Mengetahui Letak Hati Manusia dan Penyakit yang Berhubungan Dengannya

Dibanding organ lainnya, hati merupakan organ yang paling besar. Bobot hati orang dewasa bisa mencapai 1,3 kg. Letak hati manusia ini berada pada rongga perut bagian bawah.

Tepatnya, posisi hati berada di bawah diafragma serta di balik tulang rusuk. Oleh sebab itu, Anda tidak dapat merabanya sebab organ hati ini terlindungi oleh tulang rusuk. Letak hati manusia yang berada di balik tulang rusuk bukanlah tanpa tujuan. Hal tersebut ditujukan untuk melindungi organ hati dari berbagai cedera atau kerusakan, seperti kerusakan yang disebabkan oleh benturan.

Hati banyak berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh serta sistem pencernaan. Organ ini juga banyak berperan dalam menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh. Wajar saja, bila organ hati bekerja tidak optimal, Anda dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan.

Penyakit yang menyerang organ hati

Penyakit yang menyerang hati bisa karena keturunan atau genetik, bisa juga disebabkan oleh virus, serta gaya hidup. Dari berbagai penyakit yang mengintai, berikut ini beberapa masalah yang mungkin muncul saat organ hati terganggu.

1. Hepatitis

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus. Berdasarkan penyebab infeksinya, terdapat tiga jenis hepatitis, yaitu hepatitis A, B, dan C. Organ hati yang terinfeksi virus tersebut akan mengalami peradangan.

Selain virus penyebab infeksi, terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terserang hepatitis, yaitu kebiasaan minum alkohol, alergi, serta obesitas.

2. Gagal hati

Sesuai namanya, kondisi ini ditandai dengan gagalny hati menjalankan fungsinya secara total. Adapun faktor yang melatarbelakangi kondisi ini dapat berupa faktor genetik, adanya infeksi, maupun kebiasaan konsumsi alkohol yang berlebihan.

3. Sirosis hati

Sirosis hati merupakan kondisi yang dipicu oleh masalah medis lain, seperti hepatitis atau kecanduan alkohol. Ketika terjadi gangguan pada organ hati, secara alami hati akan berusaha memperbaiki sendiri kerusakan tersebut. Akibatnya, terbentuk bekas luka. Semakin banyak bekas luka tersebut, semakin sulit hati bekerja dengan optimal.

Jadi, sirosis hati merupakan suatu kondisi di mana hati memiliki luka akibat kerusakan organ tersebut dalam jangka waktu yang panjang. Bila terlambat diketahui, sirosis hati dapat mengancam nyawa dan tidak dapat diperbaiki. Namun, bila dapat terdeteksi dini, kerusakan lebih jauh dapat dihindari.

4. Kanker hati

Umumnya, kanker hati timbul setelah seseorang mengalami sirosis. Jenis yang lazim menyerang merupakan karsinoma hepatoselular.

5. Asites

Suatu kondisi di mana cairan hati keluar ke rongga perut, sehingga perut terlihat buncit. Lagi-lagi, gangguan medis ini juga dapat disebabkan oleh sirosis hati.

6. Batu empedu

Salah satu peran hati adalah memproduksi cairan empedu. Cairan tersebut nantinya akan disimpan di kantung empedu dan dialirkan ke usus halus untuk membantu proses pencernaan. Apabila cairan tersebut mengeras dan tersangkut di kantung atau saluran empedu, kondisi ini disebut batu empedu.

Adanya batu empedu yang tersangkut di saluran empedu, membuat cairan empedu yang diproduksi oleh hati tidak dapat mengalir ke luar. Hal ini dapat memicu berbagai gangguan hati lainnya.

Pengetahuan terkait letak hati manusia serta penyakit yang mungkin menyerang organ tersebut, diharapkan membuat setiap orang dapat menjaga organ hati dengan lebih baik. Seperti diketahui, alkohol sangat berpengaruh bagi kesehatan organ hati. Sehingga salah satu cara menjaga organ yang satu ini adalah dengan mengurangi konsumsi minuman beralkohol.

Hidup Sehat Read More