Terlihat Mirip, Apakah Hematoma Sama dengan Memar?

Ketika kita mengalami kecelakaan atau trauma, seperti terbentur; terjatuh; atau terjepit, akan terlihat “tanda” di sekitar bagian tubuh yang mengalami kemalangan tersebut. Jika tidak berdarah, biasanya di bagian tersebut tampak tanda biru keunguan yang terasa sakit bila disentuh atau ditekan. Kita biasanya mengenal “tanda” itu dengan memar atau lebam. Namun, jangan sangka, sebab itu bisa saja merupakan hematoma.

Hematoma pernah dialami oleh siapa saja, disadari atau tidak. Hematoma, meski terlihat seperti memar atau lebam, tetapi bukanlah suatu kondisi yang bisa diabaikan. Jika memar atau lebam tak perlu penanganan yang serius, hematoma lain lagi. Sebab, bila tidak mendapat penanganan medis, hematoma bisa saja mengancam jiwa.

Sampai di sini, mungkin kita akan bertanya-tanya, sebenarnya apa sih perbedaan hematoma dengan memar atau lebam?

  • Hal yang Perlu Diktahui Terkait Hematoma

Hematoma dapat dijelaskan sebagai kondisi di mana terdapat darah yang menggumpal dan berkumpul di luar pembuluh darah. Hematoma terjadi saat salah satu pembuluh darah besar di dalam tubuh kita mengalami kerusakan.

Penyebab terjadinya sama saja, karena cedera atau trauma yang disebabkan kecelakan. Hematoma terjadi ketika kecelakaan membuat pembuluh darah pecah dan darah bocor ke jaringan di sekitarnya. Hematoma memengaruhi semua jenis pembuluh darah besar termasuk arteri, kapiler, dan vena. Selain trauma, hematoma juga bisa dipicu oleh obat- obatan tertentu, aneurisma, infeksi virus (cacar air, HIV, atau hepatitis C) dan patah tulang.

Hematoma dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, selama faktor-faktor terjadinya terpenuhi. Akan tetapi, ada jenis-jenis hematoma yang masuk ke dalam kategori berbahaya. Hematoma bisa menjadi bahaya jika terjadi di area vital atau penting, seperti jenis hematoma epidural, subdural, dan intraserebral yang memengaruhi otak dan tengkorak.

Tengkorak adalah area tertutup, apa pun yang menumpuk dalam otak pasti memengaruhi kemampuan otak untuk bekerja secara efektif. Pendarahan otak sulit dideteksi tanpa pengujian yang tepat dan perawatan medis yang diperlukan. Gejala hematoma potensial pada tengkorak dapat meliputi sakit kepala hebat, kantuk berat, kebingungan, pusing, muntah, hingga menyebabkan penderitanya melantur.

  • Memar

Memar atau lebam, sering pula disebut luka dalam, merupakan kondisi yang ditunjukkan dengan terjadinya perubahan warna di permukaan tubuh. Memar terjadi saat pembuluh darah kecil, kapilari, otot, atau jaringan di bawah kulit mengalami kerusakan. Memar biasanya muncul setelah bagian tubuh mengalami benturan atau pukulan keras.

Memar yang tergolong ringan biasanya sembuh dengan sangat cepat tanpa memengaruhi kehidupan sehari-hari. Anda mungkin hanya perlu mengompresnya dengan es untuk menghilangkan memar. Namun, memar yang parah menyebabkan kerusakan jaringan yang dalam dan menyebabkan komplikasi termasuk infeksi yang membutuhkan antibiotik dan waktu lama untuk sembuh. Meskipun begitu, memar jarang menyebabkan kerusakan pada organ dalam.

  • Perbedaan Hematoma dengan Memar

Lantas apa perbedaan hematoma dengan memar? Salah satu perbedaan yang paling mencolok di antara keduanya adalah jaringan atau pembuluh darah yang mengalami kerusakan. Hematoma terjadi karena kerusakan pembuluh darah besar, sementara memar terjadi karena keruskana pembuluh darah kecil.

