Stop Berteriak Pada Anak! Ganti dengan Strategi Efektif Ini

berhenti berteriak pada anak

Riset terbaru membuktikan kalau berteriak pada anak punya efek yang sama buruknya dengan pukulan fisik. Studi selama 2 tahun ini menunjukkan efek dari mendidik anak dengan menggunakan kekerasan fisik dan disiplin verbal menimbulkan rasa ketakutan yang sama pada anak. Bahkan, berteriak pada anak juga akan memberikan mereka contoh buruk yang akan mereka tiru, sehingga konfrontasi verbal ini semakin tiada akhirnya.

Mulai sekarang, stop berteriak pada anak dan gunakan tips berikut untuk mengatasi masalah Anda:

  • Membuat Anak Mendengar

Joseph Shrand, PhD, seorang instruktur psikiater dari Harvard Medical School, mengatakan bahwa saat orangtua berteriak, sistem limbik – bagian dari otak yang memberi respon pertahanan diri – anak akan menjadi aktif. Anak bisa saja menjadi tegang dan tidak bisa berbuat apa-apa, kabur, atau malah melawan. Gunakan gaya komunikasi formal daripada perintah keras, Anda akan segera melihat perubahannya.

  • Membuat Anak Menghormati Tanpa Berteriak

Berteriak pada anak mungkin membuat Anda terlihat seperti otoritas yang harus dihormati. Tetapi, anak akan berpikir bahwa mereka tidak berharga di mata orangtua. Layaknya manusia biasa, mereka juga butuh pengakuan dan dihargai.

Jika Anda ingin anak menganggap Anda dengan serius, gunakan metode “Stop, Lihat & Dengar”: Hentikan apa yang sedang Anda lakukan, buat kontak mata, dan dengarkan apa yang ingin mereka katakan.

  • Jangan Emosi

Meluapkan emosi Anda kepada anak membuat mereka merasa diasingkan, tidak dihargai, dan merasa jauh dari Anda. Alih-alih emosi, tarik nafas dan pertimbangan dampak buruk jika Anda emosi.

Gunakan pendekatan yang lebih tenang dan tanpa kekerasan verbal, supaya perasaan anak juga tidak tersakiti.

  • Berbicara dengan Baik

Ingat, berteriak juga membutuhkan waktu dan tenaga yang mungkin lebih melelahkan. Lebih baik gunakan cara berbicara dengan lembut dan baik daripada menguras tenaga dan emosi dengan berteriak pada anak.

  • Berteriak Tidak Lebih Buruk dari Memukul

Berteriak pada anak mungkin dianggap alternatif yang lebih baik daripada memukul. Ada baiknya Anda mengingat bahwa rasa hormat dan komunikasi adalah dasar dari saling percaya. Semakin anak percaya pada Anda, semakin penurut juga anak pada akhirnya.

  • Hilangkan Kebiasaan Teriak

Otak adalah organ yang sangat fleksibel dan cair, termasuk otak anak yang selalu berkembang dan berevolusi sambil membentuk jaringan baru. Proses ini dinamakan neuroplasticity. Dalam arti lain, tidak pernah terlambat bagi Anda untuk berhenti berteriak pada anak.

Ingat, tunjukkan rasa hormat dan menghargai pada anak. Rasa hormat menghasilkan kepercayaan. Dengan kepercayaan, niscaya anak akan menunjukkan potensi diri yang sesungguhnya.

Parenting

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*