Cara Membuat Lipstik di Rumah yang Aman! Coba Yuk!

Lipstik merupakan salah satu kosmetik yang hampir dimiliki oleh semua wanita. Bahkan, bukan tidak mungkin seorang wanita memiliki lebih dari tiga buah dengan beraneka warna lipstik. Namun, pernahkah Anda berpikir untuk membuat lipstik sendiri di rumah? 

Ternyata membuat sendiri lipstik yang akan Anda gunakan tidak terlalu sulit. Selain itu, bahan yang akan digunakan pun aman serta bebas pengawet. Berikut beberapa cara membuat lipstik di rumah menggunakan bahan yang aman tanpa rasa takut akan merusak bibir Anda. 

Cara membuat lipstik

Membuat lipstik sendiri dapat menghindari Anda dari berbagai bahan kimia berbahaya yang dapat merusak bibir. Dengan membuat sendiri, lipstik dapat disesuaikan dengan preferensi Anda dalam hal tekstur, warna, dan bahan. 

  1. Menggunakan bubuk buah bit

Siapkan bahan-bahannya:

  • 1 sendok makan lilin lebah
  • 1 sendok makan shea butter
  • Bubuk buah bit
  • Mentega secukupnya

Caranya:

  • Lelehkan lilin lebah dengan mentega. Campur semua isinya dalam wadah tahan panas
  • Panaskan dan aduk. Gunakan kompor untuk memanaskan dengan api kecil, lalu aduk hingga meleleh
  • Setelah semua tercampur, periksa apakah masih ada yang menggumpal atau tidak
  • Masukkan campuran tersebut ke dalam wadah penyimpanan. Anda dapat menggunakan wadah lip balm atau wadah bekas lipstik Anda yang telah habis
  • Dinginkan selama 1 jam. Biarkan campuran mendingin di lemari es selama satu jam sebelum digunakan
  1. Lipstik dengan petroleum dan eye shadow

Bahan yang disiapkan:

  • Eye shadow 
  • Alat untuk mengaduk
  • 1 sendok teh petroleum jelly
  • Wadah kosong

Cara membuat:

  • Kikis eye shadow di atas selembar kertas secara perlahan
  • Setelah terkikis, taruh eye shadow di dalam wadah mangkuk kaca dan tambahkan satu sendok the petroleum jelly, lalu aduk hingga tercampur semua. Tambahkan lebih banyak pigmen tergantung pada warna yang diingginkan
  • Setelah tercampur, pindahkan ke wadah yang telah disiapkan

Bahan lipstik

Cara membuat lipstik di rumah pastinya menggunakan bahan-bahan alami yang aman untuk bibir Anda. Dan, berikut beberapa bahan lipstik yang bisa Anda gunakan di rumah secara alami. 

  • Pewarna makanan. Pewarna makanan dapat Anda gunakan untuk membuat warna lipstik yang Anda inginkan. Bahan ini sangat aman untuk digunakan dalam membuat lipstik, pun jika tertelan tidak akan menimbulkan efek samping yang membahayakan tubuh Anda. 
  • Sumber alami. Saat menggunakan buah dan sayuran alami, Anda harus menghaluskan kulit dan daging buahnya untuk kemudian di saring supaya menjadi lebih halus. Serbuk atau bedak apapun harus sehalus mungkin, jangan sampai memberikan tekstur yang kasar saat digunakan. Gunakan penggiling kopi atau blender untuk menghaluskan bahan-bahan tersebut. 

Beberapa warna yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan warna lipstik, misalnya:

  • Warna merah menggunakan buah stroberi, raspberry, cranberry, kismis merah, buah bit, kubis merah, delima, ceri atau wortel ungu. 
  • Merah muda atau pink, bisa menggunakan buah naga, kubis merah, ubi jalar ungu, jus bit, dan lobak merah.
  • Ungu, dapat menggunakan blackberry, blueberry, plum, anggur, dan campuran pilihan untuk warna merah atau pink.
  • Cokelat/tan, dapat menggunakan biji cokelat, bubuk cokelat, teh dingin, kopi, kayu manis, dan kunyit. 

