Perbedaan Bronkitis Akut dan Bronkitis Kronis

Penyakit bronkitis merupakan kondisi saat tabung yang membawa oksigen ke paru-paru atau disebut dengan nama bronkial mengalami peradangan. Kondisi ini pada umumnya dibagi menjadi dua jenis, bronkitis akut dan bronkitis kronis yang masing-masing memiliki penjelasan yang berbeda. Penyebab penyakit ini pun juga berbeda.

Perlunya pengetahuan mengenai perbedaan dari kedua jenis penyakit ini supaya diharapkan agar para penderita tidak salah dalam mengambil langkah antisipasi. Perbedaan mendasar dari kedua jenis penyakit bronkitis ini adalah waktu penyembuhan, tentunya hal ini sangat memengaruhi bagaimana cara pasien mencari cara penyembuhannya.

Jenis Bronkitis

  • Bronkitis Akut

Bronkitis akut merupakan jenis bronkitis yang paling umum ditemukan dan terjadi, biasanya berkembang melalui pilek atau infeksi pernapasan lain. Penyakit ini juga disebut dengan pilek dada, pada kasus yang terjadi biasanya bisa membaik dalam waktu satu minggu hingga 10 hari tanpa efek jangka panjang, meskipun batuk masih bertahan selama berminggu-minggu.

  • Bronkitis Kronis

Merupakan kondisi penyakit bronkitis yang lebih serius, keadaan ini muncul jika terjadi iritasi atau peradangan pada selaput bronkial yang berulang. Salah satu penyebab seseorang terkena peradangan ini adalah kebiasaan merokok. Seseorang yang mengalami serangan bronkitis berulang, kemungkinan besar juga mengidap bronkitis jenis yang satu ini.

Pasien yang menderita penyakit ini perlu segera mendapatkan penanganan medis karena penyakit ini merupakan salah satu kondisi yang termasuk dalam penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Sementara itu gejala yang ditimbulkan kedua jenis penyakit bronkitis ini juga berbeda, untuk yang akut biasanya bisa membaik dalam waktu satu minggu, untuk kronis bisa dalam hitungan bulan.

Penyebab Bronkitis

Bronkitis akut biasanya disebabkan karena adanya virus, jenis virus yang paling sering menyebabkan penyakit ini adalah virus yang sama ketika seseorang terkena pilek, flu dan batuk. Sementara itu, untuk bronkitis yang kronis paling umum disebabkan karena kebiasaan merokok. Selain itu, polusi udara, debu dan gas beracun yang dihirup seseorang juga memengaruhi kondisi ini.

Saluran bronkial yang terdapat di dalam kedua jenis bronkitis akan membengkak dan lebih banyak menghasilkan lendir jika tubuh tengah melawan virus atau kuman. Hal ini membuat celah udara mengalir ke saluran pernapasan sangat kecil, sehingga muncul kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan bernapas.

Pengobatan Bronkitis

Pada kebanyakan kasus, bronkitis akut bisa sembuh dengan sendirinya hanya dalam hitungan hari, jika kondisi ini diakibatkan karena serangan bakteri meskipun sangat jarang terjadi, nantinya dokter akan memberi anti biotik untuk mengatasinya. Namun, jika sudah dalam kondisi mengalami asma atau mengi, kemungkinan dokter akan memberi inhaler sebagai alat pembantu pemberi udara.

Sementara itu berikut ini terdapat beberapa pengobatan untuk bronkitis kronis yang tujuannya hanya untuk meredakan gejalanya. Pengobatan ini bisa dipilih sesuai keinginan atau juga bisa dilakukan semuanya secara rutin. Dengan adanya beberapa pengobatan ini diharapkan pasien atau si penderita bisa segera pulih.

  • Konsumsi obat-obatan, seperti antibiotik, anti radang dan bronkodilator yang fungsinya untuk membuka saluran udara si pasien.
  • Menggunakan alat pembersih lendir, fungsi dari alat ini tentunya untuk mengeluarkan lendir dengan lebih mudah.
  • Terapi oksigen, dengan melakukan terapi ini secara rutin pasien akan dapat bernapas dengan lebih baik tanpa kesulitan.
  • Mengikuti rehabilitasi paru, ini merupakan program latihan yang bisa membantu pasien bernapas lebih mudah disertai olahraga secara rutin.
Penyakit Read More

Terlihat Mirip, Apakah Hematoma Sama dengan Memar?

Ketika kita mengalami kecelakaan atau trauma, seperti terbentur; terjatuh; atau terjepit, akan terlihat “tanda” di sekitar bagian tubuh yang mengalami kemalangan tersebut. Jika tidak berdarah, biasanya di bagian tersebut tampak tanda biru keunguan yang terasa sakit bila disentuh atau ditekan. Kita biasanya mengenal “tanda” itu dengan memar atau lebam. Namun, jangan sangka, sebab itu bisa saja merupakan hematoma.

Hematoma pernah dialami oleh siapa saja, disadari atau tidak. Hematoma, meski terlihat seperti memar atau lebam, tetapi bukanlah suatu kondisi yang bisa diabaikan. Jika memar atau lebam tak perlu penanganan yang serius, hematoma lain lagi. Sebab, bila tidak mendapat penanganan medis, hematoma bisa saja mengancam jiwa.

Sampai di sini, mungkin kita akan bertanya-tanya, sebenarnya apa sih perbedaan hematoma dengan memar atau lebam?

  • Hal yang Perlu Diktahui Terkait Hematoma

Hematoma dapat dijelaskan sebagai kondisi di mana terdapat darah yang menggumpal dan berkumpul di luar pembuluh darah. Hematoma terjadi saat salah satu pembuluh darah besar di dalam tubuh kita mengalami kerusakan.

