Daftar Makanan Sehat untuk Lancarkan Diet Saat Hamil

Saat hamil, perempuan hampir pasti mengalami kenaikan berat badan. Masalahnya, ada di antara mereka yang mendapat lonjakan berat badan secara tak terkendali. Kelebihan berat badan atau obesitas di akhir bakal menimbulkan beragam masalah bagi ibu hamil. Berdasarkan kondisi tersebut, banyak perempuan yang memutuskan diet saat hamil.

Diet saat hamil sebenarnya boleh-boleh saja, asalkan tetap mematuhi prosedur kesehatan demi menjaga kesehatan ibu dan anak yang dikandungnya. Pada tahap ini ibu harus cermat dalam memilih makanan supaya dua tujuan tersebut dapat sama-sama didapat.

Di bawah ini tersedia daftar makanan sehat untuk melancarkan proses diet saat hamil, termasuk panduan pemilihan menu diet yang memenuhi standar kesehatan, berikut di antaranya:

  • ¬†Buah-Buahan

Buah kaya akan vitamin C dan serat. Vitamin C dari buah-buahan akan membantu tubuh Anda menyerap zat besi dari makanan dan menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap bugar, serta berperan dalam membantu plasenta untuk berkembang dan bekerja dengan baik.

Ibu hamil bisa mengonsumsi apel, kurma, jeruk, kurma, pisang, strawberry, dan jenis buah lain yang sehat. Hindari mengonsumsi buah nanas, nangka, pepaya muda, durian, anggur, dan beberapa jenis buah lainnya.

  • Air Mineral

Sembelit adalah masalah umum yang rentan terjadi pada kehamilan. Banyak minum air mineral dapat mengurangi risiko sembelit pada ibu hamil.

  • Kacang-Kacangan

Mengonsumsi kacang akan mencukupi kadar tiamin, asam lemak omega-3, dan protein dalam tubuh. Anda bisa menyantap walnut yang ditambahkan dalam sereal sarapan.

  • Ikan Salmon

Makanan yang dikonsumsi ibu dalam periode masa kehamilan penting untuk perkembangan otak janin. Ikan salmon merupakan sumber asam lemak omega-3 dan DHA yang penting bagi perkembangan sistem saraf bayi Anda.

  • Telur

Telur merupakan sumber kolin yang baik, yang bisa membantu memaksimalkan fungsi sel-sel dan perkembangan bayi. Kolin membantu perkembangan memori dan mengurangi risiko gangguan ginjal dan pankreas.

  • Green Smoothies

Smoothies hijau adalah sumber yang kaya serat, kalsium, vitamin B6, magnesium, dan kalium. Campuran bayam atau kale dengan es memang sangat menyegarkan dan sehat.

Anda dapat menggunakan air kelapa dan menambahkan bahan lain seperti buah beri, jeruk, mangga, atau jahe untuk meningkatkan rasa pada smoothies.

  • Produk Susu

Susu dan produk olahan susu lainnya kaya akan kalsium yang diperlukan di sepanjang masa kehamilan. Selain susu dan olahannya, ibu hamil juga bisa memenuhi kebutuhan kalsiumnya dengan suplemen.

  • Semua yang Mengandung Zat Besi

Sayuran berdaun hijau, brokoli, atau daging sapi tanpa lemak kaya akan zat besi. Zat besi diperlukan untuk meningkatkan suplai darah ke plasenta selama trimester ketiga.

  • Semua yang Mengandung Asam Folat

Asam folat mencegah cacat tabung saraf pada bayi yang sedang berkembang. Roti, kacang, buncis, dan sayuran berdaun hijau seperti bayam adalah sumber asam folat yang baik di trimester ketiga.

Jika di atas merupakan beragam makanan sehat yang bisa dimaksimalkan selama melakukan diet saat hamil, di bawah ini adalah alternatif menu diet yang bisa Anda terapkan:

  • Sarapan: Konsumsi roti tawar yang sudah diberi 1 sendok teh selai kacang serta satu buah apel cukup untuk memulai hari. Anda bisa minum 1 gelas jus stroberi tanpa gula. Jika ingin menambah gula, maka gatilah gula dengan madu. Jika tidak suka roti, selai kacang, dan apel, maka menu bisa diganti dengan oats atau salad yang sehat.
  • Camilan: Mulai konsumsi camilan sekitar jam 10 pagi. Usahakan mengonsumsi buah pisang. Jika tidak suka, maka bisa diganti dengan jenis buah lain seperti alpukat.
  • Makan siang: Ketika diet saat hamil usahakan sajikan makanan berat saat makan siang. Nasi putih dan lauk dengan porsi yang tidak berlebihan sudah cukup. Anda bisa mengonsumsi pepes ikan yang dipadukan dengan sayur bening bayam. Kemudian diakhiri dengan buah pepaya. Jika tidak suka pepaya, maka bisa diganti dengan buah lain yang mirip kandungannya dengan pepaya, misalnya jeruk.
  • Camilan: Sekitar jam 3 sore, usahakan Anda memakan camilan. Camilan sore ini juga berupa buah-buahan. Atau ibu juga bisa mengonsumsi 1 gelas jus buah, misalnya jus melon, atau jus lainnya.
  • Makan malam: Ibu hamil bisa mengonsumsi karbohidrat selain nasi. Gantilah dengan 1 buah kentang atau ubi rebus. Untuk proteinnya, ibu tetap bisa mengonsumsi lauk pauk, seperti pepes tempe atau tahu. Sebaiknya hindari goreng-gorengan dalam pemilihan lauk. Makan malam juga harus ditambah dengan menu sayur seperti sayur buncis dan wortel. Untuk minumannya, ibu bisa mengonsumsi 1 gelas jus tomat.
  • Camilan: Jika ibu suka lapar di malam hari setelah makan malam, maka sebaiknya konsumsi 1 buah pisang atau buah lainnya, dan jangan mengonsumsi makanan selain buah.