Nah, untuk mendapatkan hasil terbaik untuk lipstik buatan Anda, belilah atau gunakan bahan-bahan yang berkualitas tinggi. Anda dapat mengkreasikan cara membuat lipstik di rumah sesuai dengan warna dan menggunakan bahan yang sangat aman untuk bibir. Bereksperimenlah dengan bahan dan warna yang berbeda-beda untuk merasakan lipstik mana yang paling Anda sukai. Selamat mencoba!

Uncategorized Read More

5 Penyebab Bentol Berair pada Kulit Bayi dan Cara Mengobatinya

5 Penyebab Bentol Berair pada Kulit Bayi dan Cara Mengobatinya

Kulit bayi yang sensitif memang rentan muncul masalah, seperti misalnya bentol berair. Kondisi ini sebenarnya bisa disebabkan oleh berbagai hal, bisa karena infeksi bakteri, virus, hingga masalah kulit lainnya. 

Untuk mengobatinya, Ibu perlu tahu apa penyebab munculnya bentol berair di kulit bayi. Kondisi ini tentu saja menimbulkan gejala-gejala seperti gatal dan sebagainya, yang tentu saja membuat si kecil tidak merasa nyaman.

Penyebab Bentol Berair di Kulit Bayi 

Bentol atau bintik berair ini umumnya disebabkan oleh gesekan, sehingga membuat kulit bayi lecet hingga melepuh. Jika disebabkan oleh gesekan, normalnya akan sembuh sendiri tanpa perlu adanya pengobatan. Bentol berair pun tidak akan menimbulkan bekas di kulit. 

Hanya saja, Ibu perlu ingat bahwa tidak semua bintil atau bentol ini disebabkan oleh adanya gesekan. Ada juga disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. 

Berikut beberapa penyebab munculnya bentol ataupun bintik berair pada kulit bayi.

  1. Cacar Air 

Cacar bayi juga bisa menyerang atau menulari bayi. Penyebabnya adalah virus varicella zoster yang membuat tubuh ditumbuhi cacar air mulai dari badan, kaki, tangan, hingga kepala. Adapun gejala yang muncul jika bayi tertular cacar air adalah:

  • Bayi menjadi rewel
  • Disertai demam
  • Bayi menjadi lemas
  • Batu-batu
  • Bayi tidak mau makan 
  • Membengkaknya kelenjar getah bening

Untuk kondisi ini, ada beberapa cara untuk mengobatinya, yaitu:

  • Mandikan bayi dengan air hangat serta campuran bahan pereda gatal khusus yang sudah diresepkan dokter
  • Jika bayi demam, bisa berikan paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan nyeri badan dan demam pada bayi, sehingga bayi bisa merasa sedikit lebih nyaman
  • Oleskan bentol-bentol yang sudah pecah dengan losion calamine
  1. Eksim

Eksim juga bisa menyebabkan munculnya bentol berair di kulit bayi. Eksim atau dermatitis atopik merupakan masalah kulit yang umum terjadi pada bayi. Meskipun penyebab eksim ini belum diketahui secara pasti, namun diyakini kondisi ini dipicu oleh paparan zat-zat yang ada di lingkungan yang dapat mengiritasi kulit. Selain itu ada juga akibat faktor keturunan atau genetik.

Eksim tidak hanya berupa muncul bentol berair saja, tetapi juga bisa menyebabkan kulit menebal, membengkak, bersisik, kemerahan, hingga terasa sangat gatal. 

Eksim tidak bisa diobati, namun gejala bisa dikurangi atau dihilangkan. Biasanya dokter akan memberikan pengobatan seperti:

  • Memberikan salep kortikosteroid agar keparahan akibat eksim bisa dikurangi
  • Memberikan resep antibiotik untuk mengurangi infeksi pada luka eksim
  • Memberikan obat antihistamin yang berguna untuk meredakan rasa gatal sehingga anak bisa merasa lebih nyaman 

Selain pengobatan dokter di atas, Anda bisa mempercepat penyembuhannya dengan memandingan anak menggunakan air hangat tanpa sabun. Kemudian berikan bayi pelembap kulit agar kulitnya tidak kering, serta mencegah anak agar kulitnya tidak digaruk. 

  1. Impetigo

Impetigo juga bisa menyebabkan munculnya bentol berair di kulit si kecil. Impetigo ini disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus dan Streptococcus. Awalnya impetigo menyebabkan muncul bentol berair di kulit. Kemudian, jika pecah akan menjadi luka dan membentuk ko]eropeng dan berkerak. 