Penyebab terjadinya sama saja, karena cedera atau trauma yang disebabkan kecelakan. Hematoma terjadi ketika kecelakaan membuat pembuluh darah pecah dan darah bocor ke jaringan di sekitarnya. Hematoma memengaruhi semua jenis pembuluh darah besar termasuk arteri, kapiler, dan vena. Selain trauma, hematoma juga bisa dipicu oleh obat- obatan tertentu, aneurisma, infeksi virus (cacar air, HIV, atau hepatitis C) dan patah tulang.

Hematoma dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, selama faktor-faktor terjadinya terpenuhi. Akan tetapi, ada jenis-jenis hematoma yang masuk ke dalam kategori berbahaya. Hematoma bisa menjadi bahaya jika terjadi di area vital atau penting, seperti jenis hematoma epidural, subdural, dan intraserebral yang memengaruhi otak dan tengkorak.

Tengkorak adalah area tertutup, apa pun yang menumpuk dalam otak pasti memengaruhi kemampuan otak untuk bekerja secara efektif. Pendarahan otak sulit dideteksi tanpa pengujian yang tepat dan perawatan medis yang diperlukan. Gejala hematoma potensial pada tengkorak dapat meliputi sakit kepala hebat, kantuk berat, kebingungan, pusing, muntah, hingga menyebabkan penderitanya melantur.

  • Memar

Memar atau lebam, sering pula disebut luka dalam, merupakan kondisi yang ditunjukkan dengan terjadinya perubahan warna di permukaan tubuh. Memar terjadi saat pembuluh darah kecil, kapilari, otot, atau jaringan di bawah kulit mengalami kerusakan. Memar biasanya muncul setelah bagian tubuh mengalami benturan atau pukulan keras.

Memar yang tergolong ringan biasanya sembuh dengan sangat cepat tanpa memengaruhi kehidupan sehari-hari. Anda mungkin hanya perlu mengompresnya dengan es untuk menghilangkan memar. Namun, memar yang parah menyebabkan kerusakan jaringan yang dalam dan menyebabkan komplikasi termasuk infeksi yang membutuhkan antibiotik dan waktu lama untuk sembuh. Meskipun begitu, memar jarang menyebabkan kerusakan pada organ dalam.

  • Perbedaan Hematoma dengan Memar

Lantas apa perbedaan hematoma dengan memar? Salah satu perbedaan yang paling mencolok di antara keduanya adalah jaringan atau pembuluh darah yang mengalami kerusakan. Hematoma terjadi karena kerusakan pembuluh darah besar, sementara memar terjadi karena keruskana pembuluh darah kecil.

Selain itu, perbedaan keduanya dapat dipetakan seperti di bawah ini:

  • Memar seringnya terjadi di bawah permukaan kulit sehingga bisa terlihat. Hematoma seringnya terjadi di dalam tubuh sehingga tak memunculkan tanda-tanda di kulit.
  • Memar biasanya hanya menyebabkan permukaan kulit berwarna kebiruan atau kehitaman, dan terasa nyeri saat disentuh. Sedangkan hematoma seringnya tidak terlihat dari luar, tapi bila terjadi dekat dengan permukaan kulit akan menimbulkan benjolan kemerahan berisi cairan.
  • Memar akan sembuh sendiri dalam 1-2 minggu atau dipercepat dengan penggunakan salep obat memar seperti Thromboflash. Hematoma ringan biasanya juga bisa diatasi dengan cara yang sama, tapi hematoma internal yang terjadi di dalam tubuh, atau hematoma yang parah, sering kali memerlukan operasi untuk mengeluarkan genangan darah dari jaringan tubuh.

Setelah mengetahui perbedaan antara hematoma dengan memar biasa, diharapkan Anda bisa dapat memetakan masalah yang terjadi setelah mengalami cedera atau kecelakaan. Dengan demikian, Anda bisa membedakan mana kondisi yang sekiranya perlu penanganan lebih lanjut dan mana yang hanya butuh perawatan sederhana di rumah.

Penyakit Read More

Mengenal Aortogram Abdominalis

Secara umum aortogram merupakan tindakan medis untuk memetakan atau mendapatkan gambaran mengenai aorta atau batang nadi pasien. Akan tetapi kondisi di lapangan memungkinkan prosedur ini untuk mengalami perkembangan.

Salah satu pengembangan itu adalah aortogram abdominalis. Secara garis besar tindakan ini sama seperti aortogram biasa. Bedanya, tindakan ini dilakukan untuk menemukan masalah-masalah di bagian abdomen atau dalam istilah umum dikenal dengan rongga perut.

Prosedur aortogram abdominalis memungkinkan tenaga medis medeteksi pembuluh darah yang bermasalah, di mana mereka menyempit atau menutup karena plak. Penyakit yang disebabkan oleh kondisi tersebut disebut penyakit arteri peripheral atau PAD (Pheripheral Artery Disease). Aortogram abdominalis ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi aneurisma perut.

Siapa yang Memerlukan Aortogram Abdominalis?

  • Mereka yang mengalami nyeri di kaki saat berjalan lantaran mengalami penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah. Timbunan lemak yang menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah  yang bersangkutan sehingga mengurangi aliran darah dan dalam beberapa kasus, menghalangi sepenuhnya.
  • Mereka yang memiliki aneurisma perut sebelum melakukan tindakan operasi.

Selain itu, pasien-pasien dengan gejala lain yang berkaitan dengan masalah pembuluh darah. Dokter tahu pasti seseorang yang membutuhkan prosedur tersebut.

Bagaimana Prosedur Aortogram Abdominalis Dilakukan?

Prosedur ini dimulai dengan pemasangan tabung plastik fleksibel yang sempit oleh dokter. Tabung sempit tersebut yang dinamakan kateter. Kateter itu dipasang melalui arteri yang diduga mengalami penyempitan atau penyumbatan.

Kemudian kateter tersebut akan dihubungkan ke pompa yang menyuntikkan pewarna sinar-X. Setelah gambar X-ray menunjukkan di mana penyumbatan berada, dokter yang menangani Anda akan dapat memutuskan cara terbaik untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat, , seperti dengan balon kecil pada kateter. Prosedur itu dimaksudkan untuk menekan plak agar membuka arteri.

