Ternyata, Gonore Kencing Nanah Bisa Menyerang Bayi

Mungkin Anda telah familiar dengan istilah penyakit kencing nanah atau gonore. Anda mungkin akan langsung terpikirkan bahwa penyakit ini biasanya diderita oleh pria dewasa. Namun, pada kenyataannya gonore juga dapat menyerang bayi.

Kencing nanah adalah infeksi menular seksual yang diakibatkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae atau gonococcus. Istilah gonore diambil dari nama bakter ini. Bakteri penyebab gonore umumnya dapat ditemukan dari cairan penis dan vagina. Bakteri ini dapat masuk ke leher rahim, uretra, dan rektum, bahkan dapat menginfeksi tubuh melalui tenggorokan atau mata.

Kondisi utama yang menjadi penyebab timbulnya infeksi gonore adalah aktivitas seksual yang dilakukan secara tidak aman, seperti sering bergonta-ganti pasangan dan berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Selain itu, melakukan hubungan seksual lewat vagina, anus (seks anal) dan mulut (seks oral) dapat meningkatkan risiko terkena infeksi gonore.

Dari kondisi tersebut, gonore ternyata dapat ditularkan oleh ibu pada anak bayi ketika melahirkan. Dalam kasus tertentu, gonore dapat menimbulkan komplikasi lain, seperti kebutaan permanen pada bayi yang baru lahir.

Apakah kencing nanah (gonore) dapat diobati dan bagaimana caranya?

Syukurnya, gonore dapat diobati dengan beberapa prosedur medis. Namun, cara mengobati gonore dapat berbeda-beda bergantung pada kondisi pasien, seperti tingkat keparahan gonore maupun usia pasien.

  • Mengobati gonore pada orang dewasa

Gonore pada orang dewasa dapat diobati dengan mengonsumsi obat antibiotik. Contoh obat yang dapat dikonsumsi, yaitu azythromycin dengan cara diminum atau obat ceftriaxone dengan suntikan.

  • Mengobati gonore pada bayi

Jika pasien kencing nanah adalah bayi, dokter akan memberikan obat mata segera setelah bayi dilahirkan. Prosedur ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang disebabkan oleh gonore, seperti kebutaan. Selain itu, dokter juga akan meresepkan antibiotik jika diperlukan.

Bagaimana cara mencegah gonore?

Beberapa hal sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mencegah gonore, antara lain:

  • Hindari berhubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan.
  • Tidak menggunakan sex toys milik orang lain.
  • Kenakan kondom tiap kali berhubungan seksual, bahkan ketika melakukan seks oral.
Penyakit Read More

Inilah Pilihan Obat Demam untuk Perawatan di Rumah

Tubuh kita telah dilengkapi dengan mekanisme pertahanan alami. Sebagai contoh, ketika tubuh mengalami infeksi atau menemukan ada komponen berbahaya, maka tubuh akan melawannya. Salah satu hal yang muncul sebagai efek mekanisme perlawanan ini adalah demam. Jadi, demam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari gangguan medis lain.

Apabila demam yang dirasakan masih ringan, sebaiknya Anda tidak langsung mengonsumsi obat demam. Pasalnya, kenaikan suhu tubuh ini biasanya turut membantu membunuh penyebab penyakit.

Akan tetapi, jika suhu tubuh terus meningkat dan sangat membuat Anda tidak nyaman, pemberian obat demam dapat dilakukan. Hal ini juga bermanfaat untuk mencegah kejang akibat suhu tubuh terlalu tinggi.

Membeli obat demam tanpa resep dokter

Kebanyakan orang tidak langsung memeriksakan diri ke dokter saat mengalami demam. Sebagian besar orang menganggap demam merupakan gangguan yang “biasa”, sehingga dapat diatasi dengan perawatan di rumah saja.

Hal tersebut tidak sepenuhnya salah. Bila demam yang terjadi masih di bawah tiga hari, Anda dapat menanganinya dengan obat demam yang dapat dibeli tanpa resep dokter.

1. Paracetamol

Paracetamol termasuk obat demam yang cukup umum dipilih. Obat ini dapat Anda beli di apotek, tanpa resep dokter.

Selain menurunkan panas atau demam, paracetamol juga memiliki khasiat untuk meredakan nyeri. Gejala demam kadang disertai dengan sakit kepala. Obat ini dapat sekaligus mengatasi keduanya.

Baik anak-anak, maupun dewasa dapat mengonsumsi paracetamol. Tentu dengan dosis dan bentuk sediaan yang berbeda. Untuk anak-anak, tersedia paracetamol dalam bentuk sirup. Terkait dosisnya, tanyakanlah kepada apoteker di apotek, jumlah dosis yang direkomendasikan.

Pada prinsipnya, paracetamol dapat dikonsumsi hampir oleh semua orang, kecuali mereka yang memiliki gangguan hati atau alergi terhadap obat ini. Selain itu, penderita yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah (warfarin), obat TBC (isoniazid), dan obat pereda kejang (carbamazepine dan phenytoin), tidak disarankan mengonsumsi paracetamol. Konsumsi obat-obat tersebut bersama paracetamol dapat memicu interaksi obat.

2. Ibuprofen

Obat yang sudah ditemukan sejak tahun 1969 ini dapat mengatasi demam dan peradangan. Seperti paracetamol, ibuprofen juga dapat dikonsumsi oleh anak-anak dan orang dewasa. Penyesuaian dosis tentu perlu dilakukan, Anda dapat berkonsultasi dengan apoteker di apotek serta membaca petunjuk pada kemasan secara seksama terkait hal ini.

Ketika berkonsultasi dengan apoteker, sebaiknya tanyakan juga terkait obat atau makanan yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan ibuprofen. Sebab, rata-rata obat dapat berinteraksi dengan obat dan makanan tertentu.