Bentol berair akibat impetigo ini memang sangat gatal, tapi tidak boleh digaruk. Sebab, jika pecah akan menyebar ke kulit tubuh lain dan memperburuk kondisinya.

Impetigo bisa diobati dengan antibiotik yang diresepkan dokter untuk diminum. Namun, jika impetigo masih sedikit dan tidak luas, biasanya hanya akan diberikan salep antibiotik. 

Bayi yang terkena impetigo sebaiknya dimandikan dengan air hangat selama proses penyembuhannya. Gunakan juga sabun antibakteri agar kondisi kulit bayi cepat membaik. Kondisi ini bisa membaik dalam waktu satu minggu jika pengobatan yang diberikan tepat.

  1. Flu SIngapura

Flu SIngapura ini merupakan penyakit akibat virus Coxsackie A16. Salah satu gejalanya adalah munculnya bentol berair di kulit bayi. Sedangkan gejala lainnya bisa berupa:

  • Bayi mengalami demam selama 3-4 hari dengan suhu 37,8-38,9 derajat Celsius.
  • Bayi mengalami sariawan di rongga mulut
  • Bentol berair di telapak tangan, kaki, dan juga di sela-sela jari
  • Pada beberapa kasus, muncul juga bentol berair kemerahan di pantat bayi.

Flu Singapura ini bisa diobati dengan memberikan bayi cairan yang cukup. Sebab, bayi akan susah makan dan minum akibat adanya sariawan di rongga mulutnya. Solusinya, Anda bisa memberikan bayi asupan cairan dengan dengan cara disuapkan dengan sendok atau diberikan dengan gelas. 

Langkah selanjutnya, bawalah bayi Anda ke dokter agar diberikan perawatan yang tepat guna mempercepat proses penyembuhannya.

Jika di rumah saja, bisa memberikan penanganan berupa:

  • Ganti makanan anak dengan makanan yang halus (jika sudah mengkonsumsi makanan semi padat)
  • Hindari memberi di kecil dengan makanan yang berasa asam atau pedas
  • Jika bayi sudah bisa mengkonsumsi es, bisa juga berikan minuman dingin atau es untuk membantu meredakan nyeri di rongga mulutnya
  • Berikan si kecil obat penurun panas seperti paracetamol atau ibuprofen jika demamnya cukup tinggi.
  1. Ruam Popok

Ruam popok adalah masalah yang sangat umum terjadi akibat gesekan popok dan kulit. Bisa juga karena kulit bayi sensitif dengan bahan popoknya, kotoran bayi yang menumpuk di popok dan tidak diganti segera, hingga infeksi jamur. 

Biasanya akan timbul kemerahan di kulit bayi. Jika sudah parah, maka yang muncul bisa berupa bentol berair yang disertai luka dan terasa nyeri.

Ruam popok bisa diobati dengan langkah-langkah seperti:

  • Tidak menggunakan tisu basah yang mengandung pewangi dan alkohol untuk membersihkan area genital bayi agar tidak iritasi
  • Jika tidak benar-benar perlu, hindari penggunaan popok
  • Bersihkan area kulit yang tertutup popok dengan air hangat
  • Saat mengganti popok, oleskan salep di area ruam
  • Pastikan agar kulit yang ditutupi popok selalu bersih dan kering
Penyakit Read More

Asma Kambuh? Begini Mengatasinya Tanpa Obat Asma Semprot

Asma Kambuh? Begini Mengatasinya Tanpa Obat Asma Semprot

Jika Anda menderita asma, Anda pasti sering membawa obat asma semprot setiap kali bepergian. Obat ini menjadi obat utama yang digunakan untuk mengantisipasi apabila penyakit asma kambuh.

Tapi, bagaimana jika gejala asma kambuh ketika Anda sedang tidak membawa obat semprot? Mungkin situasi ini sangat mengkhawatirkan, tapi Anda tetap bisa mengakalinya dengan melakukan berbagai langkah sederhana. 

Mengatasi asma yang kambuh tanpa obat asma semprot

Biasanya, penderita asma selalu membawa obat asma semprot kemana pun mereka pergi. Tapi, jika gejala asma Anda kambuh dan Anda lupa membawa obat semprot, segera lakukan langkah-langkah berikut ini: 

  • Duduk tegak

Begitu gejala muncul, ingatlah untuk memposisikan tubuh Anda untuk duduk tegak. Hal ini memungkinkan saluran pernapasan Anda tetap terbuka, sehingga udara tetap dapat masuk dengan lancar.