Hal itu dilakukan guna menghentikan rasa sakit dan mengurangi risiko pembekuan darah. Anda mungkin memerlukan stent di dalam arteri di kaki Anda agar tetap terbuka.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Proses Aortogram Abdominalis

Sebelum prosedur:

  • Anda tidak boleh makan atau minum apa pun setelah tengah malam malam, kecuali untuk obat-obatan pribadi. Dokter atau perawat Anda akan memberi tahu jika harus berhenti minum obat apa pun sebelum menjalani prosedur.
  • Membawa daftar semua obat Anda ke rumah sakit.
  • Tolong beri tahu dokter jika diperkirakan atau tengah hamil.
  • Seorang perawat akan menempatkan infus di tangan atau lengan Anda untuk mengalirkan cairan dan obat-obatan.
  • Dokter akan menjawab pertanyaan dan meminta untuk menandatangani formulir persetujuan.

Selama prosedur:

  • Anda akan berbaring di meja x-ray dengan berbagai mesin di sekitar. Anda akan menggunakan tensimeter di lengan, klip di jari untuk memastikan Anda mendapatkan oksigen yang cukup, dan kabel di kaki dan lengan untuk memeriksa detak jantung Anda.
  • Perawat akan memberi obat penghilang rasa sakit dan obat penenang yang akan membuat rileks, sebelum prosedur. Perawat akan memberi Anda lebih banyak obat jika diperlukan. Anda akan merasa santai, tetapi Anda akan terjaga sehingga Anda dapat mengikuti instruksi.
  • Area tempat dokter akan bekerja akan dibersihkan dan dicukur. Anda akan ditutupi oleh tirai steril dari bahu hingga ke kaki Anda.
  • Dokter akan membuat mati rasa area di pangkal paha atau lengan dan memasukkan tabung kecil fleksibel yang disebut kateter.
  • Ahli radiologi akan mengarahkan tabung ke arteri besar di perut Anda dan menyuntikkan pewarna sinar-X. Pewarna dapat menyebabkan rasa terbakar di kaki Anda, tetapi akan hilang dalam 20 hingga 30 detik. Penting untuk tetap diam selama proses tersebut. Anda tidak akan merasakan tabung bergerak di dalam arteri Anda.
  • Teknolog akan memberitahu Anda untuk menahan napas dan tetap diam selama gambar (sekitar 10 detik untuk setiap gambar).

Setelah prosedur aortogram perut:

  • Ahli radiologi atau perawat akan melepas kateter dan mencegah perdarahan. Jika kateter berada di pangkal paha, Anda harus berbaring tanpa mengangkat kaki selama sekitar empat jam.
  • Kepala tempat tidur mungkin sedikit miring untuk membantu Anda beristirahat. Anda akan dapat menekuk kaki yang lain untuk mengurangi tekanan di punggung Anda, atau perawat dapat menggulingkan Anda. Jika Anda mengalami sakit punggung, dokter dapat memberi Anda obat untuk membantu Anda merasa lebih baik. Perawat akan memenuhi keluhan dan kebutuhan Anda.
  • Panggil perawat jika Anda merasakan ketidaknyamanan di dada, sakit punggung, atau kebasahan di area tempat kateter berada.
  • Perawat Anda akan memeriksa tekanan darah, detak jantung, irama jantung, dan denyut nadi di daerah dekat pemasangan kateter.
  • Anda akan menerima cairan IV untuk menyiram pewarna dari sistem pencernaan Anda.
  • Anda dapat makan satu jam setelah prosedur jika tidak punya masalah minum cairan.
  • Jika Anda perlu batuk atau bersin, berikan tekanan pada bagian kateter terlebih dahulu untuk melindunginya.
  • Jika Anda adalah pasien rawat jalan, Anda dapat pergi setelah 5 jam. Anda akan membutuhkan seseorang untuk mengantar Anda pulang.

Nah itulah beberapa hal penting yang dapat diketahui tentang tindakan medis aortogram abdominalis. Komunikasikan dengan ahli medis terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut yang mungkin tidak disebutkan di artikel ini.

Penyakit Read More

Inilah Cara Deteksi Gangguan Tiroid dengan Mandiri

Salah satu dampak yang ditimbulkan ketika mengalami kelainan dari kelenjar tiroid adalah adanya perubahan metabolisme dalam tubuh. Tak jarang seseorang melakukan pemeriksaan tiroid, hal ini dilakukan sebagai respons terkait pertanyaan besar apakah gangguan tiroid ini bisa disembuhkan atau tidak.

Seseorang bisa disebut menderita gangguan tiroid jika kelenjar tiroid yang terdapat di leher tidak bekerja sebagaimana fungsi yang dimiliki. Padahal munculnya gangguan ini disebabkan karena kondisi yang tidak membahayakan, seperti salah satunya adanya pembengkakan kelenjar atau juga keadaan yang mengancam nyawa seperti munculnya kanker kelenjar getah bening.

Pemeriksaan Tiroid Mandiri

Gangguan tiroid termasuk merupakan kondisi darurat yang memerlukan diagnosis dan pengobatan dengan segera. Hal ini dilakukan dengan tujuan dapat mencegah kondisi yang tidak diharapkan, diawali dengan pemeriksaan fisik dengan mencurigai tanda gangguan ini. Jika benar diketahui, maka dokter akan melakukan pengobatan tanpa menunggu pemeriksaan laboratorium.

Sangat penting untuk bisa melakukan deteksi diri, salah satunya menggunakan cara sederhana seperti yang dijelaskan oleh pendiri sekaligus Ketua Pita Tosca, komunitas pejuang tiroid Indonesia, Astriani Dwi Aryaningtyas. Pemeriksaan sedini mungkin penting untuk dilakukan dan ditekankan oleh banyak orang.