Pada beberapa orang, obat demam yang satu ini dapat memicu sakit perut. Itu sebabnya, disarankan untuk dikonsumsi setelah makan.

3. Aspirin

Dibandingkan kedua jenis obat sebelumnya, aspirin termasuk obat yang cukup keras. Sehingga penggunaannya hanya diperuntukkan bagi orang dewasa. Anak-anak tidak boleh mengonsumsi obat demam yang satu ini.

Efek samping konsumsi aspirin, mulai dari sakit perut hingga pendarahan atau tukak lambung. Mengingat efek sampingnya yang cukup serius, pastikan Anda telah berkonsultasi dengan apoteker di apotek sebelum memutuskan membeli obat ini.

Demam memang dapat dirawat di rumah dengan obat demam yang dapat dibeli di apotek. Namun, jika demam tidak kunjung reda setelah 3 hari atau suhu tubuh mencapai 39,4oC, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Pada suhu tersebut, efeknya mungkin menjadi fatal, sebab tidak terkendali lagi oleh tubuh.

Penyakit Read More

Apa Saja Gejala Cholangitis?

Merupakan kondisi medis yang merupakan suatu peradangan pada sistem saluran empedu disebut dengan cholangitis. Fungsi dari saluran empedu adalah membawa empedu dari hati dan kantong empedu ke bagian pertama dari usus kecil. Jika terjadi peradangan pada sistem saluran empedu, akan mengakibatkan timbulnya pembengkakan.

Pembengkakan dari hasil peradangan yang terjadi di saluran empedu akan mengganggu sistem peredaran sistem cairan empedu, yakni cairan yang diperlukan tubuh untuk proses pencernaan. Selain itu, carian empedu juga berfungsi sebagai pembersih limbah dari hati, saluran empedu yang tersumbat akan memicu empedu kembali bergerak ke hati dan merusak organ hati dan organ lain.

Gejala dan Penyebab Cholangitis

Gejala yang dirasakan oleh penderita kelainan ini adalah rasa nyeri pada perut, namun nyeri yang muncul memiliki karakter dan bisa muncul pada lokasi yang berbeda-beda. Pada umumnya, nyeri yang muncul akan terasa seperti tertusuk atau kram. Selain itu, rasa nyeri ini juga disertai dengan gejala lain seperti demam, mual, muntah hingga penyakit kuning.

Peradangan pada saluran empedu yang dialami penderita kelainan ini bisa disebabkan karena banyak faktor, yang paling sering terjadi karena infeksi bakteri. Lebih lanjut, beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan peradangan pada saluran empedu terdapat beberapa di antaranya sebagai berikut ini.

  • Gumpalan darah.
  • Tumor.
  • Infeksi parasit.
  • Pembengkakan pada pankreas.
  • Efek samping prosedur medis, seperti endoskopi.
  • Infeksi dari darah atau bakteremia.

Diagnosis Cholangitis

Diagnosis awal mengenai kondisi ini dilakukan oleh dokter dengan cara pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Dokter spesialis sistem pencernaan atau gastroenterologi akan melakukan pemeriksaan ini, setelah itu penderita atau pasien akan diminta untuk melakukan tes darah yang terdiri dari beberapa hal berikut ini.

  • Perhitungan darah lengkap untuk mengetahui jumlah sel darah putih yang ada, jika pasien mengalami infeksi penuh maka tubuh pasien berarti dipenuhi oleh sel darah putih dalam jumlah yang besar.
  • Melakukan tes fungsi hati yang disertai dengan pengambilan darah, tujuannya untuk mengetahui apakah hati si penderita berfungsi dengan baik. Kemudian tes kultur darah, untuk mendeteksi adanya infeksi pada darah.

Peradangan pada saluran empedu merupakan penyakit yang cukup kompleks dan memiliki dampak berbahaya. Hal inilah yang membuat pasien peradangan saluran empedu umumnya dilakukan di rumah sakit melalui berbagai metode yang ada, setelah menjalani perawatan ini pasien harus menjaga kondisi kesehatan di rumah dengan mengonsumsi obat secara teratur.

Pencegahan Peradangan Saluran Empedu

Salah satu upaya dalam pencegahan kondisi ini adalah dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, ini penting supaya seseorang mengetahui kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan termasuk salah satunya pada organ hati. Khusus pada pasien dengan penyakit empedu harus lebih berhati-hati karena memiliki potensi lebih besar terserang kondisi ini.

Apabila terdapat salah satu anggota keluarga yang pernah memiliki riwayat kesehatan, diharap untuk segera melakukan pemeriksaan atau setidaknya konsultasikan kondisi ke dokter spesialis. Selain itu, perubahan pada pola hidup menjadi lebih sehat juga bisa menjadi salah satu cara mencegah kondisi ini, bonus yang didapat sekaligus mencegah penyakit lain menyerang tubuh.

Perubahan pola hidup sehat pertama-tama bisa dilakukan dengan menghentikan kebiasaan konsumsi rokok dan menghindari terpapar asap rokok. Rokok maupun asapnya memiliki dampak negatif terhadap organ dalam tubuh manusia, termasuk hati. Selain itu juga dianjurkan untuk menghindari konsumsi alkohol.

Penyakit Read More

Kejang

Kejang dapat mengganggu aktivitas listrik otak

Kejang adalah perubahan aktivitas pada listrik otak. Otak berkomunikasi dengan bagian tubuh manusia melalui impuls listrik. Impuls listrik harus harus dilepaskan secara teratur dan sesuai koordinasi agar otak manusia berfungsi dengan baik. Jika tidak bekerja dengan baik, maka dapat memicu kejang.