Hindari berbaring ketika Anda mengalami serangan asma. Berbaring hanya akan memperburuk gejala dan menghambat saluran pernapasan Anda.

  • Jangan panik

Beberapa orang langsung diserang oleh rasa panik ketika gejala asma kambuh. Padahal, hal ini justru harus dihindari. 

Langkah pertama, carilah bantuan dari orang di sekitar Anda. Sambil menunggu datangnya bantuan medis, tenangkan diri Anda dengan melakukan hal-hal yang bisa membuat Anda rileks.

Jika serangan terjadi di rumah, cobalah untuk menyalakan TV agar Anda bisa mengalihkan sedikit fokus ke tayangan di TV. Atau, Anda juga bisa memutar musik yang bisa menenangkan Anda. 

  • Stabilkan pernapasan

Saat serangan asma datang, cobalah untuk menstabilkan pernapasan Anda. Hal ini mungkin sulit untuk dilakukan bila Anda terbiasa mengatasi asma dengan obat asma semprot.

Tapi, Anda tidak perlu khawatir. Menstabilkan pernapasan bisa dilakukan dengan latihan pernapasan, seperti teknik pernapasan yoga yang menggunakan pernapasan dari dalam dan postur tubuh.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan teknik pernapasan Buteyko yang melibatkan pernapasan melalui hidung, bukan mulut. Ada juga metode Papworth berupa pernapasan dengan hidung dan diafragma.

Tidak hanya mengatasi gejala yang kambuh, latihan pernapasan juga bisa meringankan gejala asma secara keseluruhan. 

  • Menjauhkan diri dari faktor pemicu

Biasanya, gejala asma bisa kambuh karena adanya paparan dari faktor pemicu. Adanya faktor pemicu tidak hanya akan menimbulkan serangan asma, tetapi juga memperparah gejala.

Karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui apa faktor pemicu gejala asma dan bagaimana cara menghindarinya. Sebagai contoh, beberapa penderita asma sering merasakan gejala ketika berada dekat dengan asap rokok. Maka, mereka akan menghindari asap rokok yang menjadi pemicu gejala.

Anda juga perlu mengetahui apa faktor pemicu asma yang diderita. Beberapa faktor pemicu yang biasanya dialami oleh penderita asma meliputi stres, olahraga, flu, menghirup udara dingin, dan alergen.

Mencegah kemunculan gejala asma

Membawa obat asma semprot setiap saat sebenarnya merupakan langkah antisipasi yang tepat apabila Anda menderita asma. Akan tetapi, selain langkah antisipasi, Anda juga bisa mencoba untuk mencegah kemunculan gejala.

Salah satunya adalah dengan melakukan olahraga yang aman bagi penderita asma, seperti berenang, berjalan kaki, atau bersepeda. Olahraga bisa menguatkan otot Anda serta mengurangi kemungkinan penyakit jantung.

Selain itu, Anda juga perlu mengurangi stres. Salah satu caranya dengan melakukan interaksi sosial yang positif bersama orang lain. 

Bila Anda bisa mengendalikan kondisi asma dengan berbagai upaya pencegahan, Anda tidak perlu lagi bergantung pada obat asma semprot untuk mengatasi kemunculan gejala.

Penyakit Read More

Lakukan Ini Ketika Anak Mengalami Demam Skarlatina

Demam skarlatina adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh Streptococcus grup A atau strep grup A. Sebenarnya siapa saja berpotensi terkena demam skarlatina, tetapi paling umum terjadi pada anak-anak usia 5 hingga 15 tahun. 

Anak-anak yang terserang penyakit ini biasanya akan mulai mengalami demam dan sakit tenggorokan. Kemudian mereka akan merasakan sakit kepala, muntah, hingga sakit perut. 

Sebagai orang tua, Anda bisa mulai mendeteksi kondisi ini jika lidah anak mulai berwarna merah dan bergelombang. Setelah itu mulai muncul ruam seperti tekstur amplas di batang atas dan leher, yang nantinya akan menyebar ke anggota tubuh. 