Karenanya seseorang tidak dapat selalu bisa mengandalkan peralatan medis dan dokter dalam mendiagnosa gangguan ini. Terdapat beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan secara mandiri untuk mengecek dan mendeteksi gangguan tirod, cara ini bisa dilakukan seseorang ketika berada di rumah atau di mana pun itu, berikut ini langkah-langkahnya.

  • Berdiri di depan cermin kaca, kemudian arahkan pandangan ke atas agar bagian leher terlihat dengan cukup jelas.
  • Kemudian lakukan gerakan menelan, ketika melakukan gerakan ini usahakan untuk memperhatikan bagian bawah jakun.
  • Setelah itu, kembali lakukan gerakan menelan, tak hanya diperhatikan tetapi juga sambil meraba bagian bawah jakun.
  • Ketika dan yang mencurigakan ketika memperhatikan bagian bawah jakun, seperti muncul atau teraa benjolan, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Ketika melakukan pemeriksaan tiroid ke dokter dan ternyata memang terdapat gangguan pada tiroid, maka pada umumnya dokter akan memberikan beberapa jenis pengobatan. Hal ini tergantung pada kondisi pasien ketika melakukan pemeriksaan, selain itu terdapat beberapa jenis penyakit tiroid dengan penyebab yang berbeda.

  • Hipotiroidisme

Merupakan gangguan tiroid yang bisa diobati dengan melakukan konsumsi pada obat bernama levothyroxine. Fungsi dari obat ini adalah menggantikan hormon tiroid yang hilang karena disebabkan produksi di kelenjar tiroid yang tidak cukup. Penggunaan obat ini dalam pengawasan ketat dokter, mulai dari dosis hingga waktu konsumsi.

Seseorang harus mengikuti anjuran dokter dalam konsumsi obat ini, jika tidak mengikuti panduan tersebut satu hal yang bukan tidak mungkin dirasakan penderita adalah kelenjar tiroid tidak berfungsi secara normal.

  • Hipertiroidisme

Berbanding terbalik dengan jenis gangguan tiroid di atas, Hipertiroidisme lebih sulit untuk diobati, dokter akan ditantang untuk membuar normal kembali produksi hormon tiroid yang muncul berlebih secara langsung di kelenjar tiroid tersebut.

Pengobatan yang dilakukan juga meliputi beberapa konsumsi jenis obat, seperti misalnya obat antitiroid guna mencegah produksi hormin di kelenjar tiroid, kemudian kapsul iodium radioaktif yang berfungsi memecah tiroid dalam darah, hingga melakukan operasi.

Konsumsi kapsul iodium menjadi pengobatan yang paling banyak digunakan atau paling populer dalam pengobatan gangguan tiroid jenis ini. Hal ini tak lepas dari fungsi kapsul yang dengan cepat membuat normal fungsi dari kelenjar tiroid.

Penyakit Read More

Gambaran Umum Mengenai PET SCAN

Merupakan gabungan dari pemindaian PET dan CT yang fungsinya agar mendapatkan lebih lengkap dan rinci mengenai gambaran kondisi pasien penyakit kanker disebut dengan PET SCAN. PET merupakan singkatan dari Position Emission Tomography dan CT adalah Computed Tomography, keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok.

Perbedaan mencolok keduanya adalah pada penggunaan sinar X yang dipakai untuk mengambil gambar bagian dalam tubuh pada CT. Sementara PET menggunakan penyuntikan zat radioaktif bernama radiotracer sesaat sebelum pasien masuk ke pemindai PET. Dalam proses pemindaian gabungan bisa mendeteksi bagian mana yang memiliki sel-sel lebih aktif.

Proses PET Scan

Pemeriksaan ini tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang, pasien yang menggunakan proses pemeriksaan ini adalah mereka yang terindikasi mengidap kanker atau sudah dalam tahap proses pengobatan kanker. Dengan pemeriksaan ini, dokter akan mendapatkan gambaran secara rinci dan beberapa keuntungan yang di dapat seperti di bawah ini.

  • Melakukan diagnosa kanker.
  • Menentukan tingkat atau stadium kanker penderita.
  • Menentukan jenis pengobatan terbaik untuk penyembuhan penyakit kanker.
  • Menentukan perubahan setelah pengobatan.
  • Menentukan bagian pertama yang terjangkit kanker.
  • Membedakan antara jaringan luka dan jaringan kanker aktif.
  • Menentukan apakah kanker akan kembali atau sudah hilang.

Terkait hasil dari pemeriksaan, baru akan muncul beberapa minggu setelah tes dilakukan. Meski demikian, dokter dapat meminta hasil pemeriksaan jika pada kasus darurat. Yang bertanggung jawab pada hasil pemeriksaan pindai adalah spesialis radiologi dan pengobatan dengan nuklir, setelah itu akan memberikan laporan ke dokter spesialis.

Pasien akan dijadwalkan menjalani pemindaian di saat yang bersamaan juga merupakan masa persiapan, dokter akan memberikan instruksi tertulis mengenai apa yang harus dilakukan oleh pasien sebelum melakukan pemeriksaan. Salah satunya tidak diperkenankan mengonsumsi makanan 6 jam sebelum jadwal pemindaian.

Selain itu, pasien juga tidak boleh melakukan aktivitas yang bisa menimbulkan ketegangan dalam kurun waktu 24 jam sebelum dilakukan pemeriksaan. Konsumsi obat-obatan tetap bisa dilanjutkan jika dokter tidak menganjurkan untuk menghentikan konsumsi obat tersebut. Untuk pasien diabetes dimungkinkan mengganti pola makan dan rutinitas.

Pemindaian ini dilakukan dengan cara memasukkan manula atau tabung kecil lewat salah satu pembuluh darah yang terdapat pada bagian punggung dan lengan. Kemudian disuntikan obat radioaktif bernama tracer atau dikenal juga sebagai pelacak lewat manula. Obat tersebut kemudian akan menyebar ke seluruh tubuh secara perlahan.