Seseorang yang mengalami kejang bisa memicu gangguan pada aktivitas listrik otak dan mengakibatkan disfungsi otak sementara. Kejang dapat menimbulkan getaran yang kencang dan hilangnya kontrol. Kejang bisa menimbulkan cedera sehingga perlu segera diobati.

Jenis Kejang

Kejang terdiri dari 3 jenis, antara lain:

  • Kejang non-epilepsi

Kejang non-epilepsi merupakan jenis kejang yang terjadi akibat cedera.

  • Kejang parsial

Kejang parsial merupakan jenis kejang yang terjadi karena seseorang menderita epilepsi.

  • Kejang umum

Kejang umum merupakan jenis kejang yang disebabkan oleh kedua sisi otak yang mempengaruhi tubuh.

Tanda dan Gejala

Bila seseorang mengalami kejang parsial dan umum, tanda dan gejala bisa berlangsung selama 15 menit per episode. Berikut adalah gejala yang bisa terjadi sebelum manusia:

  • Memicu rasa takut atau cemas secara tiba-tiba pada dirinya.
  • Memicu perasaan mual pada perut.
  • Merasa pusing.
  • Mengalami perubahan pada penglihatan.
  • Sakit kepala.
  • Kehilangan kontrol pada lengan dan kaki.

Gejala yang menandakan manusia mengalami kejang adalah sebagai berikut:

  • Hilangnya kesadaran.
  • Kejang di bagian otot.
  • Air liur yang menetes dan berbusa.
  • Jatuh secara mendadak.
  • Perasaan aneh pada bagian mulut.
  • Menggigit lidah sendiri.
  • Mengatupkan gigi.
  • Mata bergerak secara mendadak.
  • Menimbulkan suara seperti mendengkur.
  • Sulit untuk menahan buang air kecil atau besar.
  • Perubahan suasana hati secara tiba-tiba.

Penyebab

Seseorang yang mengalami kejang bisa disebabkan oleh faktor berikut:

  • Terkena pukulan.
  • Menderita kanker.
  • Mengalami tumor otak.
  • Mengalami cedera di bagian kepala.
  • Memiliki elektrolit yang tidak setara.
  • Rendahnya gula darah di dalam tubuh.
  • Terkena infeksi otak seperti meningitis.
  • Mengkonsumsi obat antipsikotik dan obat asma.
  • Mengkonsumsi alkohol atau narkoba.

Diagnosis

Jika Anda mengalami kejang, Anda perlu periksa diri ke dokter. Dokter akan menyarankan beberapa tes untuk menentukan jenis kejang yang dialami dan pengobatan yang tepat. Tidak hanya itu, dokter juga akan memeriksa riwayat medis dan tanda yang mengarah pada kejang seperti sakit kepala dan gangguan tidur. Pemeriksaan laboratorium juga dapat digunakan untuk:

  • Melakukan tes darah untuk menentukan kadar elektrolit.
  • Pemeriksaan tulang belakang untuk melepaskan infeksi.
  • Skrining toksikologi untuk mendeteksi obat dan racun di dalam tubuh.

Tes elektroensefalografi (EEG) juga digunakan untuk mendeteksi gangguan seperti ini dan mengukur gelombang otak. Dengan mengukur gelombang otak, dokter dapat menentukan jenis kejang. Tes pencitraan seperti CT scan atau MRI dapat digunakan untuk membantu mendeskripsikan kondisi otak manusia dan melihat kelainan darah seperti tersumbat.

Pengobatan

Berikut adalah pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kejang:

  • Obat antikejang

Obat antikejang merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah kejang. Meskipun demikian, dokter perlu mempertimbangkan beberapa hal seperti usia pasien untuk menentukan dosis obat tersebut.

  • Pembedahan

Pembedahan dapat dilakukan dengan mengangkat bagian yang menyebabkan kejang.

  • Stimulasi saraf vagus

Stimulasi saraf vagus merupakan cara yang dapat dilakukan dengan meletakkan alat tersebut di bawah kulit dada pasien untuk menstimulasi saraf vagus pada leher, dan mengirimkan sinyal ke otak untuk menghambat kejang.

  • Stimulasi otak dalam

Cara ini dilakukan dengan menempatkan elektroda di bagian otak untuk memberikan impuls listrik untuk mengatur aktivitas otak yang tidak normal. Alat tersebut dihubungkan dengan alat pacu jantung yang diletakkan di bawah kulit dada pasien.

  • Neurostimulasi responsif

Selama menggunakan cara ini, perangkat yang diletakkan pada jaringan otak berfungsi untuk mendeteksi aktivitas kejang dan memberikan stimulasi listrik ke bagian yang terdeteksi untuk mencegah kejang.

  • Terapi diet

Cara ini dapat dilakukan jika pasien memiliki lemak yang tinggi dan karbohidrat yang rendah untuk mengontrol kejang.

Pola Hidup Yang Sehat

Untuk mengurangi risiko kejang, Anda juga sebaiknya menerapkan pola hidup yang sehat dengan cara berikut:

  • Beristirahat yang cukup.
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Menjaga tingkat stres.
  • Hindari kebiasaan mengkonsumsi alkohol atau narkoba.
Penyakit Read More

Perbedaan Bronkitis Akut dan Bronkitis Kronis

Penyakit bronkitis merupakan kondisi saat tabung yang membawa oksigen ke paru-paru atau disebut dengan nama bronkial mengalami peradangan. Kondisi ini pada umumnya dibagi menjadi dua jenis, bronkitis akut dan bronkitis kronis yang masing-masing memiliki penjelasan yang berbeda. Penyebab penyakit ini pun juga berbeda.