***

Kira-kira itulah daftar makanan sehat dan panduan menu diet saat hamil yang bisa Anda tiru. Kreasikan sesuai dengan selera Anda, tetapi tetap dalam koridor. Hindari dahulu junk food dan makanan yang diolah dengan cara yang tidak baik bagi kesehatan, seperti digoreng. Upayakan kecukupan nutrisi harian Anda tetap terpenuhi selama menjalani diet.

Kesehatan Wanita Read More

Berbeda dengan Pria, Ini Dia Penyebab Rambut Rontok pada Wanita!

penyebab rambut rontok pada wanita

Pada dasarnya, memikirkan bagaimana rambut tumbuh adalah dengan cara membayangkan sebuah taman. Seberapa baik pertumbuhannya sepenuhnya adalah hasil dari apa yang terjadi di dalam tanah. Sama seperti pertumbuhan rambut, jika ada hal-hal yang mengganggu siklus pertumbuhan rambut, seperti obat-obatan, penyakit, infeksi, atau bahan kimia lainnya, hal tersebut dapat menjadi penyebab rambut rontok pada wanita.

Meskipun rambut rontok mungkin kebanyakan terjadi pada pria, ternyata wanita juga hampir cenderung kehilangan, atau mengalami penipisan rambut juga. Kebanyakan wanita menyadarinya di usia 50-an atau 60-an, tetapi tidak selalu begitu, kerontokan rambut juga bisa terjadi pada usia berapa pun dengan berbagai alasan.

Kerontokan Rambut pada Wanita

Kebanyakan orang kehilangan antara 50 hingga 100 helai rambut setiap hari, menurut American Academy of Dermatology. Pada saat mencuci rambut, orang bisa kehilangan hingga 250 helai. Tetapi jangan menghindari mencuci rambut hanya karena tidak ingin rambut rontok karena pada akhirnya rambut akan rontok jika Anda tidak rajin membersihkan rambut.

Jika Anda tidak terlalu memperhatikan helai rambut yang rontok setiap harinya, Anda dapat melihat perbedaannya dengan cara melihat jumlah rambut yang rontok pada bantal Anda, apakah lebih banyak dari biasanya atau tidak. Atau, Anda bisa memperhatikannya ketika Anda menyisir rambut Anda, apakah rambut yang tertinggal di sisir lebih banyak dari biasanya atau tidak.

Selain itu, ada cara lain untuk mengetahui kerontokan rambut pada wanita. Jika pria cenderung melihat sudut dari dahi atau ubun-ubun kepala, wanita cenderung memperhatikan sepertiga bagian atas hingga setengah kulit kepala mereka. Wanita dapat melihat bagian yang secara bertahap menjadi lebih lebar atau melihat lebih banyak bagian kulit kepala mereka dari biasanya.

Ketika ada pasien yang datang untuk konsultasi masalah kerontokan rambut yang mereka alami, ada beberapa kombinasi cara yang biasa dilakukan dokter untuk membuat diagnosis. Tes darah awal biasanya dilakukan untuk memastikan kelenjar tiroid atau penyakit autoimun bukanlah penyebab rambut rontok yang terjadi.

Gen sebagai Penyebab Rambut Rontok pada Wanita

Cara lain untuk mendiagnosis penyebab masalah kerontokan adalah dengan mengetahui keturunan dari pasien, apakah ibu, bibi atau nenek mereka memiliki kerontokan rambut yang sama. Menggunakan pembesaran pada kulit kepala dapat menunjukkan apakah folikel wanita bervariasi dalam ukuran – dengan beberapa berukuran tebal dan yang lainnya tipis. Ini adalah dua tanda-tanda pola rambut rontok perempuan, yang juga biasa disebut alopecia androgenetic.

Kondisi Medis dan Lainnya

Jika folikel rambut berukuran seragam, atau jika rambut rontok tiba-tiba, hal tersebut mungkin disebabkan oleh sesuatu selain keturunan, seperti kondisi medis.

Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan kerontokan rambut, yang paling umum adalah kehamilan, gangguan tiroid, dan juga anemia. Kondisi medis lainnya termasuk penyakit autoimun, sindrom ovarium polikistik (PCOS), dan juga kondisi kulit seperti psoriasis dan juga dermatitis seboroik.

Itulah beberapa penyebab rambut rontok pada wanita yang biasa ditemukan. Apakah salah satunya merupakan yang Anda alami?

Kesehatan Wanita Read More