Tepat sebelum proses dilakukan, pasien akan diminta untuk mengosongkan isi kandung kemih mereka. Setelah itu pasien diminta untuk berbaring di kasur kecil tepat di dalam ruang pemindaian, posisi pasien akan diatur oleh radiografer akan tepat dan nyaman bagi pasien. Proses dimulainya pemindaian ditandai dengan kasur yang secara perlahan bergerak.

Proses ini memakan waktu selama 30 hingga 60 menit, namun hal ini juga tergantung pada bagian tubuh mana yang dipindai. Pada umumnya, pasien merasa tidak nyaman ketika proses berlangsung khususnya ketika pasien diharuskan untuk berdiam selama proses dilakukan. Tindakan yang dilakukan memang membutuhkan banyak waktu.

Proses PET Scan tidak memungkinkan adanya radiasi terutama pada tindakan sinar X dan penggunaan obat radioaktif, risiko yang ada bisa menimbulkan masalah dan memengaruhi kesehatan sangat kecil. Sementara pelacak radioaktif yang digunakan dalam jumlah sedikit langsung terurai, hal ini memastikan pasien tidak akan merasakan rasa tidak nyaman ketika proses pemindaian dilakukan.

Penyakit Read More

Hati-hati Penularan COVID-19, Ini Jarak Aman Corona

Saat ini dunia digegerkan dengan wabah mematikan yang disebut COVID-19. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu coronavirus, dengan nama resmi SARS-CoV-12, yang menyerang saluran pernapasan dan mematikan apabila menyerang orang-orang yang sudah memiliki komplikasi kesehatan sebelumnya, seperti diabetes dan penyakit jantung. Untuk penularannya sendiri, COVID-19 ditularkan melalui droplet (cairan yang dikeluarkan saat seseorang batuk atau bersin) penderita positif virus.Menurut para peneliti, penyebaran SARS-CoV-2 yang sangat cepat disebabkan karena pergerakan orang-orang dengan gejala ringan atau tidak sama sekali. Orang-orang tersebut tidak sadar mereka membawa coronavirus di dalam tubuh mereka (carrier). Oleh sebab itu, penerapa jarak aman corona perlu dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan yang penting.

Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, berapakah jarak aman corona yang sebenarnya? Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika menyarankan agar orang-orang memakai masker kain saat berada di ruang public dan menjaga jarak aman corona sekitar 2 meter satu sama lain. Hal ini akan membantu memperlambat penyebaran virus dari orang-orang “asymptomatic”, atau mereka yang tidak sadar membawa virus, ke orang lain. Masker wajah kain juga harus terus dipakai ketika Anda menjaga jarak aman corona. Hindari menggunakan masker bedah atau N95 karena masker tersebut sangat dibutuhkan oleh tenaga medis.

Mengapa SARS-CoV-2 menyebar dengan sangat cepat?

Para peneliti berusaha untuk menjawab pertanyaan tersebut. SARS-CoV-2 terus menyebar di seluruh dunia meskipun jumlah pembatasan perjalanan dan karantina kian meningkat. Hipotesa-hipotesa baru guna menjawab pertanyaan tersebut bermunculan. Salah satunya, menurut para peneliti, adalah karena pergerakan dari orang-orang yang tidak sadar telah tertular virus (antara mereka hanya memiliki gejala yang ringan atau karena kondisi mereka tidak menimbulkan gejala apapun).

Dalam sebuah studi pendahuluan, professor Chaolong Wang dan koleganya berpendapat bahwa 50 persen kasus yang terjadiselama outbreak di kota Wuhan tidak terkonfirmasi, dan ini berarti termasuk orang-orang yang tidak menunjukkan gejala apapun atau hanya gejala ringan yang tetap dapat berakivitas sosial dengan bebas. Dalam studi yang baru, para peneliti mengembangkakn sebuah metode yang mampu memprediksi pola penyebaran virus. Studi tersebut berdasarkan atas pergerakan populasi, kasus-kasus yang tidak terkonfirmasi, dan mereka yang sedang ada dalam pengawasan karantina. Menurut penelitian tersebut, banyak orang yang sudah tertular virus tidak menyadari bahwa mereka membawa coronavirus di dalam tubuh, dan mereka terus melakukan hubungan sosial dengan orang lain. Hal ini mungkin menjadi alasan mengapa virus tersebut dapat menyebar dengan sangat cepat di provinsi Hubei, dan sekarang sedang menyebar di seluruh dunia. Para peneliti juga menyimpulkan bahwa sekitar 90 persen infeksi berhasil dicegah setelah pemerintah memberikan anjuran menjaga jarak aman corona.

Satu-satunya cara memotong rantai penyebaran

Penelitian lain sepertinya menuju arah yang sama. Misalnya, analisa model statistic yang muncul di jurnal Eurosurveillance mengindikasikan bahwa jumlahorang yang terjangkit virus di kapal pesiar Diamond Princess tetap menunjukkan gejala asymptomatic cukup banyak. Pada bulan Februari, beberapa penumpang di kapal pesiar tersebut dites positif memiliki COVID-19, yang menyebabkan terjadinya penyebaran infeksi di kapal. Dengan cepat, pemerintah setempat menyatakan bahwa kapal pesiar akan berada dalam status karantina selama 14 hari. Meskipun belum jelas apa kontribusi orang-orang tanpa gejala atau gejala ringan terhadap persebaran virus, banyak bukti menunjukkan bahwa orang-orang tersebut setidaknya mampu menularkan virus. Untuk itulah, jarak aman corona harus dipatuhi.

Hidup Sehat, Penyakit Read More

Fakta-Fakta Penting Terkait Mastoiditis pada Anak Balita

Peradangan yang disebabkan infeksi dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, termasuk di belakang telinga. Mastoiditis namanya. Penyakit ini tepatnya menyasar tulang mastoid, salah satu tulang di tengkorak dan posisinya mengelilingi telinga bagian tengah dan bagian dalam.