Perlunya pengetahuan mengenai perbedaan dari kedua jenis penyakit ini supaya diharapkan agar para penderita tidak salah dalam mengambil langkah antisipasi. Perbedaan mendasar dari kedua jenis penyakit bronkitis ini adalah waktu penyembuhan, tentunya hal ini sangat memengaruhi bagaimana cara pasien mencari cara penyembuhannya.

Jenis Bronkitis

  • Bronkitis Akut

Bronkitis akut merupakan jenis bronkitis yang paling umum ditemukan dan terjadi, biasanya berkembang melalui pilek atau infeksi pernapasan lain. Penyakit ini juga disebut dengan pilek dada, pada kasus yang terjadi biasanya bisa membaik dalam waktu satu minggu hingga 10 hari tanpa efek jangka panjang, meskipun batuk masih bertahan selama berminggu-minggu.

  • Bronkitis Kronis

Merupakan kondisi penyakit bronkitis yang lebih serius, keadaan ini muncul jika terjadi iritasi atau peradangan pada selaput bronkial yang berulang. Salah satu penyebab seseorang terkena peradangan ini adalah kebiasaan merokok. Seseorang yang mengalami serangan bronkitis berulang, kemungkinan besar juga mengidap bronkitis jenis yang satu ini.

Pasien yang menderita penyakit ini perlu segera mendapatkan penanganan medis karena penyakit ini merupakan salah satu kondisi yang termasuk dalam penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Sementara itu gejala yang ditimbulkan kedua jenis penyakit bronkitis ini juga berbeda, untuk yang akut biasanya bisa membaik dalam waktu satu minggu, untuk kronis bisa dalam hitungan bulan.

Penyebab Bronkitis

Bronkitis akut biasanya disebabkan karena adanya virus, jenis virus yang paling sering menyebabkan penyakit ini adalah virus yang sama ketika seseorang terkena pilek, flu dan batuk. Sementara itu, untuk bronkitis yang kronis paling umum disebabkan karena kebiasaan merokok. Selain itu, polusi udara, debu dan gas beracun yang dihirup seseorang juga memengaruhi kondisi ini.

Saluran bronkial yang terdapat di dalam kedua jenis bronkitis akan membengkak dan lebih banyak menghasilkan lendir jika tubuh tengah melawan virus atau kuman. Hal ini membuat celah udara mengalir ke saluran pernapasan sangat kecil, sehingga muncul kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan bernapas.

Pengobatan Bronkitis

Pada kebanyakan kasus, bronkitis akut bisa sembuh dengan sendirinya hanya dalam hitungan hari, jika kondisi ini diakibatkan karena serangan bakteri meskipun sangat jarang terjadi, nantinya dokter akan memberi anti biotik untuk mengatasinya. Namun, jika sudah dalam kondisi mengalami asma atau mengi, kemungkinan dokter akan memberi inhaler sebagai alat pembantu pemberi udara.

Sementara itu berikut ini terdapat beberapa pengobatan untuk bronkitis kronis yang tujuannya hanya untuk meredakan gejalanya. Pengobatan ini bisa dipilih sesuai keinginan atau juga bisa dilakukan semuanya secara rutin. Dengan adanya beberapa pengobatan ini diharapkan pasien atau si penderita bisa segera pulih.

  • Konsumsi obat-obatan, seperti antibiotik, anti radang dan bronkodilator yang fungsinya untuk membuka saluran udara si pasien.
  • Menggunakan alat pembersih lendir, fungsi dari alat ini tentunya untuk mengeluarkan lendir dengan lebih mudah.
  • Terapi oksigen, dengan melakukan terapi ini secara rutin pasien akan dapat bernapas dengan lebih baik tanpa kesulitan.
  • Mengikuti rehabilitasi paru, ini merupakan program latihan yang bisa membantu pasien bernapas lebih mudah disertai olahraga secara rutin.
Penyakit Read More

Terlihat Mirip, Apakah Hematoma Sama dengan Memar?

Ketika kita mengalami kecelakaan atau trauma, seperti terbentur; terjatuh; atau terjepit, akan terlihat “tanda” di sekitar bagian tubuh yang mengalami kemalangan tersebut. Jika tidak berdarah, biasanya di bagian tersebut tampak tanda biru keunguan yang terasa sakit bila disentuh atau ditekan. Kita biasanya mengenal “tanda” itu dengan memar atau lebam. Namun, jangan sangka, sebab itu bisa saja merupakan hematoma.

Hematoma pernah dialami oleh siapa saja, disadari atau tidak. Hematoma, meski terlihat seperti memar atau lebam, tetapi bukanlah suatu kondisi yang bisa diabaikan. Jika memar atau lebam tak perlu penanganan yang serius, hematoma lain lagi. Sebab, bila tidak mendapat penanganan medis, hematoma bisa saja mengancam jiwa.

Sampai di sini, mungkin kita akan bertanya-tanya, sebenarnya apa sih perbedaan hematoma dengan memar atau lebam?

  • Hal yang Perlu Diktahui Terkait Hematoma

Hematoma dapat dijelaskan sebagai kondisi di mana terdapat darah yang menggumpal dan berkumpul di luar pembuluh darah. Hematoma terjadi saat salah satu pembuluh darah besar di dalam tubuh kita mengalami kerusakan.

Penyebab terjadinya sama saja, karena cedera atau trauma yang disebabkan kecelakan. Hematoma terjadi ketika kecelakaan membuat pembuluh darah pecah dan darah bocor ke jaringan di sekitarnya. Hematoma memengaruhi semua jenis pembuluh darah besar termasuk arteri, kapiler, dan vena. Selain trauma, hematoma juga bisa dipicu oleh obat- obatan tertentu, aneurisma, infeksi virus (cacar air, HIV, atau hepatitis C) dan patah tulang.

