Inilah Pilihan Obat Demam untuk Perawatan di Rumah

Tubuh kita telah dilengkapi dengan mekanisme pertahanan alami. Sebagai contoh, ketika tubuh mengalami infeksi atau menemukan ada komponen berbahaya, maka tubuh akan melawannya. Salah satu hal yang muncul sebagai efek mekanisme perlawanan ini adalah demam. Jadi, demam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari gangguan medis lain.

Apabila demam yang dirasakan masih ringan, sebaiknya Anda tidak langsung mengonsumsi obat demam. Pasalnya, kenaikan suhu tubuh ini biasanya turut membantu membunuh penyebab penyakit.

Akan tetapi, jika suhu tubuh terus meningkat dan sangat membuat Anda tidak nyaman, pemberian obat demam dapat dilakukan. Hal ini juga bermanfaat untuk mencegah kejang akibat suhu tubuh terlalu tinggi.

Membeli obat demam tanpa resep dokter

Kebanyakan orang tidak langsung memeriksakan diri ke dokter saat mengalami demam. Sebagian besar orang menganggap demam merupakan gangguan yang “biasa”, sehingga dapat diatasi dengan perawatan di rumah saja.

Hal tersebut tidak sepenuhnya salah. Bila demam yang terjadi masih di bawah tiga hari, Anda dapat menanganinya dengan obat demam yang dapat dibeli tanpa resep dokter.

1. Paracetamol

Paracetamol termasuk obat demam yang cukup umum dipilih. Obat ini dapat Anda beli di apotek, tanpa resep dokter.

Selain menurunkan panas atau demam, paracetamol juga memiliki khasiat untuk meredakan nyeri. Gejala demam kadang disertai dengan sakit kepala. Obat ini dapat sekaligus mengatasi keduanya.

Baik anak-anak, maupun dewasa dapat mengonsumsi paracetamol. Tentu dengan dosis dan bentuk sediaan yang berbeda. Untuk anak-anak, tersedia paracetamol dalam bentuk sirup. Terkait dosisnya, tanyakanlah kepada apoteker di apotek, jumlah dosis yang direkomendasikan.

Pada prinsipnya, paracetamol dapat dikonsumsi hampir oleh semua orang, kecuali mereka yang memiliki gangguan hati atau alergi terhadap obat ini. Selain itu, penderita yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah (warfarin), obat TBC (isoniazid), dan obat pereda kejang (carbamazepine dan phenytoin), tidak disarankan mengonsumsi paracetamol. Konsumsi obat-obat tersebut bersama paracetamol dapat memicu interaksi obat.

2. Ibuprofen

Obat yang sudah ditemukan sejak tahun 1969 ini dapat mengatasi demam dan peradangan. Seperti paracetamol, ibuprofen juga dapat dikonsumsi oleh anak-anak dan orang dewasa. Penyesuaian dosis tentu perlu dilakukan, Anda dapat berkonsultasi dengan apoteker di apotek serta membaca petunjuk pada kemasan secara seksama terkait hal ini.

Ketika berkonsultasi dengan apoteker, sebaiknya tanyakan juga terkait obat atau makanan yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan ibuprofen. Sebab, rata-rata obat dapat berinteraksi dengan obat dan makanan tertentu.

Pada beberapa orang, obat demam yang satu ini dapat memicu sakit perut. Itu sebabnya, disarankan untuk dikonsumsi setelah makan.

3. Aspirin

Dibandingkan kedua jenis obat sebelumnya, aspirin termasuk obat yang cukup keras. Sehingga penggunaannya hanya diperuntukkan bagi orang dewasa. Anak-anak tidak boleh mengonsumsi obat demam yang satu ini.

Efek samping konsumsi aspirin, mulai dari sakit perut hingga pendarahan atau tukak lambung. Mengingat efek sampingnya yang cukup serius, pastikan Anda telah berkonsultasi dengan apoteker di apotek sebelum memutuskan membeli obat ini.

Demam memang dapat dirawat di rumah dengan obat demam yang dapat dibeli di apotek. Namun, jika demam tidak kunjung reda setelah 3 hari atau suhu tubuh mencapai 39,4oC, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Pada suhu tersebut, efeknya mungkin menjadi fatal, sebab tidak terkendali lagi oleh tubuh.

Penyakit Read More