Asma Kambuh? Begini Mengatasinya Tanpa Obat Asma Semprot

Asma Kambuh? Begini Mengatasinya Tanpa Obat Asma Semprot

Jika Anda menderita asma, Anda pasti sering membawa obat asma semprot setiap kali bepergian. Obat ini menjadi obat utama yang digunakan untuk mengantisipasi apabila penyakit asma kambuh.

Tapi, bagaimana jika gejala asma kambuh ketika Anda sedang tidak membawa obat semprot? Mungkin situasi ini sangat mengkhawatirkan, tapi Anda tetap bisa mengakalinya dengan melakukan berbagai langkah sederhana. 

Mengatasi asma yang kambuh tanpa obat asma semprot

Biasanya, penderita asma selalu membawa obat asma semprot kemana pun mereka pergi. Tapi, jika gejala asma Anda kambuh dan Anda lupa membawa obat semprot, segera lakukan langkah-langkah berikut ini: 

  • Duduk tegak

Begitu gejala muncul, ingatlah untuk memposisikan tubuh Anda untuk duduk tegak. Hal ini memungkinkan saluran pernapasan Anda tetap terbuka, sehingga udara tetap dapat masuk dengan lancar.

Hindari berbaring ketika Anda mengalami serangan asma. Berbaring hanya akan memperburuk gejala dan menghambat saluran pernapasan Anda.

  • Jangan panik

Beberapa orang langsung diserang oleh rasa panik ketika gejala asma kambuh. Padahal, hal ini justru harus dihindari. 

Langkah pertama, carilah bantuan dari orang di sekitar Anda. Sambil menunggu datangnya bantuan medis, tenangkan diri Anda dengan melakukan hal-hal yang bisa membuat Anda rileks.

Jika serangan terjadi di rumah, cobalah untuk menyalakan TV agar Anda bisa mengalihkan sedikit fokus ke tayangan di TV. Atau, Anda juga bisa memutar musik yang bisa menenangkan Anda. 

  • Stabilkan pernapasan

Saat serangan asma datang, cobalah untuk menstabilkan pernapasan Anda. Hal ini mungkin sulit untuk dilakukan bila Anda terbiasa mengatasi asma dengan obat asma semprot.

Tapi, Anda tidak perlu khawatir. Menstabilkan pernapasan bisa dilakukan dengan latihan pernapasan, seperti teknik pernapasan yoga yang menggunakan pernapasan dari dalam dan postur tubuh.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan teknik pernapasan Buteyko yang melibatkan pernapasan melalui hidung, bukan mulut. Ada juga metode Papworth berupa pernapasan dengan hidung dan diafragma.

Tidak hanya mengatasi gejala yang kambuh, latihan pernapasan juga bisa meringankan gejala asma secara keseluruhan. 

  • Menjauhkan diri dari faktor pemicu

Biasanya, gejala asma bisa kambuh karena adanya paparan dari faktor pemicu. Adanya faktor pemicu tidak hanya akan menimbulkan serangan asma, tetapi juga memperparah gejala.

Karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui apa faktor pemicu gejala asma dan bagaimana cara menghindarinya. Sebagai contoh, beberapa penderita asma sering merasakan gejala ketika berada dekat dengan asap rokok. Maka, mereka akan menghindari asap rokok yang menjadi pemicu gejala.

Anda juga perlu mengetahui apa faktor pemicu asma yang diderita. Beberapa faktor pemicu yang biasanya dialami oleh penderita asma meliputi stres, olahraga, flu, menghirup udara dingin, dan alergen.

Mencegah kemunculan gejala asma

Membawa obat asma semprot setiap saat sebenarnya merupakan langkah antisipasi yang tepat apabila Anda menderita asma. Akan tetapi, selain langkah antisipasi, Anda juga bisa mencoba untuk mencegah kemunculan gejala.

Salah satunya adalah dengan melakukan olahraga yang aman bagi penderita asma, seperti berenang, berjalan kaki, atau bersepeda. Olahraga bisa menguatkan otot Anda serta mengurangi kemungkinan penyakit jantung.

Selain itu, Anda juga perlu mengurangi stres. Salah satu caranya dengan melakukan interaksi sosial yang positif bersama orang lain. 

Bila Anda bisa mengendalikan kondisi asma dengan berbagai upaya pencegahan, Anda tidak perlu lagi bergantung pada obat asma semprot untuk mengatasi kemunculan gejala.

Penyakit Read More