimana Prosedur Aortogram Abdominalis Dilakukan?

Prosedur ini dimulai dengan pemasangan tabung plastik fleksibel yang sempit oleh dokter. Tabung sempit tersebut yang dinamakan kateter. Kateter itu dipasang melalui arteri yang diduga mengalami penyempitan atau penyumbatan.

Kemudian kateter tersebut akan dihubungkan ke pompa yang menyuntikkan pewarna sinar-X. Setelah gambar X-ray menunjukkan di mana penyumbatan berada, dokter yang menangani Anda akan dapat memutuskan cara terbaik untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat, , seperti dengan balon kecil pada kateter. Prosedur itu dimaksudkan untuk menekan plak agar membuka arteri.

Hal itu dilakukan guna menghentikan rasa sakit dan mengurangi risiko pembekuan darah. Anda mungkin memerlukan stent di dalam arteri di kaki Anda agar tetap terbuka.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Proses Aortogram Abdominalis

Sebelum prosedur:

  • Anda tidak boleh makan atau minum apa pun setelah tengah malam malam, kecuali untuk obat-obatan pribadi. Dokter atau perawat Anda akan memberi tahu jika harus berhenti minum obat apa pun sebelum menjalani prosedur.
  • Membawa daftar semua obat Anda ke rumah sakit.
  • Tolong beri tahu dokter jika diperkirakan atau tengah hamil.
  • Seorang perawat akan menempatkan infus di tangan atau lengan Anda untuk mengalirkan cairan dan obat-obatan.
  • Dokter akan menjawab pertanyaan dan meminta untuk menandatangani formulir persetujuan.

Selama prosedur:

  • Anda akan berbaring di meja x-ray dengan berbagai mesin di sekitar. Anda akan menggunakan tensimeter di lengan, klip di jari untuk memastikan Anda mendapatkan oksigen yang cukup, dan kabel di kaki dan lengan untuk memeriksa detak jantung Anda.
  • Perawat akan memberi obat penghilang rasa sakit dan obat penenang yang akan membuat rileks, sebelum prosedur. Perawat akan memberi Anda lebih banyak obat jika diperlukan. Anda akan merasa santai, tetapi Anda akan terjaga sehingga Anda dapat mengikuti instruksi.
  • Area tempat dokter akan bekerja akan dibersihkan dan dicukur. Anda akan ditutupi oleh tirai steril dari bahu hingga ke kaki Anda.
  • Dokter akan membuat mati rasa area di pangkal paha atau lengan dan memasukkan tabung kecil fleksibel yang disebut kateter.
  • Ahli radiologi akan mengarahkan tabung ke arteri besar di perut Anda dan menyuntikkan pewarna sinar-X. Pewarna dapat menyebabkan rasa terbakar di kaki Anda, tetapi akan hilang dalam 20 hingga 30 detik. Penting untuk tetap diam selama proses tersebut. Anda tidak akan merasakan tabung bergerak di dalam arteri Anda.
  • Teknolog akan memberitahu Anda untuk menahan napas dan tetap diam selama gambar (sekitar 10 detik untuk setiap gambar).

Setelah prosedur aortogram perut:

  • Ahli radiologi atau perawat akan melepas kateter dan mencegah perdarahan. Jika kateter berada di pangkal paha, Anda harus berbaring tanpa mengangkat kaki selama sekitar empat jam.
  • Kepala tempat tidur mungkin sedikit miring untuk membantu Anda beristirahat. Anda akan dapat menekuk kaki yang lain untuk mengurangi tekanan di punggung Anda, atau perawat dapat menggulingkan Anda. Jika Anda mengalami sakit punggung, dokter dapat memberi Anda obat untuk membantu Anda merasa lebih baik. Perawat akan memenuhi keluhan dan kebutuhan Anda.
  • Panggil perawat jika Anda merasakan ketidaknyamanan di dada, sakit punggung, atau kebasahan di area tempat kateter berada.
  • Perawat Anda akan memeriksa tekanan darah, detak jantung, irama jantung, dan denyut nadi di daerah dekat pemasangan kateter.
  • Anda akan menerima cairan IV untuk menyiram pewarna dari sistem pencernaan Anda.
  • Anda dapat makan satu jam setelah prosedur jika tidak punya masalah minum cairan.
  • Jika Anda perlu batuk atau bersin, berikan tekanan pada bagian kateter terlebih dahulu untuk melindunginya.
  • Jika Anda adalah pasien rawat jalan, Anda dapat pergi setelah 5 jam. Anda akan membutuhkan seseorang untuk mengantar Anda pulang.

Nah itulah beberapa hal penting yang dapat diketahui tentang tindakan medis aortogram abdominalis. Komunikasikan dengan ahli medis terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut yang mungkin tidak disebutkan di artikel ini.