Hematoma dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, selama faktor-faktor terjadinya terpenuhi. Akan tetapi, ada jenis-jenis hematoma yang masuk ke dalam kategori berbahaya. Hematoma bisa menjadi bahaya jika terjadi di area vital atau penting, seperti jenis hematoma epidural, subdural, dan intraserebral yang memengaruhi otak dan tengkorak.

Tengkorak adalah area tertutup, apa pun yang menumpuk dalam otak pasti memengaruhi kemampuan otak untuk bekerja secara efektif. Pendarahan otak sulit dideteksi tanpa pengujian yang tepat dan perawatan medis yang diperlukan. Gejala hematoma potensial pada tengkorak dapat meliputi sakit kepala hebat, kantuk berat, kebingungan, pusing, muntah, hingga menyebabkan penderitanya melantur.

  • Memar

Memar atau lebam, sering pula disebut luka dalam, merupakan kondisi yang ditunjukkan dengan terjadinya perubahan warna di permukaan tubuh. Memar terjadi saat pembuluh darah kecil, kapilari, otot, atau jaringan di bawah kulit mengalami kerusakan. Memar biasanya muncul setelah bagian tubuh mengalami benturan atau pukulan keras.

Memar yang tergolong ringan biasanya sembuh dengan sangat cepat tanpa memengaruhi kehidupan sehari-hari. Anda mungkin hanya perlu mengompresnya dengan es untuk menghilangkan memar. Namun, memar yang parah menyebabkan kerusakan jaringan yang dalam dan menyebabkan komplikasi termasuk infeksi yang membutuhkan antibiotik dan waktu lama untuk sembuh. Meskipun begitu, memar jarang menyebabkan kerusakan pada organ dalam.

  • Perbedaan Hematoma dengan Memar

Lantas apa perbedaan hematoma dengan memar? Salah satu perbedaan yang paling mencolok di antara keduanya adalah jaringan atau pembuluh darah yang mengalami kerusakan. Hematoma terjadi karena kerusakan pembuluh darah besar, sementara memar terjadi karena keruskana pembuluh darah kecil.

Selain itu, perbedaan keduanya dapat dipetakan seperti di bawah ini:

  • Memar seringnya terjadi di bawah permukaan kulit sehingga bisa terlihat. Hematoma seringnya terjadi di dalam tubuh sehingga tak memunculkan tanda-tanda di kulit.
  • Memar biasanya hanya menyebabkan permukaan kulit berwarna kebiruan atau kehitaman, dan terasa nyeri saat disentuh. Sedangkan hematoma seringnya tidak terlihat dari luar, tapi bila terjadi dekat dengan permukaan kulit akan menimbulkan benjolan kemerahan berisi cairan.
  • Memar akan sembuh sendiri dalam 1-2 minggu atau dipercepat dengan penggunakan salep obat memar seperti Thromboflash. Hematoma ringan biasanya juga bisa diatasi dengan cara yang sama, tapi hematoma internal yang terjadi di dalam tubuh, atau hematoma yang parah, sering kali memerlukan operasi untuk mengeluarkan genangan darah dari jaringan tubuh.

Setelah mengetahui perbedaan antara hematoma dengan memar biasa, diharapkan Anda bisa dapat memetakan masalah yang terjadi setelah mengalami cedera atau kecelakaan. Dengan demikian, Anda bisa membedakan mana kondisi yang sekiranya perlu penanganan lebih lanjut dan mana yang hanya butuh perawatan sederhana di rumah.

Penyakit Read More

Mengenal Aortogram Abdominalis

Secara umum aortogram merupakan tindakan medis untuk memetakan atau mendapatkan gambaran mengenai aorta atau batang nadi pasien. Akan tetapi kondisi di lapangan memungkinkan prosedur ini untuk mengalami perkembangan.

Salah satu pengembangan itu adalah aortogram abdominalis. Secara garis besar tindakan ini sama seperti aortogram biasa. Bedanya, tindakan ini dilakukan untuk menemukan masalah-masalah di bagian abdomen atau dalam istilah umum dikenal dengan rongga perut.

Prosedur aortogram abdominalis memungkinkan tenaga medis medeteksi pembuluh darah yang bermasalah, di mana mereka menyempit atau menutup karena plak. Penyakit yang disebabkan oleh kondisi tersebut disebut penyakit arteri peripheral atau PAD (Pheripheral Artery Disease). Aortogram abdominalis ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi aneurisma perut.

Siapa yang Memerlukan Aortogram Abdominalis?

  • Mereka yang mengalami nyeri di kaki saat berjalan lantaran mengalami penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah. Timbunan lemak yang menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah  yang bersangkutan sehingga mengurangi aliran darah dan dalam beberapa kasus, menghalangi sepenuhnya.
  • Mereka yang memiliki aneurisma perut sebelum melakukan tindakan operasi.

Selain itu, pasien-pasien dengan gejala lain yang berkaitan dengan masalah pembuluh darah. Dokter tahu pasti seseorang yang membutuhkan prosedur tersebut.

Bagaimana Prosedur Aortogram Abdominalis Dilakukan?

Prosedur ini dimulai dengan pemasangan tabung plastik fleksibel yang sempit oleh dokter. Tabung sempit tersebut yang dinamakan kateter. Kateter itu dipasang melalui arteri yang diduga mengalami penyempitan atau penyumbatan.

Kemudian kateter tersebut akan dihubungkan ke pompa yang menyuntikkan pewarna sinar-X. Setelah gambar X-ray menunjukkan di mana penyumbatan berada, dokter yang menangani Anda akan dapat memutuskan cara terbaik untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat, , seperti dengan balon kecil pada kateter. Prosedur itu dimaksudkan untuk menekan plak agar membuka arteri.

