Mata Sering Berkedip, Berbahaya Atau Tidak?

Secara normal, mata manusia akan berkedip setiap hari sebagai bagian dari refleks tubuh. Hal tersebut merupakan upaya guna melindungi mata dari cahaya yang terlalu terang, benda asing yang masuk ke mata, serta kekeringan pada mata. Frekuensi mata berkedip berbeda sesuai tingkatan usianya. Untuk anak-anak, mata berkedip sebanyak dua kali dalam semenit dan bertambah menjadi 17 kali dalam semenit ketika remaja. Hingga tua, jumlah kedipan mata permenit rata-rata adalah 17 kali saja. Akan tetapi, seseorang dapat mengalami mata sering berkedip tiba-tiba. Berbahayakah? Berikut penjelasan lengkapnya.

Penyebab mata sering berkedip

Ketika mata sering berkedip, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Terdapat beberapa penyebab mata sering berkedip yang umumnya dikarenakan oleh aktivitas keseharian Anda. Hal itu tidak berbahaya selama Anda memahami penyebab mata sering berkedip serta cara menanganinya. Berikut beberapa penyebab mata sering berkedip.

  1. Mata merasa lelah

Penyebab mata sering berkedip yang paling umum adalah karena kelelahan. Mata lelah atau eye strain adalah kondisi kelelahan pada kedua mata akibat dipaksa fokus pada waktu lama untuk memandang hanya ke satu arah saja. Biasanya mata lelah ini terjadi ketika Anda terlalu lama memandang layar laptop atau ponsel. Selain itu, membaca buku juga dapat menimbulkan terjadinya mata lelah. Jika mata mulai berkedut saat Anda beraktivitas dengan gadget, berhentilah sejenak. Hindari menatap layar gadget selama 10 menit agar mata sering berkedip berkurang intensitasnya karena mendapat sedikit istirahat.

  • Kedutan atau blepharospm

Penyebab lain mata sering berkedip adalah kedutan. Disebut juga sebagai blepharospm, kedutan adalah kondisi pada kelopak mata yang mengalami keng berulang dengan sendirinya. Kedutan sering terjadi pada bagian kelopa mata atas namun bisa juga terjadi pada kelopak bawah.

  • Terjadi iritasi pada mata

Iritasi juga dapat menyebabkan mata menjadi sering berkedip. Iritasi biasanya terjadi karena adanya zat iritan atau benda asing masuk ke mata seperti debu, asap, serbuk sari, polusi, dan lain sebagainya. Selain itu, kondisi mata kering dan mata merah (konjungtivitis) juga dapat menimbulkan iritasi pada mata. Anda dapat meredakan iritasi mata dengan menggunakan obat tetes mata, mengompres mata dengan air hangat, dan minum obat antihistamin. Ketika iritasi mereda, maka mata pun tidak akan berkedip terlalu sering.

  • Kondisi mental tertentu

Penyebab mata sering berkedip berupa adanya kondisi mental tertentu tidak sebanyak mata lelah. Akan tetapi, sangat mungkin jika mata sering berkedip yang Anda alami disebabkan oleh rasa stres, cemas, dan kelelahan. Mata sering berkedip karena kondisi mental seperti yang telah disebutkan, biasanya akan hilang dengan sendirinya ketika tubuh telah bugar kembali.

Mengatasi mata sering berkedip

Kondisi mata sering berkedip dapat diatasi dengan beberapa cara. Tentunya untuk mengatasi mata sering berkedip, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu penyebabnya. Jika caranya sudah tepat namun mata masih berkedip, bisa jadi terdapat penyakit lain yang menyertai.

  1. Mengurangi kebiasaan merokok sehingga kesehatan lebih terjaga.
  2. Istirahat dengan cukup. Anda perlu tidur yang teratur dan berkualitas untuk mengurangi mata sering berkedip akibat kelelahan.
  3. Iritasi pada mata yang disebabkan oleh debu atau silau dapat diatasi dengan obat tetes mata.
  4. Kedutan bisa diatasi dengan mengompres mata menggunakan air hangat.
  5. Menatap layar laptop dan ponsel terlalu lama juga menyebabkan mata lelah. Usahakan Anda membatasi hal tersebut agar mata sering berkedip akibat lelah berkurang.
  6. Kurangi kafein dan alkohol sehingga kondisi mental yang buruk tidak semakin parah.

Apabila muncul gejala medis lain yang menyertai mata sering berkedip, Anda perlu segera ke dokter untuk melakukan pengecekan. Gejala yang umumnya menyertai mata sering berkedip seperti munculnya kejang pada area wajah dan leher. Hal tersebut dikarenakan bahwa adanya kemungkinan Anda mengalami penyakit sindrom saraf seperti penyakit Wilson, sindrom Tourette, dan multiple sclerosis.

Penyakit Read More