Selain itu, perbedaan keduanya dapat dipetakan seperti di bawah ini:

  • Memar seringnya terjadi di bawah permukaan kulit sehingga bisa terlihat. Hematoma seringnya terjadi di dalam tubuh sehingga tak memunculkan tanda-tanda di kulit.
  • Memar biasanya hanya menyebabkan permukaan kulit berwarna kebiruan atau kehitaman, dan terasa nyeri saat disentuh. Sedangkan hematoma seringnya tidak terlihat dari luar, tapi bila terjadi dekat dengan permukaan kulit akan menimbulkan benjolan kemerahan berisi cairan.
  • Memar akan sembuh sendiri dalam 1-2 minggu atau dipercepat dengan penggunakan salep obat memar seperti Thromboflash. Hematoma ringan biasanya juga bisa diatasi dengan cara yang sama, tapi hematoma internal yang terjadi di dalam tubuh, atau hematoma yang parah, sering kali memerlukan operasi untuk mengeluarkan genangan darah dari jaringan tubuh.

Setelah mengetahui perbedaan antara hematoma dengan memar biasa, diharapkan Anda bisa dapat memetakan masalah yang terjadi setelah mengalami cedera atau kecelakaan. Dengan demikian, Anda bisa membedakan mana kondisi yang sekiranya perlu penanganan lebih lanjut dan mana yang hanya butuh perawatan sederhana di rumah.

Penyakit Read More

Mengenal Aortogram Abdominalis

Secara umum aortogram merupakan tindakan medis untuk memetakan atau mendapatkan gambaran mengenai aorta atau batang nadi pasien. Akan tetapi kondisi di lapangan memungkinkan prosedur ini untuk mengalami perkembangan.

Salah satu pengembangan itu adalah aortogram abdominalis. Secara garis besar tindakan ini sama seperti aortogram biasa. Bedanya, tindakan ini dilakukan untuk menemukan masalah-masalah di bagian abdomen atau dalam istilah umum dikenal dengan rongga perut.

Prosedur aortogram abdominalis memungkinkan tenaga medis medeteksi pembuluh darah yang bermasalah, di mana mereka menyempit atau menutup karena plak. Penyakit yang disebabkan oleh kondisi tersebut disebut penyakit arteri peripheral atau PAD (Pheripheral Artery Disease). Aortogram abdominalis ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi aneurisma perut.

Siapa yang Memerlukan Aortogram Abdominalis?

  • Mereka yang mengalami nyeri di kaki saat berjalan lantaran mengalami penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah. Timbunan lemak yang menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah  yang bersangkutan sehingga mengurangi aliran darah dan dalam beberapa kasus, menghalangi sepenuhnya.
  • Mereka yang memiliki aneurisma perut sebelum melakukan tindakan operasi.

Selain itu, pasien-pasien dengan gejala lain yang berkaitan dengan masalah pembuluh darah. Dokter tahu pasti seseorang yang membutuhkan prosedur tersebut.

Bagaimana Prosedur Aortogram Abdominalis Dilakukan?

Prosedur ini dimulai dengan pemasangan tabung plastik fleksibel yang sempit oleh dokter. Tabung sempit tersebut yang dinamakan kateter. Kateter itu dipasang melalui arteri yang diduga mengalami penyempitan atau penyumbatan.

Kemudian kateter tersebut akan dihubungkan ke pompa yang menyuntikkan pewarna sinar-X. Setelah gambar X-ray menunjukkan di mana penyumbatan berada, dokter yang menangani Anda akan dapat memutuskan cara terbaik untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat, , seperti dengan balon kecil pada kateter. Prosedur itu dimaksudkan untuk menekan plak agar membuka arteri.