Ruam biasanya lebih menonjol di area ketiak, siku, dan selangkangan. Gejala ini biasanya akan mereda setelah satu minggu dan diikuti oleh kulit yang mengelupas di area ujung jari, jari kaki, dan juga selangkangan.

Jika kondisi dan situasi ini mulai muncul, jangan panik. Beberapa tindakan di bawah ini mungkin bisa menjadi upaya yang penting bagi kesehatan anak Anda:

Perbanyak air putih. Saat anak menunjukkan gejala demam skarlatina, pastikan ia mengonsumsi cukup banyak air putih. Asupan cairan sangat penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan tenggorokan tetap lembap. Hal ini bisa membantu mengatasi rasa tidak nyaman di tenggorokan karena penyakit ini. 

Jauhkan pemicu iritasi. Saat sang anak mengalami gejala demam skarlatina, sebisa mungkin jauhkan pemicu iritasi yang bisa memperburuk kondisi. Dalam hal ini, pastikan anak tidak terpapar asap rokok atau produk pembersih selama mengidap demam scarlet. 

Mandikan anak Anda dengan air garam. Setengah cangkir garam inggris, satu setengah cangkir madu, dan tiga cangkir cuka bisa membantu meredakan gejala yang dialami. Penuhi bak mandi dengan air hangat dan larutan campuran tadi, kemudian biarkan anak berendam dalam bak tersebut. Berendam selama kurang lebih 20 menit dalam kombinasi bahan-bahan tadi akan membantu meredakan gatal-gatal akibat ruam.

Gunakan lotion. Selain rasa tidak nyaman di tenggorokan, gejala demam skarlatina juga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman di kulit. Demam skarlatina bisa menyebabkan rasa gatal karena ruam yang muncul di kulit. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengoleskan losion di permukaan kulit anak atau pada bagian yang terasa gatal. 

Anda dapat mengoleskan minyak biji anggur atau minyak zaitun ke kulit anak Anda, terus gosokkan minyak tersebut pada kulit hingga terserap seluruhnya. Kedua minyak ini akan membantu meredakan ruam dan membuatnya hilang kebih cepat.

Gunakan pelembap udara. Udara yang lembap dan nyaman bisa membantu anak melawan rasa tidak nyaman akibat demam skarlatina. Menggunakan pelembap udara juga bisa membantu menghilangkan udara kering yang bisa memicu radang tenggorokan. 

Minum obat. Salah satu jenis obat yang bisa dikonsumsi untuk mengatasi demam skarlatina adalah paracetamol. Penggunaan obat ini bertujuan untuk meredakan demam dan sakit kepala. 

Banyak beristirahat. Setelah mengonsumsi obat biasanya anak akan merasa lelah atau lemas. Ini terjadi lantaran efek dari obat-obatan tersebut. Beristirahatlah dan biarkan tubuh Anda melawan penyakit dengan bantuan antibiotik.

Itulah beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak mengatasi demam skarlatina yang tengah menyerang tubuhnya. Beberapa tindakan di atas mungkin efektif bagi sebagian anak. Namun, jika Anda sudah mengupayakan seluruhya, tetapi gejalanya tak kunjung mereda, segeralah bawa anak Anda ke fasilitas kesehatan untuk mendapat pertolongan lebih lanjut.

Penyakit Read More

Mata Sering Berkedip, Berbahaya Atau Tidak?

Secara normal, mata manusia akan berkedip setiap hari sebagai bagian dari refleks tubuh. Hal tersebut merupakan upaya guna melindungi mata dari cahaya yang terlalu terang, benda asing yang masuk ke mata, serta kekeringan pada mata. Frekuensi mata berkedip berbeda sesuai tingkatan usianya. Untuk anak-anak, mata berkedip sebanyak dua kali dalam semenit dan bertambah menjadi 17 kali dalam semenit ketika remaja. Hingga tua, jumlah kedipan mata permenit rata-rata adalah 17 kali saja. Akan tetapi, seseorang dapat mengalami mata sering berkedip tiba-tiba. Berbahayakah? Berikut penjelasan lengkapnya.

Penyebab mata sering berkedip

Ketika mata sering berkedip, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Terdapat beberapa penyebab mata sering berkedip yang umumnya dikarenakan oleh aktivitas keseharian Anda. Hal itu tidak berbahaya selama Anda memahami penyebab mata sering berkedip serta cara menanganinya. Berikut beberapa penyebab mata sering berkedip.