Hal itu dilakukan guna menghentikan rasa sakit dan mengurangi risiko pembekuan darah. Anda mungkin memerlukan stent di dalam arteri di kaki Anda agar tetap terbuka.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Proses Aortogram Abdominalis

Sebelum prosedur:

  • Anda tidak boleh makan atau minum apa pun setelah tengah malam malam, kecuali untuk obat-obatan pribadi. Dokter atau perawat Anda akan memberi tahu jika harus berhenti minum obat apa pun sebelum menjalani prosedur.
  • Membawa daftar semua obat Anda ke rumah sakit.
  • Tolong beri tahu dokter jika diperkirakan atau tengah hamil.
  • Seorang perawat akan menempatkan infus di tangan atau lengan Anda untuk mengalirkan cairan dan obat-obatan.
  • Dokter akan menjawab pertanyaan dan meminta untuk menandatangani formulir persetujuan.

Selama prosedur:

  • Anda akan berbaring di meja x-ray dengan berbagai mesin di sekitar. Anda akan menggunakan tensimeter di lengan, klip di jari untuk memastikan Anda mendapatkan oksigen yang cukup, dan kabel di kaki dan lengan untuk memeriksa detak jantung Anda.
  • Perawat akan memberi obat penghilang rasa sakit dan obat penenang yang akan membuat rileks, sebelum prosedur. Perawat akan memberi Anda lebih banyak obat jika diperlukan. Anda akan merasa santai, tetapi Anda akan terjaga sehingga Anda dapat mengikuti instruksi.
  • Area tempat dokter akan bekerja akan dibersihkan dan dicukur. Anda akan ditutupi oleh tirai steril dari bahu hingga ke kaki Anda.
  • Dokter akan membuat mati rasa area di pangkal paha atau lengan dan memasukkan tabung kecil fleksibel yang disebut kateter.
  • Ahli radiologi akan mengarahkan tabung ke arteri besar di perut Anda dan menyuntikkan pewarna sinar-X. Pewarna dapat menyebabkan rasa terbakar di kaki Anda, tetapi akan hilang dalam 20 hingga 30 detik. Penting untuk tetap diam selama proses tersebut. Anda tidak akan merasakan tabung bergerak di dalam arteri Anda.
  • Teknolog akan memberitahu Anda untuk menahan napas dan tetap diam selama gambar (sekitar 10 detik untuk setiap gambar).

Setelah prosedur aortogram perut:

  • Ahli radiologi atau perawat akan melepas kateter dan mencegah perdarahan. Jika kateter berada di pangkal paha, Anda harus berbaring tanpa mengangkat kaki selama sekitar empat jam.
  • Kepala tempat tidur mungkin sedikit miring untuk membantu Anda beristirahat. Anda akan dapat menekuk kaki yang lain untuk mengurangi tekanan di punggung Anda, atau perawat dapat menggulingkan Anda. Jika Anda mengalami sakit punggung, dokter dapat memberi Anda obat untuk membantu Anda merasa lebih baik. Perawat akan memenuhi keluhan dan kebutuhan Anda.
  • Panggil perawat jika Anda merasakan ketidaknyamanan di dada, sakit punggung, atau kebasahan di area tempat kateter berada.
  • Perawat Anda akan memeriksa tekanan darah, detak jantung, irama jantung, dan denyut nadi di daerah dekat pemasangan kateter.
  • Anda akan menerima cairan IV untuk menyiram pewarna dari sistem pencernaan Anda.
  • Anda dapat makan satu jam setelah prosedur jika tidak punya masalah minum cairan.
  • Jika Anda perlu batuk atau bersin, berikan tekanan pada bagian kateter terlebih dahulu untuk melindunginya.
  • Jika Anda adalah pasien rawat jalan, Anda dapat pergi setelah 5 jam. Anda akan membutuhkan seseorang untuk mengantar Anda pulang.

Nah itulah beberapa hal penting yang dapat diketahui tentang tindakan medis aortogram abdominalis. Komunikasikan dengan ahli medis terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut yang mungkin tidak disebutkan di artikel ini.

Penyakit Read More

Inilah Cara Deteksi Gangguan Tiroid dengan Mandiri

Salah satu dampak yang ditimbulkan ketika mengalami kelainan dari kelenjar tiroid adalah adanya perubahan metabolisme dalam tubuh. Tak jarang seseorang melakukan pemeriksaan tiroid, hal ini dilakukan sebagai respons terkait pertanyaan besar apakah gangguan tiroid ini bisa disembuhkan atau tidak.

Seseorang bisa disebut menderita gangguan tiroid jika kelenjar tiroid yang terdapat di leher tidak bekerja sebagaimana fungsi yang dimiliki. Padahal munculnya gangguan ini disebabkan karena kondisi yang tidak membahayakan, seperti salah satunya adanya pembengkakan kelenjar atau juga keadaan yang mengancam nyawa seperti munculnya kanker kelenjar getah bening.

Pemeriksaan Tiroid Mandiri

Gangguan tiroid termasuk merupakan kondisi darurat yang memerlukan diagnosis dan pengobatan dengan segera. Hal ini dilakukan dengan tujuan dapat mencegah kondisi yang tidak diharapkan, diawali dengan pemeriksaan fisik dengan mencurigai tanda gangguan ini. Jika benar diketahui, maka dokter akan melakukan pengobatan tanpa menunggu pemeriksaan laboratorium.

Sangat penting untuk bisa melakukan deteksi diri, salah satunya menggunakan cara sederhana seperti yang dijelaskan oleh pendiri sekaligus Ketua Pita Tosca, komunitas pejuang tiroid Indonesia, Astriani Dwi Aryaningtyas. Pemeriksaan sedini mungkin penting untuk dilakukan dan ditekankan oleh banyak orang.