Jika sudah terserang mastoiditis, kehidupan manusia akan sangat terganggu. Karena penyakit ini memiliki gejala yang berpotensi membuat seseorang limbung lantaran menahan sakit. Bahkan, penyakit ini berpotensi dalam memberikan gejala kesehatan lain yang cukup serius, termasuk kehilangan pendengaran untuk selama-lamanya.

Kondisi ini lazimnya disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae dan Streptococcus pyogenestipe A. Namun infeksi mastoid juga dapat terjadi akibat kolesteatoma. Kolesteatoma adalah kumpulan jaringan kulit yang menyerupai batu kecil. Kondisi ini bisa menyumbat saluran udara di telinga dan mastoid, sehingga keduanya rentan mengalami infeksi.

Mastoiditis bisa menyerang siapa saja. Manusia dengan usia berapa pun, termasuk juga kelompok anak-anak di bawah lima tahun atau balita. Berikut ini beberapa fakta terkait mastoiditis pada balita yang dapat Anda jadikan sebagai sarana untuk memulai prosedur pencegahan.

  1. Tulang Mastoid Merupakan Sasaran Utama Mastoiditis

Menurut ensiklopedia kesehatan University of Rochester Medical Center, mastoiditis pada balita adalah kondisi infeksi atau peradangan akibat bakteri pada rongga tulang mastoid.

Tulang mastoid sendiri terletak di belakang telinga dan berfungsi untuk mengeringkan bagian telinga tengah, mengatur tekanan udara di telinga, juga melindungi tulang temporal.

  • Gejala Mastoiditis pada Balita Serupa dengan Orang Dewasa

Gejala awal mastoiditis pada balita adalah rasa sakit di belakang telinga, tapi menurut situs Children’s National, biasanya disertai juga dengan gejala lain seperti:

  • Bagian belakang telinga yang terlihat membengkak dan berwarna kemerahan.
  • Keluarnya cairan kental dari telinga.
  • Cuping telinga yang menonjol keluar karena pembengkakan pada tulang mastoid.
  • Demam dan sakit kepala.
  • Nyeri pada telinga dan gangguan pendengaran.

Bila melihat gejala seperti di atas, segeralah bawa anak Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat hingga tuntas.

  • Sebabkan Komplikasi yang Serius

Mastoiditis pada balita tidak boleh diabaikan dan harus ditangani secara serius dan sesegera mungkin. Pasalnya bila dibiarkan, infeksi bisa terus menyebar dan menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti:

  • Meningitis: Infeksi yang menyebabkan peradangan pada selaput di sekitar otak dan tulang sumsum.
  • Abses otak: Infeksi pada otak yang ditandai dengan kantung berisi nanah.
  • Kehilangan pendengaran.
  • Labirintitis: Infeksi di bagian dalam telinga.
  • Kerusakan saraf wajah yang bisa menyebabkan kelumpuhan wajah.
  • Gangguan penglihatan dan sakit kepala akibat adanya gumpalan darah di otak.
  • Bukan Sekadar Infeksi Telinga

Otitis media atau infeksi telinga terjadi akibat adanya cairan yang mengandung bakteri atau virus pada bagian tengah telinga.

Mengutip Children’s Hospital of Philadelphia, infeksi telinga pada balita yang tidak ditangani dengan baik hingga tuntas dapat membuat cairan yang mengandung bakteri dan virus menyebar ke sel udara pada tulang mastoid dan menyebabkan mastoiditis pada balita.

Dalam beberapa kasus, mastoiditis pada balita juga bisa disebabkan oleh menumpuknya sel kulit yang disebut dengan kolesteatoma sehingga membuat cairan terakumulasi di tulang mastoid.

  • Pengobatan Sesuai Tingkat Keparahan

Semakin cepat mastoiditis pada balita ditangani, maka akan semakin ringan pula prosedur pengobatan yang harus dijalankan olehnya. Mastoiditis ringan biasanya diatasi dokter dengan pemberian antibiotik, tapi tidak menutup kemungkinan dilakukan prosedur pengeringan cairan di dalam telinga dengan mengunakan selang timpanostomi maupun miringotomi atau operasi kecil pada gendang telinga.

***

Itulah kira-kira beberapa fakta penting terkait mastoiditis pada balita. Jika anak Anda mulai rewel dan mengeluhkan rasa sakit di belakang telinga, jangan abai! Segeralah bawa ia ke dokter agar mendapat pertolongan demi menjaga kemungkinan kondisi kesehatan yang lebih baik ke depannya.

Penyakit Read More

Cara Cegah Agar Tidak Kena Batu Ginjal

Salah satu penyebab batu ginjal adalah kurang minum

Menjadi salah satu penyakit yang paling mengkhawatirkan dan membuat banyak orang berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Batu ginjal merupakan benda keras yang terbuat dari bekuan kalsium, penyakit ini ditandai dengan rasa sakit ketika buang air kecil atau bahkan kencing berdarah. Penyebab batu ginjal bisa menyebabkan komplikasi kesehatan apabila tidak segera ditangani.

Terdapat beberapa cara yang bisa digunakan untuk mencegah terjadinya batu ginjal, salah satunya adalah minum air putih yang banyak. Konsumsi air putih sebanyak 8 gelas per hari mampu menurunkan risiko pembentukan batu ginjal. Batasi minuman bersoda, karena konsumsi satu gelas soda seharinya mampu meningkatkan risiko terkena batu ginjal sebanyak 23 persen.

Penyebab Batu Ginjal

Sebuah endapan keras yang muncul karena zat di air kencing yang mengeras melalui proses nephrolithiasis. Bentuk penyakit ginjal ini pada umumnya berukuran kecil, atau hanya mencapai beberapa inci, ukuran yang lebih besar biasanya mengisi saluran air kencing dari ginjal ke kandung kemih, biasanya disebut dengan staghorn.