  1. Mata merasa lelah

Penyebab mata sering berkedip yang paling umum adalah karena kelelahan. Mata lelah atau eye strain adalah kondisi kelelahan pada kedua mata akibat dipaksa fokus pada waktu lama untuk memandang hanya ke satu arah saja. Biasanya mata lelah ini terjadi ketika Anda terlalu lama memandang layar laptop atau ponsel. Selain itu, membaca buku juga dapat menimbulkan terjadinya mata lelah. Jika mata mulai berkedut saat Anda beraktivitas dengan gadget, berhentilah sejenak. Hindari menatap layar gadget selama 10 menit agar mata sering berkedip berkurang intensitasnya karena mendapat sedikit istirahat.

  • Kedutan atau blepharospm

Penyebab lain mata sering berkedip adalah kedutan. Disebut juga sebagai blepharospm, kedutan adalah kondisi pada kelopak mata yang mengalami keng berulang dengan sendirinya. Kedutan sering terjadi pada bagian kelopa mata atas namun bisa juga terjadi pada kelopak bawah.

  • Terjadi iritasi pada mata

Iritasi juga dapat menyebabkan mata menjadi sering berkedip. Iritasi biasanya terjadi karena adanya zat iritan atau benda asing masuk ke mata seperti debu, asap, serbuk sari, polusi, dan lain sebagainya. Selain itu, kondisi mata kering dan mata merah (konjungtivitis) juga dapat menimbulkan iritasi pada mata. Anda dapat meredakan iritasi mata dengan menggunakan obat tetes mata, mengompres mata dengan air hangat, dan minum obat antihistamin. Ketika iritasi mereda, maka mata pun tidak akan berkedip terlalu sering.

  • Kondisi mental tertentu

Penyebab mata sering berkedip berupa adanya kondisi mental tertentu tidak sebanyak mata lelah. Akan tetapi, sangat mungkin jika mata sering berkedip yang Anda alami disebabkan oleh rasa stres, cemas, dan kelelahan. Mata sering berkedip karena kondisi mental seperti yang telah disebutkan, biasanya akan hilang dengan sendirinya ketika tubuh telah bugar kembali.

Mengatasi mata sering berkedip

Kondisi mata sering berkedip dapat diatasi dengan beberapa cara. Tentunya untuk mengatasi mata sering berkedip, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu penyebabnya. Jika caranya sudah tepat namun mata masih berkedip, bisa jadi terdapat penyakit lain yang menyertai.

  1. Mengurangi kebiasaan merokok sehingga kesehatan lebih terjaga.
  2. Istirahat dengan cukup. Anda perlu tidur yang teratur dan berkualitas untuk mengurangi mata sering berkedip akibat kelelahan.
  3. Iritasi pada mata yang disebabkan oleh debu atau silau dapat diatasi dengan obat tetes mata.
  4. Kedutan bisa diatasi dengan mengompres mata menggunakan air hangat.
  5. Menatap layar laptop dan ponsel terlalu lama juga menyebabkan mata lelah. Usahakan Anda membatasi hal tersebut agar mata sering berkedip akibat lelah berkurang.
  6. Kurangi kafein dan alkohol sehingga kondisi mental yang buruk tidak semakin parah.

Apabila muncul gejala medis lain yang menyertai mata sering berkedip, Anda perlu segera ke dokter untuk melakukan pengecekan. Gejala yang umumnya menyertai mata sering berkedip seperti munculnya kejang pada area wajah dan leher. Hal tersebut dikarenakan bahwa adanya kemungkinan Anda mengalami penyakit sindrom saraf seperti penyakit Wilson, sindrom Tourette, dan multiple sclerosis.

Penyakit Read More

Konsumsi Pisang untuk Diare Segera Sembuh, Fakta atau Mitos?

Pisang untuk diare, apakah ini fakta atau hanya sekadar mitos, ya? Kenapa sih dianjurkan makan pisang ketika sedang diare? Ternyata ini benar adanya! Sebab, rutin makan pisang bisa membantu mempercepat proses pemulihan diare.

pisang untuk diare

Diare adalah masalah pada pencernaan yang membuat seseorang lebih sering buang air besar. Saat kondisi tubuh seperti ini, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya serat padat tapi mudah dicerna. Agar feses jadi lebih padat.