Karenanya seseorang tidak dapat selalu bisa mengandalkan peralatan medis dan dokter dalam mendiagnosa gangguan ini. Terdapat beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan secara mandiri untuk mengecek dan mendeteksi gangguan tirod, cara ini bisa dilakukan seseorang ketika berada di rumah atau di mana pun itu, berikut ini langkah-langkahnya.

  • Berdiri di depan cermin kaca, kemudian arahkan pandangan ke atas agar bagian leher terlihat dengan cukup jelas.
  • Kemudian lakukan gerakan menelan, ketika melakukan gerakan ini usahakan untuk memperhatikan bagian bawah jakun.
  • Setelah itu, kembali lakukan gerakan menelan, tak hanya diperhatikan tetapi juga sambil meraba bagian bawah jakun.
  • Ketika dan yang mencurigakan ketika memperhatikan bagian bawah jakun, seperti muncul atau teraa benjolan, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Ketika melakukan pemeriksaan tiroid ke dokter dan ternyata memang terdapat gangguan pada tiroid, maka pada umumnya dokter akan memberikan beberapa jenis pengobatan. Hal ini tergantung pada kondisi pasien ketika melakukan pemeriksaan, selain itu terdapat beberapa jenis penyakit tiroid dengan penyebab yang berbeda.

  • Hipotiroidisme

Merupakan gangguan tiroid yang bisa diobati dengan melakukan konsumsi pada obat bernama levothyroxine. Fungsi dari obat ini adalah menggantikan hormon tiroid yang hilang karena disebabkan produksi di kelenjar tiroid yang tidak cukup. Penggunaan obat ini dalam pengawasan ketat dokter, mulai dari dosis hingga waktu konsumsi.

Seseorang harus mengikuti anjuran dokter dalam konsumsi obat ini, jika tidak mengikuti panduan tersebut satu hal yang bukan tidak mungkin dirasakan penderita adalah kelenjar tiroid tidak berfungsi secara normal.

  • Hipertiroidisme

Berbanding terbalik dengan jenis gangguan tiroid di atas, Hipertiroidisme lebih sulit untuk diobati, dokter akan ditantang untuk membuar normal kembali produksi hormon tiroid yang muncul berlebih secara langsung di kelenjar tiroid tersebut.

Pengobatan yang dilakukan juga meliputi beberapa konsumsi jenis obat, seperti misalnya obat antitiroid guna mencegah produksi hormin di kelenjar tiroid, kemudian kapsul iodium radioaktif yang berfungsi memecah tiroid dalam darah, hingga melakukan operasi.

Konsumsi kapsul iodium menjadi pengobatan yang paling banyak digunakan atau paling populer dalam pengobatan gangguan tiroid jenis ini. Hal ini tak lepas dari fungsi kapsul yang dengan cepat membuat normal fungsi dari kelenjar tiroid.

Penyakit Read More

Gambaran Umum Mengenai PET SCAN

Merupakan gabungan dari pemindaian PET dan CT yang fungsinya agar mendapatkan lebih lengkap dan rinci mengenai gambaran kondisi pasien penyakit kanker disebut dengan PET SCAN. PET merupakan singkatan dari Position Emission Tomography dan CT adalah Computed Tomography, keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok.

Perbedaan mencolok keduanya adalah pada penggunaan sinar X yang dipakai untuk mengambil gambar bagian dalam tubuh pada CT. Sementara PET menggunakan penyuntikan zat radioaktif bernama radiotracer sesaat sebelum pasien masuk ke pemindai PET. Dalam proses pemindaian gabungan bisa mendeteksi bagian mana yang memiliki sel-sel lebih aktif.

Proses PET Scan

Pemeriksaan ini tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang, pasien yang menggunakan proses pemeriksaan ini adalah mereka yang terindikasi mengidap kanker atau sudah dalam tahap proses pengobatan kanker. Dengan pemeriksaan ini, dokter akan mendapatkan gambaran secara rinci dan beberapa keuntungan yang di dapat seperti di bawah ini.

  • Melakukan diagnosa kanker.
  • Menentukan tingkat atau stadium kanker penderita.
  • Menentukan jenis pengobatan terbaik untuk penyembuhan penyakit kanker.
  • Menentukan perubahan setelah pengobatan.
  • Menentukan bagian pertama yang terjangkit kanker.
  • Membedakan antara jaringan luka dan jaringan kanker aktif.
  • Menentukan apakah kanker akan kembali atau sudah hilang.

Terkait hasil dari pemeriksaan, baru akan muncul beberapa minggu setelah tes dilakukan. Meski demikian, dokter dapat meminta hasil pemeriksaan jika pada kasus darurat. Yang bertanggung jawab pada hasil pemeriksaan pindai adalah spesialis radiologi dan pengobatan dengan nuklir, setelah itu akan memberikan laporan ke dokter spesialis.

Pasien akan dijadwalkan menjalani pemindaian di saat yang bersamaan juga merupakan masa persiapan, dokter akan memberikan instruksi tertulis mengenai apa yang harus dilakukan oleh pasien sebelum melakukan pemeriksaan. Salah satunya tidak diperkenankan mengonsumsi makanan 6 jam sebelum jadwal pemindaian.

Selain itu, pasien juga tidak boleh melakukan aktivitas yang bisa menimbulkan ketegangan dalam kurun waktu 24 jam sebelum dilakukan pemeriksaan. Konsumsi obat-obatan tetap bisa dilanjutkan jika dokter tidak menganjurkan untuk menghentikan konsumsi obat tersebut. Untuk pasien diabetes dimungkinkan mengganti pola makan dan rutinitas.

Pemindaian ini dilakukan dengan cara memasukkan manula atau tabung kecil lewat salah satu pembuluh darah yang terdapat pada bagian punggung dan lengan. Kemudian disuntikan obat radioaktif bernama tracer atau dikenal juga sebagai pelacak lewat manula. Obat tersebut kemudian akan menyebar ke seluruh tubuh secara perlahan.