Batu ginjal atau juga disebut dengan kencing batu disebabkan karena urin dan air terlalu banyak mengandung bahan kimia. Seperti, kalsium, asam urat hingga sistin atau campuran fosfat, magnesium dan ammonium.

Selain itu, melakukan diet protein dengan sangat tinggi dan kurangnya asupan air putih dalam tubuh juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini. Fakta menunjukkan sebanyak 85 persen, penyakit batu ginjal terbuat dari zat kalsium. Berikut ini beberapa jenis penyebab yang dapat membuat seseorang mengalami batu ginjal.

  • Tumpukan Kalsium

Kelebihan kalsium merupakan salah satu penyebab munculnya batu ginjal atau kencing batu. Hal ini dikarenakan kalsium yang tidak terpakai oleh tulang dan otot akan dilimpahkan ke ginjal, sementara itu ginjal akan mengeluarkan kalsium dalam jumlah yang banyak bersamaan dengan sisa urine. 

  • Asam Urat Tinggi

Asam urat muncul ketika air seni mengandung terlalu banyak asam, biasanya kondisi ini disebabkan karena konsumsi makanan yang berlebihan. Seperti banyak mengonsumsi daging, ikan dan kerang sangat rentan terkena asam urat.

Mencegah Batu Ginjal

  • Perbanyak Air Putih

Konsumsi Air Putih Banyak bisa menjadi langkah konkret yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan batu ginjal. Rajin mengonsumsi air putih sangat cepat untuk menurunkan risiko terjadinya pembentukan batu ginjal.

  • Kurangi Asupan Garam

Konsumsi garam yang berlebih mampu memicu penyakit batu ginjal, hal ini karena garam yang berlebih bisa meningkatkan jumlah kalsium dalam urine. Diketahui bahwa batas wajar asupan garam dalam satu hari setara dengan satu sendok teh garam dapur.

  • Batasi Asupan Protein

Daging merupakan sumber protein hewani termasuk telur, jeroan, seafood dan susu hingga produk susu yang mengandung purin. Beberapa kandungan yang dimiliki protein hewani ini akan dibentuk menjadi asam urat di dalam urine. 

Terlalu banyak konsumsi protein, khususnya protein hewani bisa memicu terbentuknya batu ginjal dalam jangka waktu lama. Sangat direkomendasikan untuk mengonsumsi sebanyak lebih dari 170 gram daging dalam satu hari untuk dapat mencegah batu ginjal.

  • Jaga Berat Badan

Berat badan terlebih sangat berkaitan dengan muncul dan berkembangnya batu ganjil, kondisi memiliki berat badan berlebih bisa menyebabkan resistensi insulin dan meningkatnya jumlah kalsium dalam urine. Kondisi sangat berisiko dan memperbesar munculnya batu ginjal, karena pH urine cenderung asam.

Beberapa cara tersebut bisa mencegah timbulnya penyebab batu ginjal, cara melakukannya pun juga sangat mudah. Segera ubah gaya hidup menjadi lebih sehat, gaya hidup sehat terbukti ampuh mencegah munculnya penyakit itu.

Penyakit Read More

Penyakit Herpes: Apa Saja Yang Perlu Diketahui?

Herpes adalah penyakit yang menular melalui virus sehingga terjadi infeksi pada tubuh. Virus herpes tidak hanya menyebabkan infeksi pada tubuh, namun manusia cenderung merasakan nyeri pada tubuh.

Penyakit herpes dibagi menjadi dua jenis, yaitu herpes genital dan herpes oral. Kedua jenis herpes memberikan dampak signifikan pada tubuh berupa virus sehingga mengakibatkan gangguan serius pada tubuh seperti HIV sehingga memerlukan perawatan secara bertahap.

Herpes terjadi ketika seseorang melakukan kegiatan seks dengan pasangannya. Kedua jenis herpes menyebarkan virus berupa virus herpes simpleks atau HSV. HSV terdiri dari 2 bagian, yaitu HSV-1 dan HSV-2.

HSV-1 adalah virus yang sebagian besar menular pada bagian atas tubuh yang meliputi mulut, lidah, gusi, dan tenggorokan. HSV-2 adalah virus yang sebagian besar menular pada bagian bawah tubuh. Bagian bawah tubuh meliputi area sensitif seperti vulva, vagina, penis, dan skrotum.

Menurut Women’s Health, peluang terkena risiko herpes pada remaja laki-laki hingga pria paruh baya hanya sebesar 10%, sedangkan dari remaja perempuan hingga wanita paruh baya memiliki risiko dua kali lebih besar dari laki-laki.

Herpes menyebabkan gejala ringan pada tubuh seperti flu, sakit kepala, nyeri pada tubuh, bahkan demam sehingga muncul luka. Jika Anda mengalami luka karena herpes dan belum pernah merasakan ini sebelumnya, maka rasa sakitnya pada awal akan terasa berat. Namun jika gejala pada herpes muncul kembali, rasa sakit semakin berkurang.

Gejala lain yang menyebabkan rasa sakit sampai terlihat parah antara lain keputihan, nyeri pada alat kelamin ketika buang air kecil karena urin menyentuh luka herpes, dan gatal-gatal.

Ketika manusia melakukan seks, herpes genital berperan aktif dalam menyebar virus sehingga menyebabkan luka pada kulit dan mulut. Herpes juga dapat menyebar ke tubuh manusia walaupun mereka tidak mengalami gejala apapun.

Virus yang berdampak pada tubuh mengalir dari suatu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain, dan ini bergantung seseorang yang menyentuh luka di bagian mana dan menyebar ke mana saja.

Pada umumnya herpes terjadi pada semua orang, dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun peluang terkena herpes lebih sedikit dibandingkan dengan bayi yang baru lahir. Ada kemungkinan jika wanita hamil tertular herpes setelah berhubungan secara seksual sehingga bisa menyebabkan kebutaan, kerusakan otak, dan kematian pada bayi. Walaupun demikian, gejala tersebut dapat dicegah dengan operasi Caesar.