Penyakit Read More

Inilah Cara Deteksi Gangguan Tiroid dengan Mandiri

Salah satu dampak yang ditimbulkan ketika mengalami kelainan dari kelenjar tiroid adalah adanya perubahan metabolisme dalam tubuh. Tak jarang seseorang melakukan pemeriksaan tiroid, hal ini dilakukan sebagai respons terkait pertanyaan besar apakah gangguan tiroid ini bisa disembuhkan atau tidak.

Seseorang bisa disebut menderita gangguan tiroid jika kelenjar tiroid yang terdapat di leher tidak bekerja sebagaimana fungsi yang dimiliki. Padahal munculnya gangguan ini disebabkan karena kondisi yang tidak membahayakan, seperti salah satunya adanya pembengkakan kelenjar atau juga keadaan yang mengancam nyawa seperti munculnya kanker kelenjar getah bening.

Pemeriksaan Tiroid Mandiri

Gangguan tiroid termasuk merupakan kondisi darurat yang memerlukan diagnosis dan pengobatan dengan segera. Hal ini dilakukan dengan tujuan dapat mencegah kondisi yang tidak diharapkan, diawali dengan pemeriksaan fisik dengan mencurigai tanda gangguan ini. Jika benar diketahui, maka dokter akan melakukan pengobatan tanpa menunggu pemeriksaan laboratorium.

Sangat penting untuk bisa melakukan deteksi diri, salah satunya menggunakan cara sederhana seperti yang dijelaskan oleh pendiri sekaligus Ketua Pita Tosca, komunitas pejuang tiroid Indonesia, Astriani Dwi Aryaningtyas. Pemeriksaan sedini mungkin penting untuk dilakukan dan ditekankan oleh banyak orang.

Karenanya seseorang tidak dapat selalu bisa mengandalkan peralatan medis dan dokter dalam mendiagnosa gangguan ini. Terdapat beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan secara mandiri untuk mengecek dan mendeteksi gangguan tirod, cara ini bisa dilakukan seseorang ketika berada di rumah atau di mana pun itu, berikut ini langkah-langkahnya.

  • Berdiri di depan cermin kaca, kemudian arahkan pandangan ke atas agar bagian leher terlihat dengan cukup jelas.
  • Kemudian lakukan gerakan menelan, ketika melakukan gerakan ini usahakan untuk memperhatikan bagian bawah jakun.
  • Setelah itu, kembali lakukan gerakan menelan, tak hanya diperhatikan tetapi juga sambil meraba bagian bawah jakun.
  • Ketika dan yang mencurigakan ketika memperhatikan bagian bawah jakun, seperti muncul atau teraa benjolan, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Ketika melakukan pemeriksaan tiroid ke dokter dan ternyata memang terdapat gangguan pada tiroid, maka pada umumnya dokter akan memberikan beberapa jenis pengobatan. Hal ini tergantung pada kondisi pasien ketika melakukan pemeriksaan, selain itu terdapat beberapa jenis penyakit tiroid dengan penyebab yang berbeda.

  • Hipotiroidisme

Merupakan gangguan tiroid yang bisa diobati dengan melakukan konsumsi pada obat bernama levothyroxine. Fungsi dari obat ini adalah menggantikan hormon tiroid yang hilang karena disebabkan produksi di kelenjar tiroid yang tidak cukup. Penggunaan obat ini dalam pengawasan ketat dokter, mulai dari dosis hingga waktu konsumsi.

Seseorang harus mengikuti anjuran dokter dalam konsumsi obat ini, jika tidak mengikuti panduan tersebut satu hal yang bukan tidak mungkin dirasakan penderita adalah kelenjar tiroid tidak berfungsi secara normal.

  • Hipertiroidisme

Berbanding terbalik dengan jenis gangguan tiroid di atas, Hipertiroidisme lebih sulit untuk diobati, dokter akan ditantang untuk membuar normal kembali produksi hormon tiroid yang muncul berlebih secara langsung di kelenjar tiroid tersebut.

Pengobatan yang dilakukan juga meliputi beberapa konsumsi jenis obat, seperti misalnya obat antitiroid guna mencegah produksi hormin di kelenjar tiroid, kemudian kapsul iodium radioaktif yang berfungsi memecah tiroid dalam darah, hingga melakukan operasi.

Konsumsi kapsul iodium menjadi pengobatan yang paling banyak digunakan atau paling populer dalam pengobatan gangguan tiroid jenis ini. Hal ini tak lepas dari fungsi kapsul yang dengan cepat membuat normal fungsi dari kelenjar tiroid.

Penyakit Read More