Manfaat Pisang untuk Diare

Pernah mendengar istilah makan BRAT? Pisang termasuk dalam diet BRAT yang disarankan untuk penderita diare. Perlu diketahui bahwa BRAT adalah singkatan dari banana, rice, applesauce, dan toast.

Sumber kalori utama dalam pola makan BRAT ini bersumber dari nasi dan roti. Keduanya merupakan karbohidrat sederhana tapi mudah dicerna dan menghasilkan energi. Sedangkan pisang dan apel bermanfaat untuk mengatasi diare karena bisa mengembalikan mineral tubuh, khususnya kalium yang hilang saat diare. Terlebih teksturnya yang lembek, sehingga pisang untuk diare sangat baik dikonsumsi.

Berikut manfaat pisang untuk diare yang perlu Anda tahu.

  1. Mengandung Serat Larut Air

Salah satu alasan pisang menjadi makanan yang baik dikonsumsi ketika diare adalah karena adanya kandungan pektin atau serat larut air di dalamnya. Sebab, saat mengalami diare, tubuh akan mengeluarkan  air lebih banyak dibanding yang diserap. Sehingga feses keluar lebih cair.

Dengan konsumsi pisang, kerja usus akan lebih mudah dan efisien saat proses pengolahan makanan dan feses pun menjadi lebih padat karena penyerapan air dan garam di usus besar lebih baik.

Selain itu, pektin merangsang produksi lendir di usus halus dan usus besar yang berfungsi menghalangi lapisan lambung dan zat asam lambung yang memicu perut sakit saat diare.

  1. Mengembalikan Energi Tubuh yang Hilang

Saat diare, tubuh akan kehilangan cairan, energi serta berat badan. Nah, pisang bermanfaat untuk mengembalikan energi tubuh yang hilang. Bahkan menurut studi, anak-anak yang mengalami diare akan pulih dengan memberikannya pisang raja mentah terus menerus.

  1. Mengganti Elektrolit yang Terbuang

Tubuh juga kehilangan elektrolit ketika mengalami diare. Apabila tidak diisi, maka bisa menyebabkan penderita diare menjadi dehidrasi parah. Oleh sebab itu, mengkonsumsi pisang untuk diare bisa mengganti cairan elektrolit tubuh yang terbuang bersama feses.

  1. Meningkatkan Bakteri Baik di Sistem Pencernaan

Pisang mengandung serat dan senyawa prebiotik fructooligosaccharide (FOS) yang berfungsi untuk meningkatkan bakteri baik di organ pencernaan tubuh. Bakteri baik ini akan melawan bakteri yang menyebabkan Anda mengalami diare. Bakteri baik ini juga menjadi penghasil enzim pencernaan dan vitamin di usus sehingga membantu penyerapan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. 

Cara Mengkonsumsi Pisang untuk Diare

Nah, tidak perlu khawatir, sebab mengkonsumsi pisang ketika Anda mengalami diare bisa dengan berbagai cara. Berikut cara sehat mengolah pisang untuk diare.

  • Pisang Dimakan Langsung

Cara paling mudah adalah dengan mengkonsumsi pisang secara langsung. Pisang yang masih mentah memang disebut lebih ampuh mengatasi diare. Namun, Anda juga bisa mengkonsumsi pisang yang sudah matang kok. 

  • Pisang Puree

Pisang puree ini diolah dengan cara dihaluskan. Cara membuatnya cukup mudah. Haluskan 1 buah pisang yang sudah matang, lalu, tambahkan 1 sendok teh madu dna aduk secara merata. Lebih enak dimakan dengan roti panggang. 

  • Pisang Rebus

Olahan yang satu ini juga terbilang mudah. Anda bisa merebus pisang selama 7-10 menit. Anda juga bisa membuat olahan pisang rebus untuk anak yang mengalami diare. Setelah pisang direbus, haluskan dalam mangkuk lalu tambahkan garam dan butter secukupnya, aduk merata. 

Manfaat pisang untuk diare ini bisa menjadi pilihan untuk mengatasi masalah di organ pencernaan Anda. Jika diare yang Anda alami tidak kunjung sembuh setelah mengkonsumsi pisang dan pengobatan lainnya di rumah, segeralah berkonsultasi dengan dokter agar bisa secepatnya ditangani.

Hidup Sehat Read More