Tepat sebelum proses dilakukan, pasien akan diminta untuk mengosongkan isi kandung kemih mereka. Setelah itu pasien diminta untuk berbaring di kasur kecil tepat di dalam ruang pemindaian, posisi pasien akan diatur oleh radiografer akan tepat dan nyaman bagi pasien. Proses dimulainya pemindaian ditandai dengan kasur yang secara perlahan bergerak.

Proses ini memakan waktu selama 30 hingga 60 menit, namun hal ini juga tergantung pada bagian tubuh mana yang dipindai. Pada umumnya, pasien merasa tidak nyaman ketika proses berlangsung khususnya ketika pasien diharuskan untuk berdiam selama proses dilakukan. Tindakan yang dilakukan memang membutuhkan banyak waktu.

Proses PET Scan tidak memungkinkan adanya radiasi terutama pada tindakan sinar X dan penggunaan obat radioaktif, risiko yang ada bisa menimbulkan masalah dan memengaruhi kesehatan sangat kecil. Sementara pelacak radioaktif yang digunakan dalam jumlah sedikit langsung terurai, hal ini memastikan pasien tidak akan merasakan rasa tidak nyaman ketika proses pemindaian dilakukan.

Penyakit Read More

Hati-hati Penularan COVID-19, Ini Jarak Aman Corona

Saat ini dunia digegerkan dengan wabah mematikan yang disebut COVID-19. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu coronavirus, dengan nama resmi SARS-CoV-12, yang menyerang saluran pernapasan dan mematikan apabila menyerang orang-orang yang sudah memiliki komplikasi kesehatan sebelumnya, seperti diabetes dan penyakit jantung. Untuk penularannya sendiri, COVID-19 ditularkan melalui droplet (cairan yang dikeluarkan saat seseorang batuk atau bersin) penderita positif virus.Menurut para peneliti, penyebaran SARS-CoV-2 yang sangat cepat disebabkan karena pergerakan orang-orang dengan gejala ringan atau tidak sama sekali. Orang-orang tersebut tidak sadar mereka membawa coronavirus di dalam tubuh mereka (carrier). Oleh sebab itu, penerapa jarak aman corona perlu dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan yang penting.

Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, berapakah jarak aman corona yang sebenarnya? Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika menyarankan agar orang-orang memakai masker kain saat berada di ruang public dan menjaga jarak aman corona sekitar 2 meter satu sama lain. Hal ini akan membantu memperlambat penyebaran virus dari orang-orang “asymptomatic”, atau mereka yang tidak sadar membawa virus, ke orang lain. Masker wajah kain juga harus terus dipakai ketika Anda menjaga jarak aman corona. Hindari menggunakan masker bedah atau N95 karena masker tersebut sangat dibutuhkan oleh tenaga medis.

Mengapa SARS-CoV-2 menyebar dengan sangat cepat?

Para peneliti berusaha untuk menjawab pertanyaan tersebut. SARS-CoV-2 terus menyebar di seluruh dunia meskipun jumlah pembatasan perjalanan dan karantina kian meningkat. Hipotesa-hipotesa baru guna menjawab pertanyaan tersebut bermunculan. Salah satunya, menurut para peneliti, adalah karena pergerakan dari orang-orang yang tidak sadar telah tertular virus (antara mereka hanya memiliki gejala yang ringan atau karena kondisi mereka tidak menimbulkan gejala apapun).

Dalam sebuah studi pendahuluan, professor Chaolong Wang dan koleganya berpendapat bahwa 50 persen kasus yang terjadiselama outbreak di kota Wuhan tidak terkonfirmasi, dan ini berarti termasuk orang-orang yang tidak menunjukkan gejala apapun atau hanya gejala ringan yang tetap dapat berakivitas sosial dengan bebas. Dalam studi yang baru, para peneliti mengembangkakn sebuah metode yang mampu memprediksi pola penyebaran virus. Studi tersebut berdasarkan atas pergerakan populasi, kasus-kasus yang tidak terkonfirmasi, dan mereka yang sedang ada dalam pengawasan karantina. Menurut penelitian tersebut, banyak orang yang sudah tertular virus tidak menyadari bahwa mereka membawa coronavirus di dalam tubuh, dan mereka terus melakukan hubungan sosial dengan orang lain. Hal ini mungkin menjadi alasan mengapa virus tersebut dapat menyebar dengan sangat cepat di provinsi Hubei, dan sekarang sedang menyebar di seluruh dunia. Para peneliti juga menyimpulkan bahwa sekitar 90 persen infeksi berhasil dicegah setelah pemerintah memberikan anjuran menjaga jarak aman corona.

Satu-satunya cara memotong rantai penyebaran

Penelitian lain sepertinya menuju arah yang sama. Misalnya, analisa model statistic yang muncul di jurnal Eurosurveillance mengindikasikan bahwa jumlahorang yang terjangkit virus di kapal pesiar Diamond Princess tetap menunjukkan gejala asymptomatic cukup banyak. Pada bulan Februari, beberapa penumpang di kapal pesiar tersebut dites positif memiliki COVID-19, yang menyebabkan terjadinya penyebaran infeksi di kapal. Dengan cepat, pemerintah setempat menyatakan bahwa kapal pesiar akan berada dalam status karantina selama 14 hari. Meskipun belum jelas apa kontribusi orang-orang tanpa gejala atau gejala ringan terhadap persebaran virus, banyak bukti menunjukkan bahwa orang-orang tersebut setidaknya mampu menularkan virus. Untuk itulah, jarak aman corona harus dipatuhi.

Hidup Sehat, Penyakit Read More