Hal itu dilakukan guna menghentikan rasa sakit dan mengurangi risiko pembekuan darah. Anda mungkin memerlukan stent di dalam arteri di kaki Anda agar tetap terbuka.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Proses Aortogram Abdominalis

Sebelum prosedur:

  • Anda tidak boleh makan atau minum apa pun setelah tengah malam malam, kecuali untuk obat-obatan pribadi. Dokter atau perawat Anda akan memberi tahu jika harus berhenti minum obat apa pun sebelum menjalani prosedur.
  • Membawa daftar semua obat Anda ke rumah sakit.
  • Tolong beri tahu dokter jika diperkirakan atau tengah hamil.
  • Seorang perawat akan menempatkan infus di tangan atau lengan Anda untuk mengalirkan cairan dan obat-obatan.
  • Dokter akan menjawab pertanyaan dan meminta untuk menandatangani formulir persetujuan.

Selama prosedur:

  • Anda akan berbaring di meja x-ray dengan berbagai mesin di sekitar. Anda akan menggunakan tensimeter di lengan, klip di jari untuk memastikan Anda mendapatkan oksigen yang cukup, dan kabel di kaki dan lengan untuk memeriksa detak jantung Anda.
  • Perawat akan memberi obat penghilang rasa sakit dan obat penenang yang akan membuat rileks, sebelum prosedur. Perawat akan memberi Anda lebih banyak obat jika diperlukan. Anda akan merasa santai, tetapi Anda akan terjaga sehingga Anda dapat mengikuti instruksi.
  • Area tempat dokter akan bekerja akan dibersihkan dan dicukur. Anda akan ditutupi oleh tirai steril dari bahu hingga ke kaki Anda.
  • Dokter akan membuat mati rasa area di pangkal paha atau lengan dan memasukkan tabung kecil fleksibel yang disebut kateter.
  • Ahli radiologi akan mengarahkan tabung ke arteri besar di perut Anda dan menyuntikkan pewarna sinar-X. Pewarna dapat menyebabkan rasa terbakar di kaki Anda, tetapi akan hilang dalam 20 hingga 30 detik. Penting untuk tetap diam selama proses tersebut. Anda tidak akan merasakan tabung bergerak di dalam arteri Anda.
  • Teknolog akan memberitahu Anda untuk menahan napas dan tetap diam selama gambar (sekitar 10 detik untuk setiap gambar).

Setelah prosedur aortogram perut:

  • Ahli radiologi atau perawat akan melepas kateter dan mencegah perdarahan. Jika kateter berada di pangkal paha, Anda harus berbaring tanpa mengangkat kaki selama sekitar empat jam.
  • Kepala tempat tidur mungkin sedikit miring untuk membantu Anda beristirahat. Anda akan dapat menekuk kaki yang lain untuk mengurangi tekanan di punggung Anda, atau perawat dapat menggulingkan Anda. Jika Anda mengalami sakit punggung, dokter dapat memberi Anda obat untuk membantu Anda merasa lebih baik. Perawat akan memenuhi keluhan dan kebutuhan Anda.
  • Panggil perawat jika Anda merasakan ketidaknyamanan di dada, sakit punggung, atau kebasahan di area tempat kateter berada.
  • Perawat Anda akan memeriksa tekanan darah, detak jantung, irama jantung, dan denyut nadi di daerah dekat pemasangan kateter.
  • Anda akan menerima cairan IV untuk menyiram pewarna dari sistem pencernaan Anda.
  • Anda dapat makan satu jam setelah prosedur jika tidak punya masalah minum cairan.
  • Jika Anda perlu batuk atau bersin, berikan tekanan pada bagian kateter terlebih dahulu untuk melindunginya.
  • Jika Anda adalah pasien rawat jalan, Anda dapat pergi setelah 5 jam. Anda akan membutuhkan seseorang untuk mengantar Anda pulang.

Nah itulah beberapa hal penting yang dapat diketahui tentang tindakan medis aortogram abdominalis. Komunikasikan dengan ahli medis terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut yang mungkin tidak disebutkan di artikel ini.

Penyakit Read More