Penyakit herpes dapat didiagnosis. Anda perlu konsultasi dengan dokter jika tidak tahu mengalami penyakit herpes atau tidak, dan dokter akan memeriksa Anda jika Anda memiliki gejala tertentu. Setelah itu, dokter akan sampel luka yang kemudian akan diuji di laboratorium. Sampel luka yang diambil dapat mengindikasikan jika adanya gejala secara khusus yang mengakibatkan luka pada tubuh.

Walaupun herpes tidak dapat sepenuhnya disembuhkan, Anda bisa menggunakan obat untuk mencegah atau menunda terjadinya penyakit tersebut. Penyakit tersebut tidak dapat ditentukan mengenai kapan akan datang, namun bisa diperlambat. Obat yang bisa digunakan antara lain obat acyclovir, valacyclovir, dan antivirus.

Selain itu, untuk mencegah herpes, ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Pertama, Anda perlu menjaga higienis dengan selalu cuci tangan dengan sabun untuk mencegah infeksi. Kedua, jika Anda mengalami luka, sebaiknya jangan disentuh. Anda sebaiknya mencuci bekas luka dan membersihkannya dengan kapas. Terakhir, jangan berhubungan seks jika Anda atau pasangan Anda terkena virus herpes.

Penyakit Read More

Gejala dan Faktor Risiko Sepsis

Pernahkah Anda mendengar istilah medis sepsis? Sepsis adalah sebuah penyakit yang mengancam nyawa yang disebabkan oleh respon sistem kekebalan tubuh terhadap suatu infeksi. Sistem kekebalan tubuh Anda melindungi tubuh dari berbagai jenis penyakit dan infeksi. Namun, sistem kekebalan tubuh ini juga dapat bekerja secara berlebihan untuk melawan suatu infeksi. Sepsis terjadi saat zat kimia yang ada di sistem kekebalan tubuh masuk ke dalam aliran darah untuk melawan infeksi. Alih-alih melawan infeksi, hal ini memicu peradangan di seluruh bagian tubuh. Beberapa kasus sepsis dapat bertambah parah dan menjadi syok septik, sebuah kondisi medis darurat. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, terdapat lebih dari 1.5 juta kasus sepsis setiap tahunnya. Dan infeksi ini membunuh sekitar 250 ribu orang setiap tahun di Amerika. Artikel ini akan membahas gejala dan faktor risiko sepsis.

Gejala Penyakit Sepsis

Gejala atau tanda-tanda penyakit sepsis setelah infeksi terjadi terkadang sulit untuk dilihat. Tidak jarang bahkan sering dianggap sebagai kondisi medis serius lain. Akan tetapi, sepsis biasanya memiliki gejala seperti berikut ini, yang akan muncul setelah terjadinya infeksi, seperti:

  • Demam tinggi, diikuti dengan tubuh yang menggigil hebat
  • Detak jantung yang cepat (tachycardia)
  • Bernapas dengan cepat (tachypnea)
  • Berkeringat dalam jumlah yang banyak dan tidak wajar (diaphoresis)

Sangat penting untuk segera menghubungi dokter agar mendapatkan bantuan medis terutama apabila sepsis telah berkembang ke tahap selanjutnya seperti sepsis berat dan syok septik. Gejala yang ditimbulkan pada tahapan sepsis selanjutnya seperti:

  • Pusing atau rasa ingin pingsan
  • Bingung, perubahan kondisi mental yang tidak biasa
  • Diare, muntah-muntah dan mual
  • Rasa sakit pada otot
  • Kesulitan bernapas
  • Jumlah urin yang keluar sedikit
  • Kulit yang dingin dan pucat
  • Kehilangan kesadaran

Cari bantuan medis secepatnya apabila tanda-tanda di atas muncul. Lansia dan anak0anak sangat rentan terena sepsis setelah infeksi dan memiliki risiko lebih tinggi untuk kondisi ini bertambah semakin parah. Sepsis memiliki efek yang serius dan berpotensi untuk mengancam jiwa. Meskipun demikian, kesempatan sembuh dari penyakit sepsis ringan cukup tinggi. Syok septik memiliki tingkat kematian sebesar 50%. Memiliki sepsis yang parah dapat meningkatkan risiko infeksi di masa mendatang. Sepsis berat dan syok septik juga dapat menyebabkan komplikasi. Penyumbatan darah dapat terjadi di seluruh tubuh. Sumbatan darah ini akan menyumbat aliran darah dan oksigen ke organ tubuh vital dan bagian-bagian tubuh lain. Hal ini akan meningkatkan risiko kegagalan organ dan kematian jaringan.

Faktor Risiko Sepsis

Semua orang bisa menderita sepsis. Meskipun demikian, ada beberapa yang mmiliki risiko lebih tinggi untuk terkena infeksi, seperti anak-anak dan lansia, orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (mereka yang menderita sakit HIV atau sedang dalam menjalani perawatan kemoterapi untuk mengobati kanker), orang-orang yang dirawat di unit perawatan insentif, dan orang-orang yang terpapar alat-alat invasive seperti kateter intravena dan tabung pernapasan. Sepsis bukanlah suatu penyakit yang menular. Namun, bakteri patogen yang menyebabkan infeksi awal yang mengakibatkan sepsi dapat menular. Sepsis menyebar pada tubuh dari sumber infeksi awal ke organ tubuh lain melalui aliran darah. Apabila Anda memiliki tanda-tanda atau gejala tersebut di atas, segera hubungi dokter. Dokter akan melakukan tes untuk membuat diagnosa dan memutuskan seberapa parah infeksi yang dimiliki. Perawatan akan bergantung pada hasil diagnosa dan pemeriksaan yang dilakukan.

Penyakit Read More