Inilah Cara Deteksi Gangguan Tiroid dengan Mandiri

Salah satu dampak yang ditimbulkan ketika mengalami kelainan dari kelenjar tiroid adalah adanya perubahan metabolisme dalam tubuh. Tak jarang seseorang melakukan pemeriksaan tiroid, hal ini dilakukan sebagai respons terkait pertanyaan besar apakah gangguan tiroid ini bisa disembuhkan atau tidak.

Seseorang bisa disebut menderita gangguan tiroid jika kelenjar tiroid yang terdapat di leher tidak bekerja sebagaimana fungsi yang dimiliki. Padahal munculnya gangguan ini disebabkan karena kondisi yang tidak membahayakan, seperti salah satunya adanya pembengkakan kelenjar atau juga keadaan yang mengancam nyawa seperti munculnya kanker kelenjar getah bening.

Pemeriksaan Tiroid Mandiri

Gangguan tiroid termasuk merupakan kondisi darurat yang memerlukan diagnosis dan pengobatan dengan segera. Hal ini dilakukan dengan tujuan dapat mencegah kondisi yang tidak diharapkan, diawali dengan pemeriksaan fisik dengan mencurigai tanda gangguan ini. Jika benar diketahui, maka dokter akan melakukan pengobatan tanpa menunggu pemeriksaan laboratorium.

Sangat penting untuk bisa melakukan deteksi diri, salah satunya menggunakan cara sederhana seperti yang dijelaskan oleh pendiri sekaligus Ketua Pita Tosca, komunitas pejuang tiroid Indonesia, Astriani Dwi Aryaningtyas. Pemeriksaan sedini mungkin penting untuk dilakukan dan ditekankan oleh banyak orang.

Karenanya seseorang tidak dapat selalu bisa mengandalkan peralatan medis dan dokter dalam mendiagnosa gangguan ini. Terdapat beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan secara mandiri untuk mengecek dan mendeteksi gangguan tirod, cara ini bisa dilakukan seseorang ketika berada di rumah atau di mana pun itu, berikut ini langkah-langkahnya.

  • Berdiri di depan cermin kaca, kemudian arahkan pandangan ke atas agar bagian leher terlihat dengan cukup jelas.
  • Kemudian lakukan gerakan menelan, ketika melakukan gerakan ini usahakan untuk memperhatikan bagian bawah jakun.
  • Setelah itu, kembali lakukan gerakan menelan, tak hanya diperhatikan tetapi juga sambil meraba bagian bawah jakun.
  • Ketika dan yang mencurigakan ketika memperhatikan bagian bawah jakun, seperti muncul atau teraa benjolan, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Ketika melakukan pemeriksaan tiroid ke dokter dan ternyata memang terdapat gangguan pada tiroid, maka pada umumnya dokter akan memberikan beberapa jenis pengobatan. Hal ini tergantung pada kondisi pasien ketika melakukan pemeriksaan, selain itu terdapat beberapa jenis penyakit tiroid dengan penyebab yang berbeda.

  • Hipotiroidisme

Merupakan gangguan tiroid yang bisa diobati dengan melakukan konsumsi pada obat bernama levothyroxine. Fungsi dari obat ini adalah menggantikan hormon tiroid yang hilang karena disebabkan produksi di kelenjar tiroid yang tidak cukup. Penggunaan obat ini dalam pengawasan ketat dokter, mulai dari dosis hingga waktu konsumsi.

Seseorang harus mengikuti anjuran dokter dalam konsumsi obat ini, jika tidak mengikuti panduan tersebut satu hal yang bukan tidak mungkin dirasakan penderita adalah kelenjar tiroid tidak berfungsi secara normal.

  • Hipertiroidisme

Berbanding terbalik dengan jenis gangguan tiroid di atas, Hipertiroidisme lebih sulit untuk diobati, dokter akan ditantang untuk membuar normal kembali produksi hormon tiroid yang muncul berlebih secara langsung di kelenjar tiroid tersebut.

Pengobatan yang dilakukan juga meliputi beberapa konsumsi jenis obat, seperti misalnya obat antitiroid guna mencegah produksi hormin di kelenjar tiroid, kemudian kapsul iodium radioaktif yang berfungsi memecah tiroid dalam darah, hingga melakukan operasi.

Konsumsi kapsul iodium menjadi pengobatan yang paling banyak digunakan atau paling populer dalam pengobatan gangguan tiroid jenis ini. Hal ini tak lepas dari fungsi kapsul yang dengan cepat membuat normal fungsi dari kelenjar tiroid.

Penyakit Read More